Islam Bukan Agama Damai


Menurut saya Islam itu bukan agama damai. Buktinya ayah saya itu mengharamkan musik alasannya gara-gara Islam mengharamkan musik. Adik saya sampai kabur dari rumah karena dilarang main musik. Ayah saya juga mengharamkan celana panjang dipakai oleh perempuan alasannya karena perempuan yang memakai celana panjang tidak sesuai qur’an dan sunnah. Di hari Idul Fitri kemarin, ayah saya malah sibuk bilang ke orang-orang yang salaman dengannya bahwa ucapan “minal aidin wal faizin” adalah bid’ah tidak sesuai dengan syariat. Akhirnya orang-orang pada males menyambangi ayah saya buat salaman.

Ya, Islam itu agama yang mengajari bahwa semakin taat seseorang akan semakin otoriter serta arogan. Kenapa ada kelompok-kelompok semacam FPI, HTI, FUI, MMI, Salafi Wahabi, dan semacamnya.

Jawabannya saya dapat dari seorang penceramah yang diundang ayah saya untuk khutbah ketika shalat Ied kemarin. Sebagai panitia, ayah saya mengundang penceramah yang isi ceramahnya cuma memperingati orang-orang tentang sikap seorang muslim ketika melihat kemungkaran yang berdasarkan hadis harus diubah dengan tangan terlebih dahulu. Penceramah itu memperingati orang-orang zaman sekarang yang menghadapi kemungkaran dan kemaksiatan hanya dengan peringatan mulut dan bahkan diam saja membiarkan. Orang-orang seperti itu dibilangnya sebagai orang-orang fasik.

Selain itu si penceramah juga membacakan hadis dari riwayat Tirmizi tentang Azab Allah akan diturunkan kepada suatu negeri walaupun di dalam negeri itu terdapat orang shalih, dikarenakan orang shalih itu tidak berjuang untuk membasmi kemungkaran di sekitarnya. Ujung-ujungnya si penceramah yang diundang ama ayah saya sebagai panitia, mengatakan bahwa orang yang telah berpuasa semakin tinggi ketakwaannya apabila tanpa ragu dalam menegakkan kebenaran dan membasmi kemaksiatan yang terjadi di sekitarnya, walaupun harus berhadapan dengan aparat. Jadi intinya, Islam itu mengajarkan bagaimana caranya buat bentrok dari yang tingkat ecek-ecek sampai kaya FPI, HTI, FUI cs, ato perang suci atas nama Tuhan. Itulah Islam, sama sekali bukan agama damai.

ps. sampai sekarang saya berkamuflase seolah mencintai agama ini. Jika sampai waktunya akan saya campakkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s