Kepalsuan Injil Barnabas


Tidak sedikit umat Muslim mengutip ayat-ayat dari Injil Barnabas untuk menyerang ke-Kristenan. Terkadang juga mereka mengutip ayat dari Injil ini. Tujuannya untuk memperkuat pernyataan mereka, bahwa nabi mereka adalah benar nabi terakhir dan penyempurna. Bahkan, yang terbaru dikabarkan bahwa injil barnabas asli telah ditemukan di Turki dan sengaja disembunyikan pemerintah Turki agar tidak menimbulkan kegemparan bagi umat Kristiani. Pastilah orang-orang yang gemar membanding-bandingkan isi kitab suci amat gembira karenanya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat mendiang Dr. Abbas Mahmoud al-Aqqad. Seorang guru besar terkenal di Universitas al-Azhar di Cairo, Mesir. Dia mengajak umat Muslim sedunia untuk menjauhkan diri dari Injil Barnabas. Dalam bukunya “Hayatul Masih fit Tarikh was Kusyufil ‘ashril Hadits”, (Cairo: Darul Hilal) ia menguraikan kepalsuan Injil tersebut.  Ia berkesimpulan kitab ini bukan saja menyerang ajaran agama Kristen tetapi juga Islam.

Injil Barnabas Bertentangan Dengan Al-Quran

Sangat masuk akal bila mendiang Dr. Abbas Mahmoud Al Aqqad mengatakan Injil Barnabas palsu. Sebab terdapat beberapa ajaran dalam Injil Barnabas yang bertentangan dengan Al-Quran.

Pertama: Mesias adalah Isa, Bukan Muhammad

Al-Quran dengan jelas mengatakan Mesias adalah Isa Al-Masih dan bukan Muhammad. Al-Masih berarti Messiah atau Mesias. Sebaliknya, Injil Barnabas mengatakan “Muhammad adalah Mesias, dan Isa selalu menyangkal bahwa Ia bukan Mesias” (Lihat bab 3, 42, 82).

Sungguhkah Mesias itu adalah Muhammad putra Abdullah dan bukan Isa Al-Masih putra Maryam?

Kedua: Langit Ada Tujuh, Bukan Sembilan

Surah Al-Baqarah ayat 29 mengatakan langit ada tujuh. Juga Surah Al-Isra ayat 44 memberi pernyataan yang sama. Tetapi Injil Barnabas bab 178 dengan tegas mengatakan bahwa langit ada sembilan. Sepertinya penulis kitab ini membaca tulisan Dante yang mengarang khayalan terkenal “Divina Commedia” tentang sembilan langit menuju Firdaus.

Mana yang benar – sembilan atau tujuh?

Ketiga: Seorang Pria Dapat Menikahi Berapa Wanita?

Menurut Qs. 4:3, “seorang laki-laki dapat menikahi dua, tiga, empat wanita” sekaligus. Bahkan Qs. 70:30 menambahkan keempat isteri tersebut adalah “selain budak-budak yang mereka miliki.” Hal ini bertentangan dengan ajaran Injil Barnabas yang mengatakan, “hendaklah seorang lelaki puas dengan seorang wanita yang dikaruniakan Allah baginya dan hendaklah dia melupakan wanita lainnya” (Injil Barnabas bab 115).

Manakah petunjuk Allah yang sesungguhnya – empat atau satu?

Keempat: Adakah Maryam Mengalami Sakit Saat Melahirkan?

Saat melahirkan Isa Al-Masih, “Maryam mengalami rasa sakit saat melahirkan” (Qs 19:23). Sedangkan Injil Barnabas bab 13 mengatakan, “Maryam ‘dikelilingi oleh cahaya terang yang luar biasa, seraya melahirkan puteranya tanpa sakit.”

Manakah yang benar – Siti Maryam sakit pada waktu melahirkan atau tidak?

Kelima: Allah Membebaskan Manusia?

“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (Qs 17:13).

“Ketika Allah menciptakan manusia dengan kebebasan agar dia boleh mengetahui bahwa Allah tidak membutuhkan manusia, sama seperti seorang raja yang memberikan kebebasan kepada hamba-hambanya.” (Injil Barnabas bab 155)

Perhatikanlah dua ayat di atas, bukankah keduanya saling bertentangan?

Sedikit mengutip pendeta Kristen Protestan, Ihsan Ozbek, yang meragukan keabsahan Injil Barnabas. Alasan dia cukup kuat. Pertama, memang benar ada murid Yesus bernama Barnabas yang hidup semasa dengan Yesus. Itu berarti, Barnabas hidup sekitar tahun 1 Masehi. Kedua, Injil Barnabas diperkirakan dibuat pada 500 Masehi atau 600 Masehi.

Dengan demikian, kata Ihsan, tidak mungkin Injil milik Pemerintah Turki itu ditulis oleh Barnabas. Ia menduga, Injil itu ditulis oleh murid Barnabas. “Umat Islam mungkin kecewa melihat kalau kitab ini salinan dan tidak seperti yang mereka harapkan. Bahkan, kitab ini bisa jadi bukan Injil Barnabas,” kata Ihsan.

Aydogan Vatandas, wartawan harian terkemuka di Turki, Zaman, yang menulis dua buku tentang Injil Barnabas, mengatakan, kitab itu memang ditulis dalam bahasa Aramaic. Bahasa ini sekarang nyaris punah dan kemungkinan komunitas yang masih menggunakannya ada di Damaskus, Suriah.

Menurut Vatandas, dinas intelijen Turki sangat tertarik pada Injil ini. Mereka menugaskan pakar bahasa Aramaic, Hamzah Hocagil, untuk menerjemahkan sejumlah bagian Injil ini dalam pengawasan ketat. Namun, Hamzah mengungkapkan kepada wartawan kalau ia menerjemahkan Injil itu. Ini membuat militer dan intelijen Turki menghentikan proyek penerjemahan.

Dari risetnya, Vatandas belakangan menemukan kalau Injil Barnabas rupanya bukan satu versi. Ada tiga versi kitab itu yang ditulis oleh murid Barnabas. Di pasar barang antik, bila benar ini Injil Barnabas, sudah ada yang membanderol harga nya setinggi langit. Untuk kitab Barnabas yang asli dihargai 28 juta dolar AS atau setara Rp 262 miliar, sementara salinannya seharga 1,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 15,9 miliar.

sumber: http://www.isadanislam.com/kepercayaan-orang-islam/guru-besar-islam-mencap-injil-barnabas-injil-palsu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s