Rok Mini di Senayan dan Isi Kepala Pria


Apa sih isi kepala pria? sama saja seperti perempuan, gambaran besarnya ada otak. Tetapi yang dimaksud di sini adalah adanya anggapan bahwa pria lebih sering memikirkan tentang seks. Bahkan ada yang mengatakan bahwa setiap 7 detik sekali pria terpikir tentang seks. Bukan cuma fantasi seksual yang beragam dan out of the box, tetapi juga berbagai pertanyaan seputar permasalahan seksual. Ada pula yang mengatakan bahwa hal tersebut suatu kewajaran dan alamiah seperti kebutuhan biologis lainnya. Selain itu tak jarang dalam hal melumrahkan, dipakai alasan menikmati karya seni. Seperti perempuan itu karya Tuhan yang paling indah, perhiasan dunia, artefak seni yang tiada bandingannya sehingga pria manapun akan menggunakan berbagai cara untuk dapat menikmati keindahan tubuh perempuan, termasuk menggunakan sebagai objek fantasi seksual.

Oke, mari kita wajari saja yang namanya seks sangat berpengaruh kepada pria, atau mungkin “memenjarakan” pria, baik dorongan psikisnya maupun pola pikirnya. Tetapi apakah pikiran pria cuma tentang seks doang? Apakah setiap bangun pagi, hal yang pertama dipikirkan oleh pria adalah seks?

Jika benar begitu, mungkin peraturan soal larangan memakai rok mini di senayan dikarenakan semata untuk membatasi keliaran fantasi para pria. Tetapi bisakah antara peraturan formal dan “isi kepala” pria ini dihubungkan? Ada yang menjawab bisa saja. Ibarat kalau anda tidak mau menjadi perokok pasif, maka buat saja aturan tentang larangan merokok ketika orang lain sedang bersama anda atau berkunjung ke rumah anda. Tetapi pasti banyak pria akan berkilah atau menolak tegas anggapan bahwa topik hangat yang berseliweran di dalam kepala mereka hanyalah soal seks.

Terlebih apabila disangkut pautkan dengan peraturan ber-rok mini ria di DPR. Larangan mengenakan rok mini di lingkungan DPR RI diangkat oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Naora Dian Hattaroni. Dia meminta kepada DPR RI agar secepatnya mengeluarkan aturan pelarangan soal rok mini di lingkungan DPR RI. “Saya pernah melihat beberapa kali perempuan yang mengenakan rok mini, pakaian berdada rendah di lingkungan DPR RI. Menurut saya itu tidak pada tempatnya,” kata Naora, yang merupakan Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI itu. Menurut Naora memakai rok mini atau berpakaian sensual di lingkungan DPR RI itu tidak mencerminkan kualitas bangsa Indonesia. “Saya tidak setuju ada orang-orang ataupun staf yang mengenakan rok mini atau berpakaian sensual di lingkungan DPR RI karena DPR RI mencerminkan kualitas dari bangsa ini. Jadi perlu ada aturan khusus di DPR RI,”

Melihat dari penuturan anggota DPR yang satu ini, jelas sekali bahwa alasan utamanya mengapa perlu adanya peraturan larangan memakai rok mini adalah persoalan etika yang bersumber kepada tradisi budaya bangsa. Pak Marzuki Ali juga menyatakan bahwa pelecehan seksual dipicu pakaian tak pantas. Karenanya diharapkan dengan adanya peraturan tersebut akan semakin membuat citra DPR lebih baik. Sedangkan bagi Rieke Dyah Pitaloka timbulnya wacana mengenai peraturan yang melarang rok mini hanyalah bagian dari pengalihan isu belaka. Mau pakai rok mini atau tidak, toh tak menjadikan kinerja DPR jauh lebih baik, atau persoalan bangsa bisa tertanggulangi terutama soal BBM dan harga sembako yang dikonsumsi rakyat. Namun lagi-lagi mungkin kita setuju bahwa yang paling utama diperbaiki dari anggota DPR adalah persoalan moralitas. Pun urusan berpakaian juga sering dikaitkan dengan persoalan moral, apalagi ketika berada di ranah publik. Maka pastinya seorang Naora tidak hanya asal ceplas ceplos menyinggung rok mini, tetapi memang benar atas nama kualitas bangsa dan embel-embelnya itu.

Entah pengalihan isu atau bukan. Semoga jika memang peraturan mengenai larangan memakai rok mini dan pakaian berdada rendah itu disahkan, tidak ada lagi anggota DPR dari kalangan pria yang liar fantasi seksnya saat melihat perempuan bercelana panjang atau jilbaban. Kan malu juga tuh kalau tiba-tiba bangun tenda di sidang paripurna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s