Mengintip Film NOAH yang Dilarang Lembaga Sensor Film Indonesia


13956680792033687396Saya nggak tahu siapa yang berhak melarang peredaran film di Indonesia, apakah Lembaga Sensor Film, ataukah Menparekraf, atau laskar ormas.  Baru-baru ini film NOAH mendapat perhatian karena dianggap menyalahi kisah Nabi Nuh dalam al-Qur’an. Silakan klik link berita pelarangannya. Di sejumlah negara Timur Tengah, film ini juga dicekal. Mungkin kiblat LSF ya Timur Tengah itu, yang sedikit banyak tidak jauh berbeda dengan lembaga keagamaan di sini.

Film Noah ini juga sedikit banyak mendapat kritik dari pihak Kristen walau tetap tidak reaksioner menuntut pelarangan pemutaran film tersebut. Di artikel ini dijelaskan kenapa cerita Noahnya menjadi melenceng jauh dari Alkitab, dan membuat beberapa orang Kristen yang punya interpretasi sendiri atas Alkitab juga kurang setuju dengan film ini karena melihat kejadian cerita Noah dari sudut fantasi penulis yang punya latar belakang pemikiran sekuler liberal. Beberapa petunjuk cerita tentang nyelenehnya Noah adalah sebagai berikut :

1. Si Noah ini diceritakan merupakan environmentalis, atau semacam aktifis lingkungan, pertama di jaman itu, jadi cerita tentang kejahatan manusia adalah bukan kejahatan biadab melawan moralitas, nilai-nilai kemanusiaan, penghinaan terhadap Tuhan, tapi lebih merupakan kejahatan terhadap alam (hewan, tanaman, bumi) yang mengakibatkan lingkungan saat itu rusak parah.

2. Lingkungan pada masa Noah hidup digambarkan rusak parah, hanya merupakan padang pasir tanpa pohon sama sekali. Noah mendapatkan biji ajaib dari mertuanya Methusalah utk ditanam di tengah padang pasir yang menjadi pohon raksasa bahan utama kapal pengangkut. Mungkin di situ bagian fiksi fantasinya, membuat cerita dalam Alkitab atau Alquran yang punya kisah Nuh juga, setara dongeng biasa lainnya.

3. Noah mendapatkan gambaran ancaman banjir bukan langsung dari Tuhan, tapi dari mimpi yang digambarkan lebih merupakan hasil kegelisahan seorang Noah yangsedang bergulat menghadapi ancaman kerusakan lingkungan parah, sebagai seorang environmentalis, Noah menjadi terganggu kejiwaannya.

4. Keturunan raksasa yang merupakan bagian dari orang orang yang tidak disukai Tuhan karena merupakan pemberontak (kalau di Alquran yang memberontak adalah anak lelakinya sendiri, yaitu Kan’an), di film ini malah menjadi dewa penolong si Noah ini, ikut membantu Noah menyelesaikan kapalnya.

5. Si Noah lebih mikirin binatang dan alam daripada manusia, sehingga menginginkan agar manusia musnah saja dan tidak melanjutkan keturunannya setelah banjir selesai. Eh, ternyata yang masuk ke dalam kapal ada juga perempuan (menantunya) yang hamil dan nggak jadi deh manusia punah.

Begitulah ceritanya mengapa si Noah di film ini menjadi kontroversial karena mengusung semacam agenda ‘go green’ alias konsep environmentalist. Meskipun penggambaran sosok Nuh dan interpretasi riwayat hidupnya jauh dari konsep keagamaan secara umum (seperti dalam Kristen atau Islam), tapi film ini harus tetap diapresiasi dan diputar di Indonesia. Keliru jika LSF atau lembaga lain di negara ini justru melarangnya. Well, jika kita dewasa dan tidak sekanak-kanak LSF atau pihak lain yang menentangnya, kita nggak perlu marah dan melihat itu sebagai ancaman. Harusnya bisa melihat bahwa memang ini bukan film religious, tapi film yang mengangkat isu kekinian dengan mengambil karakter tokoh agama, bukan film agama.

Ini linknya kalau mau dibaca komplit: http://beginningandend.com/russell-crowes-noah-film-a-warning-for-christians/

One thought on “Mengintip Film NOAH yang Dilarang Lembaga Sensor Film Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s