Kriminalisasi Tweet Mickey Mouse


Salah satu konglomerat di Mesir, Naguib Sawaris, memperlihatkan gambar Mini dan Mickey Mouse tengah mengenakan pakaian yang sering kali dianggap sebagai pakaian Islam atau bagian dari Identitas seorang muslim walaupun sejatinya adalah pakaian tradisional orang Arab. Ia mengira gambar itu lucu karena wajah Mini ditutupi dengan burqa dan Mickey mengenakan pakaian jalabiyah dengan janggut yang tebal, sehingga anda hanya bisa mengenali gambar-gambar tersebut melalui telinga dan mata mereka yang besar. Jadi, Mr. Sawaris mentweet gambar tersebut ke beberapa orang temannya, hanya sebagai sebuah lelucon. Orang-orang Mesir sendiri biasanya sangat menyukai lelucon-lelucon yang membuat mereka tertawa.

Lelucon maupun hal-hal jenaka lainnya adalah bagian yang hampir selalu dijumpai di jalanan umum Mesir. Tetapi alangkah mengejutkannya ternyata sejumlah orang Muslim tidak menyukainya. Jadi Tuan Sawaris, seorang Kristen Koptik, dan seorang pendiri dari sebuah partai politik sekular, dianggap telah menghina Islam melalui tweet-nya. Orang Muslim memang paling gampang tersinggung saat ada kesempatan. Mereka merasa tersinggung dengan tweet “Monster” yang dianggap tidak menghormati agama Islam, misalnya tweet seperti gambar-gambar Mickey dan Mini yang tengah mengenakan pakaian Muslim! Ini dianggap sebagai sebuah penghinaan besar terhadap agama Islam.


Dua laporan telah dialamatkan kepada Mr. Sawaris. Salah satunya telah ditolak oleh hakim karena laporan yang diajukan terhadap Mr. Sawaris dibuat oleh orang-orang yang “tidak memahami” hukum. Tuduhan kedua diajukan oleh sekelompok pengacara termasuk Mamduh Ismail, seorang anggota parlemen dan seorang Muslim Salafi yang sangat konservatif.

Mr. Sawaris sudah mentweet permohonan maaf kepada mereka yang melihat gambar-gambar yang ia sebar luaskan bukan sebagai sebuah lelucon. Ia mengatakan,”Saya hanya menganggap itu sebagai sebuah gambar yang lucu, tak ada maksud untuk menghina. Saya minta maaf.”

Tetapi rupanya permohonan maafnya diabaikan oleh masyarakat Mesir dan para politisi Muslim, karena itu tuntutan hukum tetap diajukan. Itulah akibat apabila beragama namun terjebak ke dalam simbol dan permainan yang dibumbui politisasi makna, maka yang berlaku adalah relasi kuasa simbolik, siapa yang paling berhak menginterpretasi simbol.

Di awal bulan lalu, aktor Mesir Adel Emam dijatuhi hukuman 3 bulan penjara karena dianggap telah menghina Islam melalui beberapa peran dalam film yang ia mainkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s