Kronologi Politisasi Agama di Indonesia


Ini model politisasi agama yang dilakukan oleh agama mayoritas di Indonesia yang wajib diketahui oleh anak-anak muda yang hidup di era FB, supaya jangan dibodohi terus.

1. 2 Januari 1946 sebagai imbalan bagi umat Islam yang suka sewot dibentuklah Kementrian Agama, tujuanya untuk mengurusi Islam, Kristen dan Katolik, salah satu kerjanya berupaya menjadikan abangan/kepercayaan menjadi Muslim. Pada perakteknya 70 % mungkin lebih sebenarnya untuk mengurusi keperluan umat Islam terutama para Islamisnya.

2. Tahun 1952: agama didefinisikan secara legal dengan unsur (punya konsep tentang Tuhan (Tuhan dikonstruksi lewat definisi oleh manusia), memiliki nabi dan kitab suci, sistem hukum, diakui secara internasional), bersamaan dengan itu Hindu, Buddha, Konghuchu harus direkonstruksi dan Agama lokal dianggap “Belum beragama”, kemudian menjadi target dakwah/misi, dengan isu “Kembali ke agama induknya”

3. Tahun 1955: pembentukan Badan Kongres Kebatinan Indonesia diprakarsai oleh Diknas yang menuntut perlakuan sama dengan “agama”. BKKI berkembang pesat, Umat Islam cemas dan menghkhawatirkan, umatnya berkurang.

4. Tahun 1958, “Agama Hindu, Budha, Konghucu dikonstruksi secara resmi (didefinisikan secara rasional dan monoteistik). sehingga memenuhi definisi “agama”; sesuai dengan nalar mayoritas.

5. Tahun 1965: PNPS yang lalu menjadi UU Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama dan diresmikan hanya ada 6 agama.(Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budah dan Konghucu) hanya ada di Indonesia lo Protestan dan Katolik jadi agama sendiri-sendiri. (nanti saya jelaskan apa sebabnya).

6. Pada 30 September 1965 muncul gerakan yang masih misteri sampai sekarang yang disebut G.30 S. Maka Organisasi agama khususnya Islam dengan militer berselingkuh untuk menumpas komunis, kecuali Kristen terutama Katolik yang memberikan perlindungan pada yang tertuduh komunis. Maka curigalah umat Islam dengan Kristen yang dianggap melindungi.

7. 1967. Karena kebetulan Soekarno punya hubungan baik dengan Peking RRT saat itu, maka Konghucu yang lahir di Daratan China dicurigai mambu Komunis. Maka melalui inpres No. 14 tahun 1967, sekalipun tidak langsung mencabut nyawa agama Konghucu, namun mulai dinafikan keberadaannya.

8. Pada 1967 terjadi konversi besar-besaran ke dalam agama, dan karena Konghucu mulai dianggap tidak diakui, sebagian mereka masuk Budha dan Kristen. Muslim kaget lo kok jumlah non muslim terutam Kristen yang semua hanya 2 – 3 % membengkak menjadi 6 -7 %. Dibangunlah isu Kristenisasi (saya setuju sebagai sesama agama pasar yang diecer tentu terjadi rebutan penyebaran agama terutama Islam dan Kristen). Seharusnya sesama tukang ecer agama yang jangan saling mengkafirkan.

9. Bulan Juli 1967 sebagian daerah mayor Muslim ngamuk karena jumlah presentase Kristen naik. maka terjadilah pembakaran gereja pertama di Orde Baru antara lain kasus Meulaboh, disusul pembakaran 20 Gereja di Makassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s