Sesama Penganut Agama Impor Tak Perlu Bermusuhan


Cuma mau share opini;

Ada pertanyaan begini, “Sebenarnya agama asli kita apa sih?”

Ketika kita bicara kebudayaan semacam pakaian seperti Batik, kita bisa mengklaim bahwa batik adalah asli dari Indonesia meski banyak sekali yang membantah soal itu. Kerajinan menggambar di kain itu sudah dikenal sejak masa Highlander di Skotlandia, sedangkan peradaban Nusantara adalah peradaban yg baru, katanya begitu. Namun bangsa ini sudah terlanjur mengiyakan dan menyepakati bahwa Batik asalnya dari Indonesia.

Nah, membicarakan agama, sesungguhnya Agama juga produk sosial budaya. Oleh karena itu, muncul pertanyaan agama asli orang Indonesia apa? Sebab ketika kita bilang Islam maka banyak sanggahan “itu Arab” dan Islam diidentikkan pemeluknya sendiri dengan ke-arab-araban. Tapi kalau mau jujur; semua agama yg sering dibilang rumpun semit atau ada yg pake istilah agama samawi, apapun itu, Yahudi-Kristen-Islam berasal dari daerah Timur Tengah yang dipenuhi gurun pasir. Ada yang dari daerah gunung Sinai seperti ketika Musa menerima 10 perintahnya, ada yg dari Nazareth, tapi ada pula dari daerah Mekah.

Lalu kita berpindah sebentar kepada agama Hindu, Budha, dan Konghucu. Ketiganya berasal dari daerah yg berbeda dari Timur Tengah. Tapi ternyata pemerintah Indonesia cuma mengakui Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan konghucu. Karena pemeluk mayoritas agama di negara ini adalah muslim maka agama Islam sering jadi sasaran kekesalan dan hujatan secara general. Hujatan dan ledekan itu sejatinya bukan karena mayoritas umat di Indonesia beragama muslim. Tetapi karena kekonyolan demi kekonyolan yang mengatasnamakan Islam, atau membawa-bawa Islam.

Andaikan negara ini negara sekuler, di mana agama dipisahkan dari pemerintahan dan masuk ruang privat, cercaan itu akan berkurang. Di Perancis misalnya, beberapa tahun belakangan ini setiap tahun rutin ada tindak kerusuhan oleh para pemuda imigran yang mayoritas Islam, tapi media tidak memberitakan bahwa yang merusuh adalah umat Islam. Alih-alih media memberitakan sekelompok pemuda. Demikian pula yang baru beberapa waktu lalu terjadi di Norway, padahal di video perusuh sambil berteriak “Allahu Akbar”, tapi media juga tidak memberitakan perihal agamanya. Kalau sekularisme diterima dengan baik serta memanipulasi agama sebagai dagangan sudah tidak laku lagi, maka kasus pejabat korupsi tidak akan disinggung soal agamanya, naik hajinya, naik hajjahnya. Pemimpin beda agama tidak akan dipersoalkan apa latar belakang agamanya lagi.

Lalu timbul pemikiran di benak saya; jika semua agama yang diakui pemerintah ini adalah agama impor maka untuk apa kita saling menyalahkan. Kita sama-sama menggunakan produk budaya impor, mungkin bukan asli dari leluhur kita dulu ketika belum ada Indonesia dan masih berwujud Nusantara. Apakah seperti yang sering kita pelajari di sekolah dulu soal animisme dan dinamisme? Aduh, saya kurang percaya dengan buku diktat dan kurikulum pemerintah. Atau memang kepercayaan orang-orang Nusantara di zaman baheula adalah memang pagan.

Bicara soal Pagan, di Eropa ajaran Pagan bisa digusur dengan menyebar Kristen yang berasal dari Timur Tengah itu. Sedangkan di Indonesia ini, agama seperti Budha dan Hindu sering dibilang agama pagan karena mengakui dewa-dewa dan tidak monotheis. Sementara itu, umat Hindu dan Budha di Indonesia menyatakan bahwa mereka adalah monotheis; menyembah Tuhan yang Esa sebagaimana bunyi sila-1 Pancasila. Bahkan jika orang-orang dulu adalah penganut pagan maka agama yang menggusur kepercayaan mereka sekarang adalah Islam dan Kristen.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa masuknya agama-agama impor secara silih berganti ke bumi Nusantara ini telah mengikis religiusitas dan spiritualitas orang-orang yang pernah mendiami kepulauan sebelum Indonesia berdiri. Jadi, sesama penganut agama impor, mari kita menyadari diri sendiri bahwa saling memerangi dan memusuhi merupakan kebodohan belaka. Kita ini saudara sebangsa, jangan terkotakkan dengan sekat agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s