Kampanye Hitam Bermotif SARA Terhadap Jokowi-Ahok


Menjelang putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta 2012, kondisi politik ibukota semakin memanas. Beberapa kampanye hitam yang bermotifkan SARA, baik terselubung maupun terang-terangan terhadap kandidat Jokowi-Ahok kian berkembang. Penggunaan institusi keagamaan sebagai instrumen untuk menggalang suara masyarakat begitu gencar dilakukan kalangan agamawan yang notabene kebanyakan berpihak kepada Foke-Nara. Berikut ini merupakan sejumlah berita mengenai hal tersebut;

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak mau setengah hati melaporkan selebaran gelap yang menyudutkan pasangan Jokowi-Ahok.Mereka juga memberikan bukti dan mencantumkan nama terlapor, dalam laporannya ke Panwaslu Jakarta Barat.

Berdasarkan formulir pelaporan pelanggaran Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah tertanggal 20 Juli 2012, terlapor adalah ibu rumah tangga berinisial “I”.

Sedangkan pelapor atas nama Wahyudi Gunawan, Wakil Ketua Ranting PDIP Kelurahan Jelambar Baru, Jakarta Barat.

Wahyudi dalam laporannya yang diterima anggota Panwaslu Kota Jakarta Barat Oding Junaidi, menyerahkan barang bukti berupa rekaman percakapan dengan “I” lewat telepon genggam, dan selembar fotokopi black campaign yang menyudutkan pasangan nomor urut tiga.

“Ibu I pada hari Kamis 19 Juli 2012 sekitar pukul 13.00 WIB, bertempat di Jalan Jelambar Ilir RT 12/10 Kelurahan Jelambar Baru telah menyebarkan selebaran berupa fotocopi. Isinya mendiskreditkan pasangan Jokowi-Ahok,” ujar Wahyudi, yang dokumentasi laporannya diterima Tribun, Minggu (22/7/2012).

Menurut pengakuan “I”, setelah ditelepon Wahyudi dan hasil rekamannya dijadikan barang bukti ke Panwaslu Kota Jakarta Barat, selebaran berisi kampanye hitam untuk Jokowi-Ahok didapat dari Kelurahan Jelambar Baru, untuk dibagikan kepada warga.

Wahyudi juga mencantumkan saksi bernama Denny Mulyati, warga Jelambar Ilir. Denny mengetahui upaya black campaign yang dilakukan I pada Kamis lalu.

Selebaran gelap menyebut kemenangan Jokowi-Ahok adalah kemenangan Yahudi dan Nasrani. Di akhir tulisan ada NB berbunyi, “Silakan Anda copy info ini sebanyak 10 lembar. Insya Allah Anda akan mendapatkan pahala.”

Sumber : http://tribunnews.com/2012/07/22/selebaran-gelap-soal-jokowi-ahok-berasal-dari-kelurahan

—————————————————————————————————————————

TEMPO.CO, Jakarta – Panasnya persaingan menuju kursi DKI-1 rupanya merasuk juga ke dalam masjid di bulan Ramadan ini. Rabu 25 Juli 2012, usai ibadah Shalat Ashar, ketika menyampaikan ceramah rutinnya, Ketua Masjid Jami” Asy–Syukur, Miftah Rauf, secara tak langsung mengimbau warganya agar memilih kembali Fauzi Bowo dalam putaran kedua Pemilihan Gubernur Jakarta, 20 September depan.

“Kita butuh pemimpin yang berkah, kuat imannya, manusiawi dan istiqomah. Kita butuh pemimpin yang berkumis,” kata Miftah merujuk pada Fauzi Bowo yang memang berkumis tebal. Miftah juga menekankan bahwa pemimpin Jakarta sudah seharusnya warga Jakarta. “Orang lain hanya bisa ke sini mengacak ngacak Jakarta,” katanya bersemangat.

Masjid Jami Asy – Syukur terletak di RT 02 RW 06, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.  Menurut Miftah, semua warga Menteng siap memilih Fauzi menjadi Gubernur Jakarta periode mendatang.  “Jangan sampai kita salah, nanti susah mendengar dzikir, jangan sampai kita susah mendengar takbir. Jangan sampai iman dibeli dengan uang,” katanya, tanpa memerinci apa maksud pernyataan itu. Hingga ceramah usai, Miftah tak pernah secara eksplisit menyebut siapa yang dia maksud.

Fauzi Bowo yang hadir dalam kegiatan di masjid itu mengaku kedatangannya adalah bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan rakyat. “Kehadiran saya bukan untuk kampanye. Karena pemerintahan itu ada untuk rakyat. Jangan sendiri sendiri, camat jangan sendiri, lurah juga jangan sendiri,” katanya.

Fauzi mengatakan kedatangannya di Menteng juga wujud pertanggungjawabannya dalam  memegang amanah dari warga. “Saya berterima kasih warga sini masih banyak yang percaya pada Bang Kumis pada putaran pertama lalu. Ya mudah mudahan tetap berjalan lancar pada putaran kedua Jakarta,” katanya. Fauzi berharap warga Jakarta mendapatkan pemimpin yang beriman. “Yang membawa warganya lebih beriman dan berjalan dengan iman,” katanya.

Usai berpidato, Fauzi menyerahkan dana sebesar Rp 28 juta pada Masjid Jami” Asy–Syukur dengan rincian sebesar Rp18 juta dari dana hibah bantuan masjid dan Rp 10 juta dari Bazis. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyerahkan bantuan pada 75 anak yatim, lampu hemat energi, meja ping pong, dan penyerahan kartu gakin secara simbolis.

—————————————————————————————————————————

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Calon incumbent Gubernur DKI Fauzi Bowo menghadiri acara buka puasa, bersama alim ulama di Masjid Al-Muttaqin, Jumat (27/7/2012).

Ceramah seorang ustad di masjid tersebut, lagi-lagi menyinggung masalah SARA, jelang Pemilukada DKI putaran kedua.

Masjid Al-Muttaqin di Jalan Sukamulya III RT 08/01, Kemayoran, Jakarta Pusat memang ada dalam agenda Safari Ramadan Fauzi Bowo.

Dalam ceramahnya, Ustad Fahmi Albuqorih mengatakan, Umat Islam harus mencari pemimpin yang beriman, sehingga memiliki rasa takut dosa dan akan melakukan perbuatan adil.

“Umat Islam harus cenderung memilih pemimpin yang seiman. Saya lahir dan besar di Jakarta. Jadi, saya punya beban yang sangat berat melihat orang Islam memilih pemimpin yang bukan dari golongan kita. Saya tidak dipesan untuk omong seperti ini, melainkan karena saya sangat prihatin,” ujar Fahmi.

Menurutnya, Jakarta bakal tercerai dan ternoda, bila yang memimpin Jakarta bukan dari golongan Muslim.

Sang ustad menambahkan, tak pantas kaum Muslim mengangkat pemimpin yang bukan dari golongan Muslim sendiri.

“Kalau Jakarta dipimpin non Muslim, maka bisa saja Jakarta seperti Padang, yang dilanda gempa dan banjir bandang seperti saat ini,” tuturnya.

“Saya pesan, Anda semua boleh memilih siapa saja, tapi jangan keluar dari kaidah Islam. Karena, perjuangan para habaib dan habib akan ternoda kalau kita memilih orang-orang yang bukan dari golongan kita,” paparnya. (*)

sumber: tribunnews

—————————————————————————————————————————

itoday – Pimpinan Taruna Muslim, Alfian Tanjung mengakui mengirim pesan pendek (SMS) ke sejumlah tokoh yang isinya mengingatkan warga Jakarta terhadap calon gubernur DKI yang beragama kristen, sekuler dan mempunyai kedekatan dengan komunis.

“Saya yang mengirim SMS itu. Jelas saya warga Betawi tidak mau dipimpin oleh orang-orang sekuler, kristen dan yang berbau komunis,” kata Alfian kepada itoday, Kamis (26/7).

Alfian Tanjung mengakui akan mengajak seluruh umat Islam di Jakarta untuk memilih pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara). “Atas pimpinan Taruna Muslim, saya mengajak umat Islam di Jakarta untuk memilih Foke-Nara,” ungkapnya.

Ia tidak mau dituduh mengirimkan SMS yang bernuansa SARA. “Apa yang saya sampaikan itu bukan SARA, tetapi fakta dan perintah dalam ajaran Islam untuk memilih pemimpin yang Islam. Kalau dalam Al Quran untuk memilih pemimpin itu beragama Islam, jadi Al Quran SARA?” tanya Alfian.

Berikut ini SMS Alfian Tanjung: Bismillahi, Allahu Akbar! Ayo Selamatkan Betawi! Dari Alfian Tanjung, anak Betawi keturunan Maninjau, Sumatera Barat. Membaca geopolitik DKI menjelang putaran kedua, 20 September 2012. Ramadhan ini menjadi momentum untuk memenangkan aspirasi politik Islam dan umat Islam dengan memilih Fauzi Bowo-Nachrowi. Ayo selamatkan Jakarta dari anasir PKI, Kristen dan kafir sekuler! Alfian Tanjung. Pakar Anti Komunis.

sumber: indonesiatoday

—————————————————————————————————————————-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s