Logical Fallacy Fundies Agama atas Sosialisasi Kondom Menkes


hurex

Dalam budaya patriarki yang demikian kental seperti di Indonesia, perempuan dijadikan sumber dosa bagi setiap kesalahan yang diperbuat pria. Termasuk demikian halnya dengan agama yang pondasi otoritasnya dibangun di atas konsepsi patriarkal maka yang hadir adalah doktrin serba misoginis. Perempuan harus dikungkung sementara lelaki adalah penguasa keliaran dan juga moral. Ketika lelaki coba untuk dibatasi dengan sekaret “kondom” maka mereka ramai-ramai berteriak seraya mengidentikkan bahwa kondom berarti membuka pintu masuk seks bebas.

Kondom melindungi perempuan dari steorotip pencegahan kehamilan yang melulu dikonsumsi oleh perempuan seperti spiral yang ditempel dekat dinding rahim, implan ditaruh di bawah kulit lengan, suntik dan pil. Kondom adalah fakta kemajuan Ilmu pengetahuan yang perlu disikapi dengan positive oleh perempuan. Semua alat kontrasepsi disosialisasikan termasuk kondom. Mengapa ketika semua alat kontrasepsi selain kondom digalakkan tidak ada yang meributkan tentang moral?

Kondom tidak identik dengan seks bebas. Mengapa? Sejatinya kondom adalah salah satu jenis alat kontrasepsi, di mana seorang lelaki yang sudah berkeluarga pun menggunakan kondom tatkala berhubungan badan dengan isterinya. Selain menanggulangi populasi, penggunaan kondom juga praktis, murah, mudah, tidak mengganggu kesuburan, tidak mengurangi produksi ASI, dan tidak menimbulkan gangguan metabolisme.

Nah, kalau ada yang ngotot mengasosiasikan kondom dengan perilaku seks bebas, itu artinya setiap melihat kondom pasti orang tersebut jadi ereksi dan ingin berhubungan seks. Errr, kok jadi seperti fetish kondom ya? Padahal, dorongan seksual itu bukan semata-mata karena ada atau tidak ada kondom. Ada pula kalangan fundies (fundamentalisme) agama yang menganggap program kemenkes “Pekan Kondom Nasional” sama saja dengan mendukung Seks Bebas. Kalau mereka menggunakan analogi seperti itu, bisa saja analogi mereka dipakai untuk menganggap bahwa anjuran memakai helm dan sabuk pengaman  sama saja menyuruh orang untuk kebut-kebutan.

Apakah jika Anda membagikan pisau gratis sama saja Anda menyuruh orang untuk bunuh diri? Adakah orang yang tadinya tidak berniat ngesex mendadak jadi berniat ngesex pas liat kondom?

Dengan atau tanpa kondom orang yang hendak melakukan extra-marital sex tetap saja akan melakukannya. Dengan adanya kampanye kondom maka orang itu diingatkan untuk (paling tidak) bertanggung jawab menjaga kesehatan diri (dan pasangannya). Sebagaimana dikatakan di atas bahwa kondom hanyalah alat kontrasepsi. Lagipula Hubungan sex misal dengan pacar atau partner dan tidak melakukan dengan orang lain itu bukan freesex.

Apa sih definisi freesex alias seks bebas? Apakah seks bebas itu seks dengan gonta ganti pasangan, atau melakukan seks sebelum menikah?

Orang yang sudah menikah atau belum menikah bisa saja melakukan seks, tapi untuk gonta-ganti pasangan? Tidak semua orang yang melakukan seks sebelum menikah (pre-marital sex) bergonta ganti partner. Pasangan yang belum menikah yang berkomitmen dalam kesetiaan dan tidak melakukan sex dengan orang selain pasangannya biasanya disebut premarital sex. Hanya karena mereka melakukan sex sebelum menikah bukan berarti mereka gonta-ganti pasangan sex seenak jidatnya. Tapi bandingkan dengan pelaku poligami atau nikah siri? mereka jelas bergonta-ganti pasangan kan?

Lagipula kondom punya manfaat lain di luar urusan seks. Tentara Amerika dan tentara dari negara-negara lain yang bertugas di gurun pasir Saudi Arabia dan negara-negara Timur Tengah lain perlu kondom dalam jumlah besar. Untuk apa? Untuk menutup lobang laras senapan mereka sehingga tidak dimasuki pasir halus.

Memang pikiran kaum fundies tidak lebih dari sekadar Logical Fallacy yang dibangun mereka. Sebagai contoh MUI. Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengirimkan surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait program penggunaan kondom Kementerian Kesehatan.

Jadi ingat Fatwa Suntik Polio, Mullah lokal di pegunungan Pakistan telah melarang para ibu mendapat suntikan polio bagi anak-anaknya; mereka mengklaim suntikan itu adalah persekongkolan Barat utk mensterilisasi anak-anak muslim. Fatwa sebaliknya yang menentang fatwa tersebut datang dari sebuah kelompok Islam besar tapi tidak mampu mencegah fatwa sang Mullah lokal. Nigeria juga punya pengalaman yang sama dengan mullah setempatnya, hasilnya, bukannya mencegah penyebaran penyakit menular, tapi malah memperluas penyebaran penyakit ini ke 12 negara lain hanya dalam 18 bulan saja.

Logical Fallacy para fundies menyerang pola pikir orang Indonesia. Urusan kondom disamaratakan dengan penyebaran seks bebas. Coba lihat di Turki, bahkan ada Sex Shop yang juga menjual kondom. Namanya hari AIDS untuk sosialisasi pencegahan HIV yang salah satunya lewat program safesex, yaitu dengan menggunakan alat kontrasepsi. Kenapa sepertinya sengaja dibelokan seakan kondom itu untuk freesex ya? Lagian kalau mau sengaja menularkan AIDS bisa aja kan kawin kontrak/siri/poligami karena gonta-ganti pasangan juga.

Kalau di negara lain menganggap kondom untuk mengoptimalkan pencegahan. Kalau di Indonesia masih sekitar membahas tentang moralnya. Ada yang bisa menjamin kalau tidak ada kondom, apakah moral Indonesia akan lebih bersih? Jika masyarakat kita mengaku bahwa moral mereka “bersih” maka mereka tidak akan gonta-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa kondom. Kondom itu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mencegah penyebaran penularan penyakit kelamin, mencegah over populasi penduduk. Tanpa kondom akan tetap ada seks termasuk yang gonta ganti pasangan dalam biduk pernikahan (poligami, siri, kawin kontrak, dll).

Salah satu upaya mudah pencegahan, pengendalian dan pengawasan AIDS adalah melokalisasi prostitusi dan Seks Edukasi. Kalau lokalisasi prostitusi sudah diobrak-abrik, dan sex education dianggap ngajari ngeseks, upaya selanjutnya adalah kondomisasi. Kalau upaya edukasi dan pembagian kondom gratis masih ditentang juga. Perlu ada kebirisasi? Ada tawaran dari MUI dan FPI, Syariatisasi katanya. Take beer!

ps. Walah, beli kondom aja kantongnya udah kembang kempis kok mau piara banyak istri…. Piye toh iki?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s