Ahok Tumbang Akibat Menafikan Kaum ‘Kirik’ dan Massa Mengambang


Strategi komunikasi para buzzer pihak Ahok konsentrasi pada narasi lawan politiknya, berusaha membuatnya terlihat jelek agar orang-orang tidak mau terafiliasi. Ini persis yang dilakukan para buzzer Hillary, yaitu memperlihatkan kebodohan pihak Trump. Tapi tindakan ini justru menciptakan panggung bagi narasi sang lawan politik (pihak Anies-Sandi).

Para youtuber sudah terbiasa dengan hal ini: like atau dislike itu tidak penting, algoritma Youtube tetap menghitungnya sebagai interaksi, dan youtuber-nya dapat keuntungan besar. Ada seorang youtuber yang punya uang banyak dari video-videonya yang dapat ratusan ribu dislike; tidak masalah orang suka atau tidak, tapi pesannya naik arus dan mencapai jauh lebih banyak orang.

Makanya saya tidak suka mengangkat isu ketololan orang, karena apa pun argumen yang kita tulis, tidak penting: tetap pesan tolol itu yang naik arus dan “menginspirasi” banyak orang.

Dan bicara soal ketololan: ada pandangan yang berkembang bahwa rasisme dan fundamentalisme adalah (satu-satunya) oposisi dari Ahok. Jadi sibuklah orang menyerang satu posisi yang partikular ini. Padahal, ada lingkaran isu lain yang tidak tergarap.

Menyerang isu rasisme dan fundamentalisme dari pihak lawan tidak benar-benar mengubah apa pun, karena tipikal lingkaran massa yang mampu untuk bergagas rasis dan fundamentalis toh sudah menentukan pilihan mereka despite apa pun fakta dan program yang ditawarkan Ahok.

Jadi serangan itu buang-buang waktu secara politik, walaupun ada bagusnya secara komunikasi politik untuk mengirimkan pesan bahwa wacana tersebut tidak bisa diterima.

Tapi ada kelompok masa mengambang yang sebenarnya bisa digarap dan diajak bersekutu, yaitu kelompok kiri, dan masyarakat menengah-bawah. Tapi bukannya diajak bersekutu, sikap komunikasi politik pihak proponen Ahok terhadap mereka yang–bisa–mengubah pilihan atau tidak golput ini, malah dengan arogan diabaikan dan menepis dengan bahasa-bahasa semacam kaum kirik dan sebagainya.

So, there goes the last card.


Oleh: Verdi Adhanta

Iklan

One thought on “Ahok Tumbang Akibat Menafikan Kaum ‘Kirik’ dan Massa Mengambang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s