Sekarang Bukan Jamannya Supersemar, Tetapi Super Junior


Hayo siapa yang masih ingat dengan misteri surat sakti yang melanggengkan jalannya Soeharto menjadi presiden Indonesia? Dulu kalau di jaman Orde Baru pasti ada instruksi memeringati supersemar. Surat ini berisi perintah yang menginstruksikan Soeharto, selaku Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk mengatasi situasi keamanan yang buruk pada saat itu. Tetapi banyak misteri yang masih belum terungkap di dalamnya, sejumlah teori konspirasi bermunculan, bahkan sampai ada yang mengatakan bahwa sewaktu itu Soekarno berada dalam todongan senjata ketika menandatangani surat yang draft nya sendiri katanya dibuat oleh Soeharto. Selain itu ada beberapa orang yang mengaku mengetik surat itu, antara lain Letkol (Purn) TNI-AD Ali Ebram, saat itu sebagai staf Asisten I Intelijen Resimen Tjakrabirawa. Misteri lain adalah hilangnya naskah asli surat ini dan tidak jelas hilangnya surat ini oleh siapa dan dimana karena pelaku sejarah peristiwa “lahirnya Supersemar” ini sudah meninggal dunia. Belakangan, keluarga M. Jusuf mengatakan bahwa naskah Supersemar itu ada pada dokumen pribadi M. Jusuf yang disimpan dalam sebuah bank.

Tetapi mungkin memang sudah tingkah laku atau tabiat elit-elit negeri ini yang sering menyembunyikan sesuatu yang menjadi bagian dari sejarah Republik Indonesia. Mungkin karena takut diusut, atau takut rakyat mengetahui bahwa sesungguhnya mereka meraih tampuk kekuasaan dengan cara tipu-tipu dan mencari alat legitimasi bagi penipuan yang mereka lakukan. Bung Karno sering bilang jangan lupakan sejarah, tetapi mungkin Bung Karno lupa bahwa cuma sejarah yang menyenangkan yang diingat dan dikenang oleh bangsa ini. Karena itulah lambat laun Bung Karno pun naas dilupakan. Bisa jadi kenangan akan Bung karno cuma dua hal; proklamasi dan poligami.

Lupa-lupa sejarah, itulah penyakit akut bangsa ini. “Yang berlalu biarlah berlalu, ya sutralah.” mungkin itulah semboyan orang-orang di jaman sekarang dan juga di masa depan nanti. Untuk apa terjebak di dalam masa lalu. Tak pelak apabila hal-hal seperti Supersemar kian dilupakan, dan semakin dilupakannya sejarah maka semakin hilang pula keajaibannya. Seperti Supersemar yang sangat sakti di jamannya, generasi sekarang ini mungkin masih harus bertanya dahulu, “Apa sih Supersemar?” sebelum membicarakan apalagi terkagum-kagum dengan kesaktiannya. Ada permainan semantik di dalam abrivasi Supersemar yang jika ditanyakan pada generasi sekarang langsung mengarah pada sosok superhero seperti Superman.

“Supersemar itu temannya Superman ya, Pak?” sebuah parodi yang cocok dijadikan materi stand up comedy. “Kalau ada Supersemar pasti ada Superbagong, dong.” ya begitulah dan seterusnya nilai sakral Supersemar menjadi hilang digerus sejarah dan perubahan jaman. Terlebih saat ini ketika generasi muda dibanjiri budaya populer buangan dari negara lain, mereka lebih paham sejarah artefak populer itu ketimbang sejarah negerinya sendiri dari yang sifat aksesoris sampai yang menjadi pusat “pemujaannya.” tetapi itulah realitas yang menunjukkan betapa Indo-nya bangsa Indonesia. Saking Indo-nya bangsa Indonesia tidak tahu akar historis dari bangsanya sendiri.

“Ribet banget ciin ngomongin Supersemar ajahh?”

Ngapain Supersemar diingat-ingat, sekarang mah jamannya Super Junior.”

“Kalo akika sih, Surat Perintah Segera Married lah yaww.”

“Ya, sutralah dasar Indon sia meni gelo.”

“Salam Super.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s