Stop Memuji Toleransi di Indonesia


 sumber: http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/03/11/2/541007/stop-memuji-toleransi-di-indonesia.html

Toleransi adalah sifat atau sikap toleran; batas ukur untuk penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan atau diterima; penyimpangan yang masih dapat diterima; bertoleransi, bersikap toleran; menoleransi, mendiamkan; membiarkan: Pada ranah hubungan sosial, maka toleransi juga bisa bermakna saling menerima dan menghargai, walaupun dalam/ada perbedaan.

Sehingga toleransi pun, bisa dibawa ke hubungan sosial manusia yang berbeda iman, agama, kedudukan, status sosial, dan seterusnya. Dengan makna serta perluasan arti toleransi tersebut (di atas) maka tentu manusia di berbagai belahan planet Bumi, mampu menikmati hidup dan kehidupan bersama secara berdampingan, sejajar, dll., dengan damai, aman, tenteram. Hidup bersama dengan damai itu, juga telah ada pada manusia Nusantara, manusia Indonesia pada masa lalu dan sekarang sehingga Indonesia disebut juga negeri yang ramah (menurut penilaian orang-orang dari LN) serta sangat toleran terhadap  banyak hal; ini membuat bangga banyak orang Indonesia.

Tetapi, nanti dulu; itu dulu, pada masa lalu, satu dua dekade yang silam dan berlalu. Kini, di sini, dan sekarang, Indonesia bukan lagi negeri yang mengedepankan toleransi dalam arti yang sebenarnya, tapi toleransi dari sisi lain; sisi lain toleransi sisi yang justru merusak negeri ini.

Hal tersebut terbukti dari laporan Human Rights Wactch (HRW),  khususnya pada halaman halaman 323 – 329, yang menyangkut pelanggaran HAM terjadi di Indoneisa selama tahun 2012. Berdasar laporan-laporan yang didapat oleh Human Rights Watch, melalui Wakil Direktur HRW Asia, Phelim Kine, menyerukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemerintah Indonesia secara keseluruhan,

“Intoleransi beragama dan kekerasan yang terkit dengan itu, kini sedang meningkat di Indonesia dan satu hal yang menjadi alasan kenapa itu meningkat, adalah karena pemerintah gagal bertindak tegas menghentikannya. Pemerintah harus mengambil pendekatan nol toleransi untuk mengadili para pelaku … Oleh sebab itu, komunitas internasional agar berhenti memuji toleransi di Indonesia, … pernyataan seperti menghasilkan sebuah perasaan diantara para pemimpin Indonesia bahwa tidak perlu ada perubahan signifikan dalam hukum, kebijakan atau tindakan.”

Sayangnya, laporan HRW sejak Februari lalu, hanya ditanggapi ringan dan (berisi bantahan-bantahan) oleh pemerintahan SBY melelau juru bicaranya; lebih dari tidak ada. Jadi, tidak terlihat adanta niat untuk memperbaiki keadaan (yang telah rusak dan dirusakan), melainkan tetap mempertahankan bentuk-bentuk intoleransi di tumbuh dan berkembang di negeri ini.

1362974122428622379

Atau, kita di negeri ini, lebih suka TOLERANSI yang berbeda di/dari tempat lain; dan merupakan sisi lain dari toleransi atau toleransi dari sisi lain; silahkan simak.

  • TOLERANSI terhadap intoleran
  • TOLERANSI terhadap kaum agama yang bertindak BRUTAL atas nama agama; di negeri ini kelompok-kelompok preman atas nama agama, boleh melakukan tindakan brutal terhadap semua yang menurut mereka tidak sesuai dengan perintah agama mereka;
  • TOLERANSI terhadap penindasan terhadap agama-2 serta kepercayaan minoritas; di negeri ini dibolehkan untuk melakukan pembakaran properti kelompok minoritas, pengusiran, bahkan menjarah harta milik kelompok aliran keagamaan;
  • TOLERANSI terhadap pengrusakan – kebrutalan tempat ibadah; di negeri boleh membom, merusak, membakar tempat-tempat ibadah agama-aliran keagamaan yang minoritas
  • TOLERANSI terhadap radikalisme atas nama agama; di negeri ini, boleh menghina ajaran agama-agama serta aliran minoritas
  • TOLERANSI terhadap pembunuhan atas nama agama
  • TOLERANSI terhadap penghujatan terhadap agama-agama melalui PENGERAS SUARA
  • TOLERANSI terhadap koruptor; di negeri ini, para koruptor bisa bebas merdeka, dihukum ringan, bahkan menjadi terhormat; dan juga bisa dihukum ringan jika hasil korupsi disumbangkan ke/pada lembaga keagamaan
  • TOLERANSI terhadap pejabat – pejabat pemerintah yang mengeluarkan KEBIJAKAN RASIS – RASIALIS, yang atas nama kuasa dan kekuasaan, melakukan PELECEHAN terhadap umat beragama
  • TOLERANSI terhadap para pelanggar dan penjahat ham;  di negeri ini, sebisa mungkin melindungi para penjahat kemanusiaan; penjahat – pelanggar ham, serta para politisi busuk dan juga hanya di negeri ini, segala bentuk tersangka kejahatan bisa bebas atau pun mendapat hukuman yang ringan jika mempunyai UANG, KUASA, dan KEKUASAAN; [termasuk] TOLERANSI HUKUM terhadap anak pejabat, mereka boloh dihukum ringan, walau memang kedapan bersalah

One thought on “Stop Memuji Toleransi di Indonesia

  1. Terima kasih atas post ini, yang membuktikan lagi bagi saya, bahwa bukan cuma saya yang muak dengan evolusi negatif dalam negeri ini.

    Semua yang Anda tulis di sini benar, dan saatnya sudah lama tiba bagi pemerintah untuk bertindak. Sayangnya pemerintah dan “wakil rakyat” masih saja bebal dan mengurusi hal-hal tidak penting seperti RUU pornografi, kumpul kebo, dan santet—sampai perlu “studi banding” segala ke Eropa.

    Masalah lain juga, rakyat pada umumnya cuma bisa mengeluh dan tidak ada tindakan yang konkrit. Mungkin seperti saya, kebanyakan dari mereka juga merasa putus asa dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan.

    Banyak juga yang mbohwat dan mengesampingkan kegagalan pemerintah ini seperti “sudah biasa”, “memang dari dulu begitu”, dll. Jadi hanya nrimo saja tanpa protes dan bertindak.

    Ini memang generalisasi, tapi kenyataan yang saya lihat di socmed dan sehari-hari seperti itu.

    Sebelum ada tindakan konkrit dan bundel suara rakyat sehingga mencapai sebuah kekuatan yang tidak bisa diabaikan oleh pemerintah; sebelum ada perubahan radikal atau revolusi dari kinerja dan mentalitas pemerintah; saya rasa laporan dari riset sebagus ini pun, sedikit percuma.

    Ah, tapi mungkin saya terlalu pesimis. Semoga saja begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s