Televisi Bukan Untuk Mencerdaskan


13211134631316031391

Televisi untuk mencerdaskan bangsa, kita sedang berpropaganda atau apa. Tidak suka dengan televisi matikan saja benda itu. Jangan paksa televisi menangani urusan yang semestinya diawali dari keluarga dan sekolahan. Kalau sekarang sekolahan dikomersialisasi, apa televisi tidak boleh menikmati hal itu. Semua boleh dijual di televisi, dari produk barang, jasa, buah dada, politik sampai agama. Tidak ada urusan sama yang namanya kecerdasan bangsa. Seharusnya kita yang mulai membiasakan diri mematikan televisi. Kalau tidak doyan dengan jualan televisi, jangan beli sekalian. Mau lebih naif salahkan saja pencipta televisi atau Tuhan yang menganugerahi manusia kemampuan membuat televisi.

“Ini bukan soal barang dagangan tetapi soal kepentingan bersama, kepentingan sebuah bangsa yaitu kecerdasan bangsa.” kecerdasan bangsa atau penyeragaman kecerdasan individu manusia? Justru karena alasan kecerdasan bangsa, begitu banyak reduksi yang ditampilkan televisi. Begitu banyak kontroversi yang coba disimplifikasi oleh televisi dan akhirnya mengalami kegagalan. Gagalnya konsensus idealisasi tak becus karena rakus. Tetapi itulah televisi, tidak bisa disesuaikan dengan selera pribadi. Semua berhak jualan di dalamnya. Kalau ingin memenuhi selera paling enak bikin sendiri. Terlalu banyak mengonsumsi malah bikin sakit hati apabila tak kesampaian.

Ini dunia industri, rakyat tidak lagi jadi hakim yang menentukan netralitas stasiun televisi. Tanpa penonton pun sebuah stasiun televisi bisa terus mengudara. Kalau mau didik rakyat jadi cerdas dan kritis, bukan di depan televisi tempatnya. Memangnya lakon-lakon yang jadi penyiar berita, penghibur, pengamat, dll, tidak cari uang di televisi? Bahkan riwayat hidup mereka pun bisa diuangkan kalau sudah masuk sorotan kamera -dari bangun tidur, makan, kawin, cerai, mati, apa saja. Karena ini industri jadi jangan berharap membawa keuntungan atau dampak sesuai selera pribadi, bahkan selera bangsa Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s