Cara Mengidentifikasi Sains dan Pseudo-sains


Demarkasi antara sains dan pseudosains harus ditegakkan dengan jelas, dan merupakan bagian dari tugas yang lebih besar untuk menentukan landasan epistemis yang dibenarkan. Dari sudut pandang teoritis, persoalan batas-batas demarkasi adalah perspektif pencerahan yang memberikan kontribusi untuk the philosophy of science yang mana dengan cara demikian bahwa studi tentang beragam kekeliruan dapat berkontribusi terhadap studi mengenai logika informal dan argumentasi rasional. Dari sudut pandang praktis, perbedaan ini penting untuk petunjuk dalam mengambil keputusan, baik dalam kehidupan pribadi maupun publik. Karena sains adalah sumber pengetahuan yang paling dapat diandalkan di berbagai bidang, kita perlu membedakan pengetahuan ilmiah dan mana yang kelihatan mirip ilmiah (padahal bukan). Karena fenomena saintifik sejatinya terjadi dalam masyarakat sehari-hari, maka upaya untuk mengedepankan sains terhadap berbagai klaim, ajaran, isu, dan produk yang cukup umum di masyarakat membuat demarkasi ini sangat penting.

Berikut ini merupakan cara bagaimana kita bisa mengidentifikasi mana yang sains dan pseudo-sains (cocoklogi, kreasionisme, aliran-aliran new age, scientology, dan lain sebagainya). Untuk keterangan lebih lanjut mengenai demarkasi science dan pseudoscience dapat berkunjung ke situs: https://plato.stanford.edu/entries/pseudo-science/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s