Perbedaan Proof dan Evidence


Perbedaan Proof dan Evidence

Dalam bahasa indonesia, proof dan evidence sama-sama diartikan ‘bukti’. Padahal, itu sesuatu yang berbeda. Prooadalah pembuktian secara logika. Sedangkan evidence adalah bukti berupa penunjukan suatu obyek: ‘ini lho ada’.

Karena itu sering terjadi kesalahpahaman, misalnya dialog ini:
A : Tuhan itu tidak ada.
B : Bagaimana pembuktiannya?
A : Lah, kan tidak ada, apa yang mau dibuktikan?

Dalam pengertian A, yang dimaksud ‘bukti’ adalah ‘evidence’. Sedangkan menurut B, yang dimaksud adalah ‘proof’. Dalam hal ketiadaan, evidence tentu saja tidak ada. Lain halnya dengan proof. Negative proving, yang membuktikan ketiadaan sesuatu, bisa dimungkinkan.

Contoh perbedaan proof dan evidence.

‘bilangan ganjil ditambah bilangan ganjil hasilnya genap’

Evidence: 5+5=10, 7+13=20, 1+1=2, 999+1=1000. Itu semua evidence, kita mencari obyek, dalam hal ini persamaan yang memenuhi pernyataan itu.

Proof: bilangan ganjil bisa dinyatakan sebagai 2n+1, dimana n adalah suatu bilangan bulat. Maka penjumlahan dua bilangan ganjil, (2n + 1) + (2m + 1) = 2(n+m) + 2. Baik 2(n+m) maupun 2 itu sendiri bisa dibagi 2, maka hasil penjumlahan itu adalah bilangan genap.

Proof hanyalah berupa uraian, berupa kalimat kalimat yang berisi alur logika bagaimana seseorang sampai pada kesimpulan tersebut. Dalam komik atau novel detektif (buat yang suka membaca komik Conan atau novelnya Agatha Christie), proof ini disajikan di akhir, ketika semua orang dikumpulkan dan si detektif bercerita. Evidence-nya berupa pisau berdarah, berupa pintu yang handelnya rusak, berupa rekaman CCTV, dll.

Maka ketika ditanya ‘bagaimana buktinya Tuhan tidak ada?’, bisa jadi yang dia maksud adalah proof. Carilah suatu bentuk dengan pola seperti ini:

1. Jika Tuhan ada maka pasti terjadi X
2. apakah X terjadi?
3. X tidak terjadi, maka Tuhan tidak ada.
Maka Anda sudah membuktikan Tuhan tidak ada.

Dalam pernyataan seperti ini maka berhati-hatilah pada kalimat nomor 1. Di sinilah titik yang bisa disangkal. Definisikan dulu dengan jelas, apa itu Tuhan. Misalkanlah bahwa Tuhan didefinisikan sebagai suatu entitas yang menciptakan alam semesta, memiliki kesadaran, cerdas, mengetahui segala sesuatu dan berkuasa atas segala sesuatu.

Maka pernyataan 1 jangan seperti ini: ‘Jika Tuhan ada, maka tidak ada orang jahat karena Dia pasti bisa mengubah orang jahat menjadi orang baik.’ Lihat kembali definisinya, apa disebutkan bahwa Tuhan adalah sesuatu yang baik dan membenci kejahatan? Tidak ada. Bisa saja Dia adalah sesuatu yang kejam, sadis, perusak.

Buatlah pernyataan ‘jika begini – maka begitu’ yang semua orang sepakat, baik itu ateis, agnostik, umat kristiani, muslim, yahudi, umat budha, dll. Ini yang susah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s