Menolak Miss World Tapi Mendukung Tes Keperawanan, Bagaimana Dengan World Muslimah?


Ketika ada isu tes keperawanan, tak sedikit orang yang mendukung. Sejumlah ormas dan lembaga keagamaan menyetujui apabila dibentuk suatu peraturan agar anak-anak sekolah dites keperawanannya. Mereka menganggap tes keperawanan adalah sebagai gerakan dan juga tameng moral untuk melindungi remaja belia. Namun tatkala ajang Miss World bergulir sebentar lagi di negeri ini, mereka juga menggunakan alasan “menjaga moral” untuk menolaknya. Terkesan moralitas sudah dikangkangi oleh para penjaga moral itu sendiri.

MUI boleh mengeluarkan petisi penolakan Miss World dengan “fatwa” atau “tausiyah”-nya. Namun pro dan kontra itu adalah hal biasa, yang lebih konkret sebenarnya adalah ajang Miss World Muslimah 2013 yang diadakan oleh Founder dan CEO World Muslimah Foundations, Eka Triyatna Shanty. Setidaknya bisa dibilang sebagai tandingan dari acara Miss World.

Mungkin ada kaitannya dengan psikologi kita sebagai apa yang sering diistilahkan “Orang Timur”. Tapi jika dibilang “Orang Timur” mempunyai moralitasnya sendiri dan berbeda dengan Barat, toh ada banyak perbedaan di antara bangsa-bangsa Timur itu sendiri. Jepang dan Indonesia sudah jelas berbeda. Tapi di Indonesia ini, seksualitas adalah barang tabu dan aib sehingga hal itu harus ditutupi serapat mungkin. Terlebih jika menyentuh soal seksualitas perempuan.

Meskipun pihak panitia mengatakan meniadakan agenda yang menampilkan pose bikini kepada peserta, tapi cikal bakal Miss World sendiri adalah kontes bikini. Alasan historis ini yang terus diungkit. Ketika kita mengajukan pertanyaan; “Mengapa perempuan tidak boleh memamerkan kecantikannya? Apakah memamerkan kecantikan identik dengan merendahkan martabat diri dan tidak bermoral?” maka kita akan dihadapkan pada pertanyaan lain; “Apakah Anda rela membiarkan anak Anda berpose bikini dan dipertontonkan tubuhnya di hadapan banyak orang?”

Perempuan juga punya seksualitasnya sendiri sebagaimana pria. Mereka juga bergairah ketika melihat tubuh pria yang telanjang. Coba saja kalau Anda pernah lihat ajang pria-pria berotot yang diadakan salah satu produk minuman suplemen bagi pria-pria yang gemar melakukan olahraga angkat beban. Para pria itu berjalan di catwalk dengan menampilkan otot-otot tubuh dan paras mereka kepada penonton yang banyak dihadiri kaum hawa. Apakah Anda berpikir bahwa perempuan-perempuan itu “adem ayem” saja?

Mengapa ketika ada ajang Miss World yang menampakkan anggota tubuh mereka, kontan kita berteriak moral? Apakah Anda sebagai lelaki serta merta terangsang libido seksnya hanya karena melihat paha terbuka, dada terbuka yang ditampilkan secara elegan di depan publik? Atau justru apa karena lelaki “Orang Timur” mudah bergairah melihat pameran anggota tubuh perempuan yang terbuka itu maka kita berusaha menentukan bagaimana perempuan berpakaian di depan kita?

Namun dari beberapa isu yang mencuat belakang ini maka bisa dilihat bahwa paradigma atau mindset orang Indonesia mengenai moralitas adalah apa saja yang datang dari agama. Misalnya persoalan moralitas untuk perempuan, semua menjadi sesederhana; “terbuka” berarti tak bermoral, “tertutup” berarti bermoral. Apabila Miss World yang “terbuka” itu kerap dibilang eksploitasi perempuan oleh kapitalisme yang notabene berasal dari dunia Barat, lantas beranikah ada yang berkata bahwa Miss World Muslimah adalah bentuk lain eksploitasi perempuan oleh agama?

2 thoughts on “Menolak Miss World Tapi Mendukung Tes Keperawanan, Bagaimana Dengan World Muslimah?

  1. ora penting says:

    heduw..anda lebih tau ttg diri anda..sisi lain adalah gaya anda..anda pernah di pesantren dan anda lebih tau ttg peraturan..apakah cara berfikir seperti anda yang Tuhan kita inginkan?anda pasti lebih tau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s