Tag

, , , ,


Terkadang orang-orang membabi buta menyalahkan ganja. Padahal semua itu tergantung penggunaannya saja. Seperti juga alkohol, berapa banyak alkohol digunakan dalam hidup kita? Banyak banget, bahkan pada benda-benda atau barang-barang yang biasa digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian amphetamine yang dibilang bahan dasar ekstasi, toh dari ribuan obat medis yang hilir mudik di dunia, tidak mungkin tidak “terkontaminasi” amphetamine. Balik lagi ke soal ganja, sekarang ini kita diberikan gambaran tentang ganja sebagai sebuah justifikasi tidak proporsional.

Mengapa pisau yang menjadi alat pembunuhan tidak dilarang untuk beredar? Kita sebagai makhluk berakal mengapa menyalahkan benda yang jelas-jelas tidak mempunyai akal? Sudah sedemikian menurunkah manusia dalam mengolah data dan logika? Pernah tahukah kalian kalau kegunaan dari tanaman tersebut sangat banyak dan beredar luas dan legal di beberapa negara di dunia beberapa ratus tahun silam ?

Apabila Ganja dianggap berbahaya meskipun dengan seabrek manfaatnya, kenapa negara-negara besar berbondong-bondong membangun fasilitas Nuklir yang lebih jauh memiliki efek negatif hanya demi alibi ingin mendapatkan energi yang lebih efisien? Antara ganja dan nuklir apakah harus diukur dari melulu seberapa bahayanya bagi manusia?

Saya di sini bukan mewakili para penikmat ganja. Namun, Konspirasi yang dibuat oleh suatu kekuatan dalam mengasingkan tanaman tersebut, menggugah saya untuk menyatakan bahwa “Ganja bukanlah tanaman/obat-obatan terlarang” melainkan yang menyalah-gunakan ganjalah yang sebenarnya harus dilarang, seperti halnya pembunuh yang dipenjara atau bahkan dihukum mati, dan bukan memenjarakan pisau dan menghukum mati pisau. (Orang gila bisa waras kalau ada pisau yang dipenjara)

Coba kita secara proporsional melihat apakah ganja itu?

1. Semua produk plastik “seharusnya” dibuat dengan bahan dasar minyak tanaman Rami (Hemp).

“Serat tanaman hemp plastik adalah biodegradable (Plastik biodegradable adalah plastik yang dapat digunakan layaknya seperti plastik konvensional, namun akan hancur terurai oleh aktivitas mikroorganisme setelah habis terpakai dan dibuang ke lingkunganPikiran Rakyat, 24 Juli 2008). Seiring waktu, mereka (tanaman hemp) akan hancur dengan sendirinya dan kemudian tidak ikut serta dalam merugikan lingkungan. Serat dari tanaman hemp tidak akan merusak sungai tidak seperti yang telah dilakukan perusahaan petrokimia selama ini.”

2. Ganja “seharusnya” menjadi terapi medikal beberapa penyakit.

“Besarnya manfaat marijuana dalam upaya pengobatan memiliki catatan positif dan efek yang menguntungkan, diantaranya adalah: meredakan rasa mual dan muntah, stimulasi kelaparan pada kemoterapi dan pasien AIDS, menurunkan tekanan mata intraokular (terbukti efektif untuk mengobati glaukoma), serta efek analgesik umum (pereda nyeri).”

3. Kelaparan dunia “seharusnya” bisa dikurangi.

“Sudah menjadi rahasia umum, bahwa tanaman ganja bisa diolah menjadi beberapa jenis makanan. Di Aceh, Ganja menjadi salah satu bahan dalam pembuatan dodol khas Aceh dan harganya murah (Baca disini). Bahkan dengan zat delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) yang terkandung didalamnya, tanaman ganja dapat meningkatkan selera makan dan kemampuan pengecapan pada pasien kanker stadium lanjut (Baca disini).”

Peran Media Massa Memperburuk Citra Ganja

Dalam kasus ini, media berperan sangat besar dalam perjalanannya. Pembunuhan karakter begitu kental dan dilakukan dengan rapi. Akhir 1920an hingga 1930an, Koran Hearst’s dengan gencarnya menyuarakan “kengerian” dari Marijuana. Akhirnya pada masa itu banyak media massa lainnya memuat berita tersebut sebagai headline. Kemudian juga muncul film-film seperti Reefer Madness (1936), Marihuana: Assassin of Youth (1935), Marihuana: The Devil’s Weed (1936) adalah beberapa cara propaganda lainnya yang nampak sengaja menciptakan Ganja sebagai ‘musuh’. Tujuannya? Mungkin untuk meminta restu dari publik demi meluluskan Undang-Undang Anti Ganja.

Andrew Mellon menjadi Hoover’s secretary of treasury (Menteri Keuangan) dan Investor utama Dupont’s. Dia menunjuk keponakannya Harry J. Anslinger sebagai kepala biro federal bidang Narcotics and Drugs. Sebuah pertemuan rahasia dilakukan oleh para konglomerat. Tanaman Hemp dinyatakan berbahaya bagi mereka dan menjadi ancaman kepada investasi Milyaran Dollar perusahaan mereka. Untuk menjaga keutuhan dinasti mereka, maka Tanaman Hemp harus dibuang jauh-jauh. Orang-orang ini menggunakan kata makian dari Mexico yaitu “Marihuana” dan berusaha terus mendorong untuk menggugah kesadaran Amerika.

Statement bahwa tanaman Ganja berbahaya bagi tubuh dan pikiran manusia dapat dibilang adalah salah satu dari objek Konspirasi Ganja itu sendiri. Bagaimana tidak, beberapa fakta sejarah seperti menjelaskan 180 derajat kebalikannya. Dan, ternyata kenyataannya Ganja lebih berbahaya bagi perusahaan minyak, alkohol, penghasil bahan kimia dalam jumlah besar, dan juga perusahaan rokok (berbahan baku tembakau).

Kata “Marijuana” diciptakan untuk merusak imej baik dan sejarah fenomenal tentang tanaman yang bernama asli tanaman Rami (Hemp Plant). Beberapa bukti betapa Ganja itu memiliki banyak (beberapa) hal positif tertulis pada sebuah Encyclopedia Britannica yang tertulis selama 15 tahun.

Semua buku sekolah dibuat dengan bahan dasar tanaman Ganja sampai pada tahun 1880an. ~ Hemp Paper Reconsidered, Jack Frazier, 1974.

Adalah hal legal untuk membayar pajak dangan tanaman Hemp di Amerika dari tahun 1631 hingga awal-awal 1880. ~ LA Times, Aug. 12, 1981.

Menolak untuk menanam tanaman Hemp di Amerika selama abad 17 dan 18 adalah perbuatan melawan hukum. Anda dapat dipenjara di Virginia karena menolak untuk menanam ganja pada 1763-1769. ~ Hemp in Colonial Virginia, G. M. Herdon.

Selama ribuan tahun, 90% dari semua kapal layar dan tali dibuat dari ganja. ‘Kanvas’ berasal dari bahasa Belanda yang artinya Ganja. ~ Webster’s New World Dictionary.

Pada tahun 1916, Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan bahwa pada tahun 1940-an semua kertas di masa depan terbuat dari ganja sehingga pepohonan tidak lagi perlu ditebang. Hasil penelitian melaporkan bahwa 1 Acre ganja sama dengan 4,1 hektar pohon. ~ Departemen Pertanian Amerika.

Mechanical Engineering Magazine (Feb. 1938) menerbitkan sebuah artikel berjudul ‘The Most Profitable and Desirable Crop that Can be Grown.” Ia menyatakan bahwa jika ganja diusahakan menggunakan teknologi Abad ke-20, itu akan menjadi tanaman pertanian terbesar di AS dan seluruh dunia.

Definisi Ganja (Cannabis sativa, Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Namun, THC memiliki kegunaan sebagai aplikasi medis juga, dan telah terbukti menjadi pereda rasa sakit dan mual yang luar biasa untuk penyakit serius seperti AIDS, fibromyalgia, multiple sclerosis dan pasien kanker yang menjalani kemoterapi bahkan telah terbukti dapat membunuh sel-sel kanker dalam studi praklinis.

Diperkirakan daun ganja memiliki sekitar 25.000 kegunaan. Makanan, cat, bahan bakar, bahan baku pembuatan pakaian dan masih banyak lagi, semuanya bisa menggunakan daun terlarang tersebut. Beberapa jenis mobil pun hingga hari ini telah dibuat juga memiliki unsur ganja dalam pembuatannya. Salah satu peninggalan tertua peradaban industri manusia, ditemukan di Mesopotamia kuno sekitaran tahun 8000 Sebelum Masehi adalah sebuah potongan kain yang terbuat dari serat daun Marijuana. Begitu pula kertas tertua di dunia, yang ditemukan di China sekitar tahun 2000 Sebelum Masehi dibuat dengan bahan yang sama.

Di Inggris pada abad ke-16, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Henry VIII, terdapat sebuah peraturan di mana sang Raja akan mendenda petani yang gagal menumbuhkan satu seperempat are (acre) tanaman Ganja dari setiap 60 are dari ladang Ganja yang mereka miliki. Konon, bahkan ada satu zaman di mana selama 200 tahun orang-orang bisa membayar pajak mereka kepada negara, ‘hanya’ dengan tanaman Ganja. Hal itu terjadi di Amerika Serikat, di mana juga sekitaran tahun 1850 terdapat lebih dari 8300 ladang Ganja di negara tersebut.

Setiap 3,6 detik seseorang di dunia mati kelaparan. Biji tanaman Ganja adalah solusi yang paling bergizi dan ekonomis untuk mengakhiri kelaparan dunia. Dengan konsentrasi 80 persen dari “lemak baik”, tubuh kita perlu untuk pemeliharaan kesehatan yang baik dan protein dengan semua delapan asam amino ditambah fiber diet optimal, ganja benar-benar adalah “keseimbangan sempurna” sumber makanan.

Alam telah menyediakan nutrisi penting untuk memulihkan dan menjaga kesehatan manusia dengan optimal dalam sebuah kemasan biji yang mengandung gluten, kolesterol dan bebas gula, murni, alami, dan itu adalah biji tanaman Ganja. Sumber makanan terbaik dari protein, lemak esensial, vitamin dan enzim di planet ini. Budidaya tanaman Hemp dan pemroduksiannya tidak merugikan lingkungan. Buletin USDA # 404 menyimpulkan bahwa ganja menghasilkan 4 kali lebih banyak ampas dengan setidaknya 4 sampai 7 kali kurang dari segi polusi.  Popular Mechanics, Feb. 1938 mengatakan :

“Tanaman ini memiliki musim tumbuh yang cukup pendek. Dia juga bisa tumbuh di hampir semua negara didunia. Akarnya yang panjang akan masuk jauh kedalam tanah dan juga memiliki efek untuk menyuburkan tanah untum musim tanam selanjutnya. Ganja, tanaman baru ini dapat menambah kaya ragam dari jenis agri-culture dan industri Amerika.”

Kapan Amerika mulai melarang ganja? Pada tahun 1937, undang-undang federal disahkan. Awalnya hanya mengatur saja tentang obat-obatan, termasuk marijuana. Pengaturan tersebut juga menyangkut soal pajak. Kemudian pada tahun 1952, aturan lebih keras terhadap obat-obatan disahkan. Ganja pun ikut dicantumkan. Kemudian pada tahun 70-an juga terbit undang-undang mengenai obat-obatan yang memperlakukan ganja sama seperti narkoba atau obat-obatan terlaran. Beberapa negara bagian sempat menurunkan peringkat ganja (decriminilized), dan memperbolehkan penggunannya untuk tujuan medis.

Bahkan kabarnya kini sudah ada tiga negara bagian yang melegalkan penggunaan ganja untuk kesenangan, bukan cuma medis. Mayoritas masyarakat California, Nevada, dan Massachusetts mendukung pemakaian ganja untuk kesenangan.

Selain tiga negara bagian tersebut, ada pula North Dakota, Florida, Arkansas, dan Montana yang mendukung pemakaian ganja untuk kepentingan medis. Penggunaannya dikhususkan untuk beberapa jenis penyakit seperti kanker, AIDS, epilepsi, dan hepatitis c. Sebelumnya, sejak 20 tahun lalu, California telah melegalkan pemakaian ganja untuk kepentingan medis.

Iklan