[Main Tebakan] Parpol Mana yang Berhasil Meminang Dahlan Iskan?


Sudah tak perlu direkap ulang soal sepak terjang Dahlan Iskan yang menurut pemberitaan media disenangi serta dipuji oleh sebagian besar masyarakat. Meski ada yang berpendapat bahwa Dahlan Iskan cuma melakukan pencitraan tetapi anggaplah mayoritas rakyat menyukai sosoknya. Semua parpol mengatasnamakan rakyat, wajar masing-masing berlomba merekrut figur yang dibilang merakyat.

“Kenapa sih Dahlan Iskan nggak lewat jalur independen aja?”

Faisal Basri saja yang mencalonkan pilgub DKI secara independen harus mengumpulkan 500 ribu formulir dukungan plus KTP dan tanda tangan. Bagaimana jadinya dengan Dahlan Iskan kalau maju sebagai presiden dari jalur independen. Menurut survei, figur yang mempunyai elektibilitas tinggi di 2014 nanti masih sekitar yang itu-itu saja alias wajah lama yang kerap malang melintang di peta perpolitikan nasional. Parpol yang berada di tiga besar juga masih didominasi Golkar, PDIP, dan Demokrat. Lalu bagaimana kans Dahlan Iskan menuju RI 1? Mungkin ada yang berpendapat bahwa Dahlan Iskan belum waktunya untuk memimpin negeri ini. Tetapi citra seorang Dahlan Iskan yang kadung terpatri di sanubari rakyat sebagai figur ideal perlahan terus meningkat. Siapa yang tidak tergiur untuk menggunakan Dahlan Iskan dalam meraup suara paling banyak. Minimal meminangnya jadi RI 2.

Semisal Demokrat, partai yang cuma bertumpu kepada figur seorang SBY itu pasti sedang ketar ketir mencari pengganti. Lihat saja kader Demokrat yang suka memuji SBY sebagai seorang negarawan sejati. Okelah mari ikuti anggapan tersebut, tetapi bagaimana dengan kader Demokrat. Adakah figur negarawan yang bisa diusung kader demokrat selain bergantung kepada SBY? Jawabannya bisa saja ada. Namun, karakter parpol di Indonesia yang suka cari jalan pintas, termasuk Demokrat, akan tidak tinggal diam melihat sosok Dahlan Iskan. Pilihannya adalah meminangnya sebagai figur yang dijagokan di 2014 atau memunculkan nama lain.

Terlebih lagi kalau melihat sejumlah kader Demokrat yang bikin ulah. Boro-boro ingin menjual Anas Urbaningrum, mungkin di internal mereka sendiri akan banyak yang tidak setuju jika Anas diusung sebagai RI 1. Skenario akan berubah jika semisal di 2013 nanti ada skenario gonjang-ganjing negara mau hancur atau negara dalam status siaga perang. Kemudian melalui sidang paripurna di DPR yang dikuasai koalisi dihasilkan putusan undang-undang atau amandemen undang-undang darurat perang dan bla bla bla lainnya sehingga periode kepemimpinan SBY harus diperpanjang. Itu bisa saja. Namun dalam keadaan normal sebagaimana pemilu lima tahunan diselenggarakan dan periode SBY sebentar lagi berakhir, maka siapa yang hendak diusung Demokrat dalam meraih kursi kepresidenan.

Lain halnya dengan GOLKAR dan PAN yang sudah mencetuskan kandidat utama seperti Ical dan Hatta Rajasa, keduanya bisa saja menjadikan Dahlan Iskan sebagai pendamping. Sedangkan Gerindra yang sepertinya tetap menjagokan Prabowo, boleh jadi juga akan mencoba meminang Dahlan Iskan. Namun, apabila dalam Pilgub DKI sekarang Jokowi dan Ahok berhasil menang. Bisa jadi Prabowo akan melirik antara keduanya ketimbang Dahlan Iskan. Yang membuat saya ragu tentang siapa yang akan meminang Dahlan Iskan di 2014 adalah PKS dan PDIP. Dua partai ini juga termasuk partai besar tetapi PDIP masih tetap menunggu keputusan kongres apakah masih mencalonkan Megawati atau tidak. Jika memang Megawati yang akan dicalonkan sebagai Presiden, tentunya saya rasa orang seperti Megawati sulit untuk menerima anak baru semacam Dahlan Iskan. Kader PDIP pun banyak yang dianggap mampu untuk maju sebagai calon wakil presiden.

Lalu bagaimana dengan PKS? Menurut saya, kalau Hidayat Nurwahid berhasil masuk putaran kedua di Pilgub DKI, bukan tidak mungkin Hidayat kembali diusung di 2014. Secara, cuma figur Hidayat yang dikenal publik secara luas dan punya nilai plus ketimbang Tiffatul Sembiring atau kader PKS lainnya. Biasanya dalam pemilu yang sudah-sudah, PKS lebih minat berlindung di ketiak orang lain daripada berdikari. Maka dari itu 2014 nanti adalah momen PKS untuk bangkit, mengingat PKS sekarang berada di ujung tanduk koalisi. Kesempatan menyandingkan Hidayat Nurwahid dan Dahlan Iskan juga terbuka lebar guna menyaingi dominasi Demokrat.

Namanya politik sedikit banyak tentu memainkan “persepsi” masyarakat. Dengan satu catatan bahwa sampai 2014 nanti Dahlan Iskan tidak membuat blunder di mata masyarakat, saya percaya Dahlan Iskan merupakan ladang emas untuk meraup suara terbanyak dalam pemilu. Sedangkan parpol lain seperti PPP, PKB, dan Hanura, juga berpeluang mendapatkan Dahlan Iskan guna mengangkat perolehan suara mereka dalam klasemen sementara peringkat parpol terbesar di Indonesia. Bahkan jangan-jangan Nasdem malah yang mendapatkan Dahlan Iskan karena sama-sama pemain baru walaupun isinya Nasdem ya muka lama juga.

“Kok analisanya mirip transfer liga sepakbola sih?”

Ya iyalah, anggap saja parpol-parpol itu klub sepakbola. Sedangkan Dahlan Iskan sebagai anak baru di peta politik nasional mirip bintang muda yang sedang bersinar. Kan jadi mudah buat kita main tebak-tebakannya.

“Jadi, siapa dong yang berhasil mendapatkan Dahlan Iskan?

Yang mana ya? Kasih tahu nggak ya? Jawab sendiri aja, deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s