Tertipu Satu Juta Bikin Kapok Belanja Online


Beberapa kali saya membeli kaos sepakbola favorit saya via online maka timbul asumsi dalam benak saya bahwa belanja online itu sesuatu yang aman dan tidak akan bermasalah. Pasalnya, baik para pembeli dan penjual sama-sama menjaga reputasi dan nama baik untuk bisa terus bertransaksi melalui dunia maya. Intinya adalah bertransaksi via online membutuhkan hubungan resiprokal saling percaya antara masing-masing pihak. Selain itu, selama ini saya memang tidak mengalami permasalahan apapun sebelum apa yang saya alami sekarang.

Kejadian itu berawal saat saya hendak membeli barang elektronik secara online, yakni sebuah pc tablet. Niat saya sih ingin tablet yang biasa saja. Murah dan tidak bermerek terkenal. Kemudian saya biasa membuka beberapa situs belanja online yang biasa saya gunakan kalau ingin melihat etalase seputar jersey klub. Akan tetapi, kali ini saya mengakses bagian elektronik dan mendapati tablet yang saya inginkan seharga 500 ribuan. Sebenarnya, saya tidak percaya bahwa tablet itu seharga 500 ribuan, tetapi ketika melihat bahwa barangnya sudah sold alias terjual, saya jadi penasaran dan menghubungi nomor yang tertera bisa dihubungi.

Saya menanyakan apakah tablet serupa masih ada stocknya. Setelah menunggu beberapa lama ternyata saya mendapat jawaban cukup menyenangkan dari pihak penjual. Dari percakapan via sms, dia bersedia mengirimkan kalau memang saya sepakat memesan. Seperti biasa selayaknya memesan kaos klub, saya memberikan alamat tujuan pengiriman beserta nama dan membayar lewat ATM. Semestinya, saya tinggal menunggu saja barang itu sampai setelah terjadi kesepakatan. Tiba-tiba beberapa jam berikutnya, saya mendapat telepon dari seseorang yang menyatakan bahwa dia si penjual barang tersebut.

Di situ dia menerangkan bahwa sesungguhnya tablet yang dia jual adalah BM alias black market dan saat itu tertahan di bea cukai ketika hendak dikirim. Si penjual tablet ini meminta saya sejumlah uang sekitar 500 ribu lagi untuk membebaskan barang kirimannya dari pemeriksaan bea cukai. Saya sudah curiga bahwa perkataannya hanya modus atau taktik penipuan, tetapi lagi-lagi karena berdasarkan pengalaman jual-beli online yang selalu mulus lancar dan gaya si penjual yang sampai menggunakan berulang kali kredo-kredo agama untuk meyakinkan saya.

Saya komplain bahwa di situs tempat dia memasang iklan tidak tertera bahwa pc tablet yang dia jual adalah barang black market. Sempat saya memutuskan tidak jadi membeli dan meminta agar dia membalikkan uang yang sudah saya kirim, tetapi dia menolak dan bilang tidak bisa karena kalau dia membalikkan uang 500 ribu yang saya kirim pertama kali, sementara barang kirimannya tertahan di bea cukai maka dia yang rugi. Oleh karena itu, dia benar-benar berusaha meyakinkan saya agar mengirimkan 500 ribu lagi untuk pembebasan barang di bea cukai dan uang itu akan diganti dirinya ketika barang sudah sampai ke tempat saya. Akhirnya, saya berusaha berbaik sangka kepadanya dan mengirimkan duit tambahan 500 ribu lagi.

Satu-dua jam menunggu kabar, malah saya dapat sms yang mengatakan bahwa bea cukainya tidak mau membebaskan barang kalau cuma 500 ribu karena mereka meminta 1.200.000 yang berarti saya harus mengirimkan 700.000 lagi. Gila aja! saya sudah tidak punya uang lagi. Saya benar-benar khilaf dan ceroboh telah membiarkan diri saya terperangkap dalam tipu muslihat yang sedang dijalankan orang ini. Dari sinilah saya memutuskan kapok untuk berbelanja online. Kalau pakai gaya lebai begini; ternyata ada yang lebih sakit daripada sakit gigi dan sakit hati, yakni hilang uang begitu saja. Satu juta yang saya kumpulkan agar bisa mendapatkan gadget yang nantinya sangat berguna untuk memudahkan tugas saya, sirna dalam beberapa jam. Ya, penyesalan selalu datang belakang. Apes!

1354289682600290817

setelah mengecek di situs http://penipuan.info/laporkan-penipuan/
ternyata Nomor hp 082333222789 ini sering digunakan utk #penipuan online shop. Sudah bnyak korban. Pelakunya memakai berbagai macam rekening bank. Harap disebarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s