Polemik Lurah Susan Menuai Blunder Gamawan Fauzi (?)


Orang Berpikiran Dangkal Membicarakan Kedangkalan Pikiran Mereka

Sekiranya judul itu merupakan refleksi sederhana dari seorang kawan dalam sebuah diskusi kecil atas kejadian protes warga Lenteng Agung yang ingin agar lurah Susan diganti. Mengapa dangkal? Karena alasan yang digunakan adalah alasan agama, apalagi soal remeh seperti penggunaan assalaamualaikum yang katanya sudah berganti selamat pagi, good morning, atau bonjour. Okelah mungkin untuk morning dan bonjour adalah bahasa asing. Tapi kalau mau diposisikan sebagai bahasa asing, semestinya kita bisa melihat bahwa assalaamualaikum juga bahasa asing, yaitu bahasa Arab. Pasalnya, sebagian besar orang di negara ini mengultuskan bahasa itu karena berasal dari Arab. Bahkan apa saja yang asalnya dari sana langsung digarisbawahi sebagai bagian dari Islam.

Inilah mengapa perlunya kita mendesakralisasi bahasa Arab karena bahasa adalah produk budaya, dan sebagai produk budaya maka Arab tak lebih dari bangsa, budaya, sosio-politik, yang semuanya tidaklah taken granted dari langit menjadi sesuatu yang sakral, suci, tabu, dll. Malahan kalau melihat ke dalam jati diri kita sebagai bangsa Indonesia, justru kita harus bangga dengan bahasa kita sendiri. Penggunaan selamat pagi tidaklah keliru.

Polemik soal yang menjadi alasan dan landasan protes warga tersebut, dalam pandangan kawan saya adalah sangat dangkal. Mengapa yang dibahas persoalan identitas kebangsaan dibenturkan dengan identitas keagamaan (jika Arab bisa dikatakan sebagai identitas agama bagi penduduk muslim di negeri ini)? Mengapa tidak soal korupsi, kolusi, dan nepotisme. Paling tidak soal kinerja sang Lurah itu sendiri, apakah kinerjanya benar-benar melayani publik  atau tidak. Isu tersebut kemudian semakin renyah dan memanas tatkala dimotori gerakan-gerakan syariatisasi dari berbagai kalangan ormas berbau keagamaan.

“Mengaku melakukan aksi damai, tapi memaksa Lurah untuk menerima keranda sudah merupakan pelanggaran hukum. Menggunakan agama hanya untuk membenarkan pandangan yang sempit seharusnya tidak boleh terjadi. Apalagi warga jadi bingung, karena melihat kinerja Lurahnya baik, tapi para pendemo malah mengganggu. Semoga pihak kepolisian dapat segera menuntaskan masalah ini dengan memproses orang-orang yang melanggar hukum.” begitu kata salah satu tulisan di kompasiana.com

Perihal pendiskereditan seperti ini terjadi di mana-mana, mungkin tidak cuma di kelurahaan yang satu ini dan sudah begitu mengakar di Indonesia. Lantas dianggap sah-sah saja. Ironisnya lagi, Menteri Dalam Negeri pun ikut menimpali dengan serius dan menyarankan kepada Jokowi agar sang Lurah diganti, dipindah, dan seabrek usulan lain. Alasan yang bermodalkan primordialisme sesungguhnya tidak akan ampuh jika warga semakin lama semakin cerdas serta rasional. Coba lihat saja reaksi pemerintah antara kasus Lurah Lenteng Agung Jakarta dengan Bupati Blitar Jatim. Penggunaan good morning oleh Lurah Lenteng Agung yang didemo kalangan fundamentalis agama, seolah pemerintah tuli, sedangkan ancaman penutupan sekolah Katholik oleh Bupati Blitar bila tidak menyediakan guru agama Islam yang diprotes wali murid/murid malah ancaman tersebut dikuatkan atau didukung oleh pemerintah melalui tangan Kadiknas.

Dari sebuah situs berita, alasan paling mengada-ada ialah soal mengganti ucapan assalaamu’alaikum, tak hadiri pengajian, dan agamanya berbeda dengan mayoritas warga. Apakah kalau berbeda akan ada isu pemurtadan? Lagi-lagi persoalan isu primordial seperti ini tengah dimainkan oleh elit politik, terlebih menjelang 2014. Rakyat bertambah bodoh. Mungkin saja jika kedangkalan massal diterima menjadi keseragaman pola pikir dan paradigma maka tidak akan dipandang menjadi sesuatu yang dangkal lagi.

One thought on “Polemik Lurah Susan Menuai Blunder Gamawan Fauzi (?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s