Kau yang Namanya Denny Siregar! (Seleb Sosmed Tak Sejernih Minuman Bersoda)

Tags

, , , , ,

Oleh Arbi Sumandoyo

Kau buka tulisan “Cari Makan Atas Nama Rakyat” dengan mengaku-ngaku teringat lokalisasi Dolly, sebuah lokalisasi tertua di Surabaya. Kau juga mengaku ingat dengan lokalisasi Kalijodo. Lalu kau bicara dengan penuh sinisme pada LSM-LSM yang melakukan advokasi terhadap para lokalisasi itu untuk menembak LSM-LSM yang membela petani Kendeng.

Kau mau bikin pensejajaran antara lokalisasi dan pegunungan Kendeng Utara? Membandingkan konflik pabrik semen Rembang dengan konflik penggusuran lokalisasi, itu ngawur. Sama sekali tidak setara. Tidak ada pertaruhan soal sumber air yang mengaliri ribuan desa, tidak ada pertaruhan soal potensi rusaknya kualitas tanah dan udara dalam perkara lokalisasi.

Continue reading

Paradoks Zeno; Pelari vs Kura-Kura

Tags

, , , ,

Membicarakan Paradoks Gerak Zeno, yang belum sepenuhnya terjelaskan selama 2500 tahun, hingga sekarang, dan bagaimana Zeno menggugat cara manusia membangun konsep atas realitas, membela gurunya, Parmenides, yang menggagas bahwa keberadaan yang dialami manusia adalah ilusi, yang kemudian dinyatakan-ulang oleh Einstein.

Zeno memprovokasi para filsuf, fisikawan dan matematikawan pada zamannya hingga melahirkan gagasan-gagasan yang kemudian menjadi fundamen pengetahuan utama manusia, seperti atom dan nature dari alam semesta.

Hingga saat ini, paradoks Zeno masih relevan karena pertanyaan yang mendasari argumennya, masih menjadi misteri alam semesta.

Tuhan pun Mengalami Evolusi

Tags

, , , , , , ,

evolusi-tuhan

Tuhan menjadi melow. Tuhan yang mana bagi kebanyakan orang Amerika amat sangat dipuja-puja, meski terkadang begitu kesal terhadap aborsi dan pernikahan gay, tapi tampil begitu lembut apabila dibandingkan dengan Yahweh dalam gambaran Alkitab Ibrani. Dahulu kala tentara Tuhan, suku yang kejam, yang merasa dalam keadaan tidak aman dan bersedia untuk melakukan pembunuhan massal demi memamerkan kekuatannya. Tapi setidaknya Yahweh memiliki pandangan moral yang kuat, yang kadang-kadang mencerahkan orang Israel mengenai bagaimana seharusnya mereka bersikap. Bagi leluhur mereka, secara kontras, orang-orang itu menyembah Tuhan-Tuhan yang tidak kompeten. Tidak memiliki petunjuk moral, bahkan mereka sering meneriaki orang-orang dan cenderung mengarah kepada obsesi-obsesi aneh. Salah satu Tuhan, atau dewa petir akan marah jika orang-orang menyisir rambut mereka selama badai atau menonton anjing-anjing berpasangan. Continue reading

Manusia-lah yang Menciptakan Tuhan

Tags

, , , , , ,

why-we-believe-in-god-s

Sebelum John Lennon menuliskan lirik—dalam lagu imagine, “living life in peace,” dia menulis bait “no heaven … / no hell below us …/ and no religion too.”

No religion: Apakah sebenarnya yang dimaksudkan oleh Lennon? Sebagai permulaan, sebuah dunia tanpa utusan-utusan “ilahi” seperti Osama bin Laden yang memicu kekerasan. Sebuah dunia di mana kesalahan, seperti dalam peristiwa badai Katrina yang menghilangkan banyak nyawa, sesungguhnya bisa dihindari dan ditanggulangi, tapi bukan dihubungkan dengan “kehendak Tuhan.” di mana politisi tidak lagi bersaing untuk membuktikan yang mana lebih dipercayai secara irasional dan tidak dapat dipertahankan. Di mana berpikir kritis adalah ideal. Singkatnya, dunia yang masuk akal. Continue reading

Sains Meruntuhkan Agama

Tags

, , , , ,

1778924_orig

Kebanyakan orang percaya bahwa Sang Pencipta alam semesta menulis (atau mendiktekan) salah satu kitab suci yang menjadi landasan kepercayaan bagi sekian banyak agama di dunia. Sayangnya, ada banyak buku yang berpura-pura memiliki kepengarangan ilmiah, dan masing-masing membuat klaim yang tidak kompatibel tentang bagaimana kita semua harus hidup. Meskipun upaya ekumenis dari kebanyakan orang itu bermaksud baik, komitmen agama yang tidak dapati direkonsiliasi ini masih menginspirasi sejumlah konflik mengerikan umat manusia.

Sebagai respons terhadap situasi ini, orang yang paling masuk akal mendukung sesuatu yang disebut “toleransi beragama.” Sementara toleransi beragama pasti lebih baik daripada perang agama, tetapi toleransi bukanlah tanpa kekurangan. Ketakutan kita terhadap provokasi kebencian kepada agama telah membuat kita tidak memiliki kapasitas untuk mengkritik ide-ide yang sekarang absurd dan semakin tidak dapat diadaptasi. Hal ini juga mengharuskan kita untuk berbohong kepada diri kita sendiri—berulang kali sampai pada tingkat tertinggi—tentang kompatibilitas antara iman agama dan rasionalitas ilmiah. Continue reading

Hidup Setelah Matinya Tuhan

Tags

, , , , , ,

81mkfqw4zcl

Peter Watson adalah seorang intelektual sejarah, jurnalis, dan penulis dari tiga belas buku, termasuk The German Genius, The Medici Conspiracy, dan The Great Divide. Dia juga pernah menulis untuk The Sunday Times, The New York Times, the Observer, dan the Spectator Dia tinggal di London. Dia cukup berbaik hati untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang buku barunya The Age of Atheists: How We Have Sought to Live Since the Death of God. Simak wawancaranya bersama Sam Harris. Continue reading

Seren Taun; Realitas Keberagaman Indonesia

Tags

, ,

serentaun

Seren Taun adalah upacara adat panen padi masyarakat Sunda yang dilakukan setiap tahun. Upacara ini berlangsung khidmat dan semarak di berbagai desa adat Sunda. Upacara adat sebagai syukuran masyarakat agraris ini diramaikan ribuan masyarakat sekitarnya, bahkan dari beberapa daerah di Jawa Barat dan mancanegara.

Perayaan ini menjadi inspirasi bagaimana keberagaman adalah realitas Indonesia yang dirayakan. Seren taun ini dulu pernah dilarang hampir 16 tahun. Tetapi Gus Dur pada tahun 2000 memperbolehkan perayaan ini.

“Ada stigma penyesatan yang kadung dibiarkan sejak era Orde Baru tentang agama-agama lokal nusantara. Spiritual lokal itu menjadi obor dari integritas budaya.” — Nia Sjarifudin (ANBTI)

Memahami Kembali Apa itu Kekerasan Terhadap Perempuan

Tags

, , , , , ,

KDRT

Sebuah media menurunkan berita tentang seorang tukang kebun laki-laki dipukuli oleh majikan perempuannya. Sejumlah suara memprotes mengapa ini tidak disebut “kekerasan terhadap laki-laki”. Tulisan pendek ini akan mencoba menjelaskan apakah itu “Kekerasan Terhadap Perempuan” dan mengapa ia tidak serta merta ditemani oleh fenomena gender yang sebaliknya. Continue reading

Bagaimana Galaksi Terbentuk?

Tags

, , , ,

Penciptaan galaksi

Kisah penciptaan, sebagaimana dalam kosmologi modern berlangsung seperti ini; Sekitar 13,7 miliar tahun lalu, alam semesta kita dimulai dari ledakan Big Bang. Kemudian lahir ruang waktu dan ‘sup purba’ dari partikel sub-atom.

Kemudian para saintis meneliti dan mendapatkan bahwa alam semesta yang masih muda memiliki suhu sekitar 10.000 triliun triliun derajat (dan memuai 100 trilyun trilyun trilyun trilyun kali lipat pada kecepatan yang jauh lebih cepat daripada cahaya). Ekspansi berlanjut hingga hari ini, meskipun pada kecepatan yang jauh lebih lambat dari yang pertama. Continue reading

Empat Gaya Fundamental Pembentuk Alam Semesta

Tags

, , , ,

Gaya Fundamental

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut dengan waktu (time) atau ruang (space). Peristiwa Big Bang menandai awal ekspansi alam semesta dari singularitas (atau sesuatu yang nyaris mendekati singularitas). satu titik yang jauh lebih kecil, jauh panas, dan tak terbatas padat. Semenjak itu, alam semesta telah melewati beberapa era dibedakan oleh perilaku gaya (force) fundamental alam semesta dan partikel. Para astrofisikawan berusaha membangun pemahaman tahap awal mengenai alam semesta. Mereka meneliti bahwa, empat gaya fundamental yang ada di alam semesta saat ini (gaya nuklir kuat, gaya nuklir lemah, elektromagnetik, dan gravitasi) bersatu menjadi kekuatan terpadu tunggal yang menyebabkan ledakan itu terjadi. Setelah itu terjadi apa yang disebut Planck Era. Pada waktu itu, ekspansi alam semesta awal terjadi 10-43 detik setelah terjadinya Big Bang. Continue reading