Mobilisasi Akar Rumput; Isu SARA Masih Laku di Jakarta


isu sara

Penyebab kekalahan telah Ahok: Peran SBY, PPP, PKB, dan mobilisasi akar rumput.

Hasil Pilkada DKI 2017 sangat menarik untuk dianalisis. Selisih suara yang mencapai sekitar 16% antara Anies dan Ahok adalah sesuatu yang luar biasa mengejutkan. Pertanyaannya: kenapa bisa begitu?

Pertanyaan ini diajukan karena semua indikator yang ada sebelum hari pencoblosan menunjukkan seharusnya Anies tidak menang setelak itu.

Coba kita lihat satu per satu faktanya.

Baik dalam putaran pertama dan kedua Ahok mencapai sekitar 42% suara. Anies di putaran pertama hanya memperoleh 40% suara dan di putaran kedua mencapai 58% suara. Artinya, suara Ahok tetap, sementara suara Anies naik 18%.

Dari mana Anies mendapat tambahan suara sedemikian besar? Jawabannya sederhana: dari suara yang di putaran pertama diberikan kepada Agus Yudhoyono. Artinya lagi seluruh suara Agus pindah ke Anies.

Kita tahu ada tiga partai yang mendukung Agus: Demokrat, PPP dan PKB. Nah, ketiga partai inilah yang menentukan kemenangan Anies.

Ini mencengangkan karena setidaknya dua hal;

Pertama, dua partai politik yang mendukung Agus di putaran kedua, secara terbuka menyatakan mendukung Ahok: Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Kebangkitan bangsa.

Kedua, sampai seminggu sebelum hari pencoblosan, semua lembaga survey yang dapat dipercaya memperkirakan persaingan yang ketat antara Ahok dan Anies. Hampir semua lembaga survei menunjukkan selisih suara kedua kubu maksimal 1-3 persen.

Jadi, bagaimana kita bisa menjelaskan hasil akhir yang mengejutkan ini?

Saya rasa ada beberapa jawaban.

1. Saya menduga mantan Presiden SBY secara tegas menginstruksikan semua pendukung Agus di Partai Demokrat berpindah ke Anies.

Saya duga SBY melakukan ini karena dia tidak memperoleh janji perlindungan yang ia harapkan bisa ia peroleh dari Jokowi.

Ingat, segera sesudah putaran pertama Pilkada berakhir, SBY sempat menemui Jokowi?

Di akhir pertemuan itu tidak diperoleh kata kesepakatan apa-apa. Padahal, sangat jelas SBY sangat membutuhkan proteksi dari Jokowi dalam kasus seperti Antasari Azhar dan Hambalang. Karena ketiadaan komitmen Jokowi ini, SBY tampaknya ngambek dan meminta dukungan diarahkan ke Anies.

2. Pendukung PPP dan PKB pindah ke Anies. Menurut data exit poll Kompas, hampir 90% pendukung PPP memilih Anies, sementara 71% suara pendukung PKB lari ke Anies. Ini artinya dukungan kedua partai tersebut pada Ahok hanya berhenti di bibir para pimpinan partai di Jakarta, tapi tidak diikuti di akar rumput.

Sangat mungkin jajaran pengurus di tingkat menengah mengabaikan instruksi pimpinan atau memang elit partai itu sendiri sebenarnya tidak sungguh-sungguh mendukung Ahok.

Saya percaya aliran dana dari kubu Anies jauh lebih kencang daripada kubu Ahok yang memang terkenal pelit (atau hemat).

3. Karena itu, kita layak curiga tentang terbongkarnya timbunan sembako di kantor PPP satu hari menjelang hari pencoblosan. Pertanyaannya, kalau ternyata PPP memang mendukung Anies, buat siapa sebenarnya sembako itu ditujukan? Atau lebih jauh lagi kita bisa berspekulasi, apakah terbongkarnya timbunan tersebut adalah peristiwa yang disengaja untuk menjatuhkan imej Ahok atau memang alamiah terjadi?

4. Terakhir, saya percaya bahwa pembelokan arah untuk total mendukung Anies dilakukan secara intensif di saat-saat terakhir. Dalam satu minggu terakhir ada mobilisasi intensif di akar rumput yang tidak terdeteksi oleh kubu Ahok. Saya percaya ini menggunakan gelontoran dana raksasa. Ini berlangsung bersamaan dengan meningkatnya intensitas acara-acara seperti shalat subuh bersama, shalat tahajjud bersama, khotbah-khotbah Jumat dan terakhir, tamasya Al Maidah.

Jadi kemenangan Anies atas Ahok tentu terkait dengan menguatnya kelompok-kelompok Islam, namun ini juga terkait dengan strategi lihai yang melibatkan uang, mobilisasi dan pengkhianatan.


Oleh: Ade Armando, seorang aktivis, pengajar dan jurnalis Indonesia. Ia mengajar di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s