Mau Jadi PNS Bayar 150 Juta, Bisa Dicicil 2 Kali


Malam itu, ketika aku telah bersiap-siap untuk tidur, bapak memanggilku. Aku bertanya-tanya ada hal penting apa yang membuat bapak ingin berbincang denganku di malam yang mulai larut. Bapak memintaku duduk di depannya. Aku perhatikan raut mukanya. Terlihat begitu serius. Aah.. perasaan jadi tidak nyaman karenanya.

Bapak mulai bicara. Baru-baru ini ada seorang kenalan yang menghubunginya. Mengatakan padanya bahwa dia bisa membantuku menjadi PNS dengan membayar 150 juta rupiah. Aku tertawa mendengarnya. Aku bilang, “nggak usah jadi PNS lah Pak kalau harus bayar dulu sebanyak itu, 10 tahun juga nggak bakal balik uang itu, mati gaya aku Pak”

Bapak tidak menanggapi gurauanku, malah kelihatan semakin resah. “Kalau kamu mau nduk, sawah yang beberapa petak itu bisa Bapak jual, sawah itu tidak akan cukup untuk hidupmu, tapi jika dijual untuk kamu jadi PNS, gajimu cukup untuk hidup, jika dari sawah saja belum cukup, beberapa sapi itu juga bisa dijual, kata mereka tidak akan ada yang bisa menjadi PNS kalau tidak dengan cara itu Nduk”, kata Bapak panjang lebar.

Aku terkejut mendengarnya. Syok. Ah, Bapak. Kau membuatku merasa menjadi anak tak tahu diri. Anak durhaka nan egois. Aku tidak akan mungkin membiarkanmu menjual sawah peninggalan Mbah Buyut hanya agar aku menjadi PNS. Menjual sapi yang hanya beberapa itu juga.

Aku jelaskan pada Bapak, aku memang ingin menjadi PNS, dan aku juga tahu Bapak ingin melihatku menjadi PNS, tapi tidak dengan cara seperti ini. Aku berusaha meyakinkan Bapak bahwa itu bukan satu-satunya cara menjadi PNS. Dan yang jelas bukan cara yang benar. Memang sudah menjadi rahasia umum jika ada banyak “titipan” dalam seleksi CPNS. Tapi masih ada keyakinan di dalam diri kalau masih ada kemungkinan bisa lolos tes tanpa harus membayar ratusan juta.

Bapak masih kelihatan ragu, “bayarnya bisa dicicil 2 kali kok nduk“ katanya. Hahahaaa…. Yang ini semakin membuatku ingin tertawa. Tapi aku tahan karena tidak tega melihat Bapak yang kelihatan amat sangat serius. Kalau bayarnya boleh dicicil, nanti SK-ku dikasihnya juga nyicil dong, amplop duluan, SK-nya belakangan😀

Butuh waktu hampir 2 jam untuk meyakinkan Bapak bahwa bukan itu yang aku mau. Hingga akhirnya Bapak menyerah.

Aku begitu bangga menjadi anak Bapak, anak seorang Petani, yang menanam berbagai tanaman kebutuhan pangan. Bangga karena Bapak menanam padi tiap tahunnya, hingga keluarga kami tidak kekurangan makan, tidak pernah tidak punya beras, sedangkan banyak keluarga lain yang masih harus membeli beras untuk makan.

Apa jadinya jika Bapak menjual sawahnya, kemudian harus menyewa sawah yang lain untuk bercocok tanam? Aku akan merasa bersalah seumur hidupku.

sumber: kompasiana febby lita

Bapak, bantulah aku dengan doa. Jangan jual sawahmu hanya agar aku menjadi PNS.

One thought on “Mau Jadi PNS Bayar 150 Juta, Bisa Dicicil 2 Kali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s