Amir dan Deni Mengurusi Hukum Agar Bapak Tersenyum


131890862535467908713189088572140964347

Kaget juga waktu mendengar berita Amir Syamsuddin jadi calon Mentri Hukum dan HAM yang ditandemkan dengan Deni Indrayana sebagai calon wakil Mentri. Ini salah satu bentuk akal-akalan SBY yang disengaja atau ketidaksengajaan yang kentara teledornya? begitulah pertanyaan awal saya.

Lihat saja kalau si Amir ini ngomong di acara JLC, gaya retorikanya jika sudah bicara menyangkut partai Demokrat dan kader-kadernya menurut saya lebih lihai daripada si Poltak raja minyak pening pening itu. Kalau Poltak versi yang nyalak sedangkan Amir yang versi sok bijaksananya.  Saya jadi ingat kejadian waktu di acara JLC edisi remisi bagi para koruptor. Kalau tidak salah waktu itu ada Menkumham Patrialis Akbar didampingi salah satu staf atau dirjen-nya. Lalu entah mengapa si Dirjen ini keceplosan bicara seolah menentang kebijakan SBY yang dinilai seolah lembaga eksekutif melangkahi wewenang lembaga yudikatif. Langsung saja para hadirin tertawa dan wajah pak Patrialis berubah seketika seperti ada sesuatu yang mengancam dirinya.

Kalau mungkin ekspresi wajah waktu itu, mungkin TV One bersedia menayangkannya kembali, kelihatan sekali waktu itu pak Patrialis serta merta salah tingkah dan memasang ekspresi cemas yang segera disembunyikannya. Mungkin dia menyadari juga ada alamat dirinya bakal diganti karena memang tayangan itu berdekatan dengan isu-isu perombakan kabinet. Kasarannya siapa tahu akibat dari acara itu, kemudian ada yang membisiki SBY agar posisi Mentri Hukum dan HAM segera ditinjau kelayakannya apakah diteruskan atau diganti. Tetapi naifnya juga sepertinya jika mengaitkan demikian, pastinya SBY punya pertimbangan yang berbeda terutama melihat beberapa kasus hukum yang marak belakangan ini kok mulai menyerempet zona aman dirinya, seperti menyangkut partai politik yang mendukungnya dan bisa jadi putranya sendiri karena katanya Ibas juga ikut diseret si Nazar.

Sedangkan yang menambah saya lebih mengerutkan dahi karena terkejut dan kecewa adalah Deni Indrayana yang juga katanya calon wakil mentri Hukum dan HAM. Setelah Deni Indrayana hilir mudik dari satgas ke satgas, dan berulang kali menjadi juru bicara SBY di televisi, sudah jelas sekali bahwa Deni memang loyalis SBY atau mungkin dia loyalis terhadap siapapun yang berkuasa. Karena setahu saya dulu Deni itu sangat vokal mengkritik pemerintah, bahkan sampai dia menulis sebuah buku yang lumayan berani mengkritisi kinerja pemerintah dalam menangani kasus korupsi. Tetapi setelah Deni diangkat jadi Watimpres, suaranya melempem tiba-tiba dan berbalik arah jadi speaker nya rezim yang sedang berkuasa. Hal itu sempat menjadi aneh dan bahan gunjingan di akar rumput.

Atas nama etika koalisi maka acara perombakan kabinet kali ini kok terlihat rancu dan menambah polemik baru di tengah masyarakat. SBY terus mengedepankan apa yang disebutnya real politics atau politik riil sebagai pembenaran atas politik dagang sapi yang dipraktikkan dalam pemerintahannya. Padahal katanya dalam undang-undang kita ini menganut sistem presidensial, di dalam buku-buku pelajaran tata negara di sekolahan juga dibilang begitu. Kita ini menganut presidensial dan tidak satupun teori etika koalisi semacam ini ditulis dan dipelajari oleh anak sekolahan. Namun kenyataannya justru praktik politik di Indonesia-lah yang mengajari teori dagang sapi atau tukar guling dalam sistem presidensial ini. Antara teori dan praktik memang kerap berbeda namun apa yang terjadi sekarang bikin rakyat kian bosan dengan sandiwara politik.

Entahlah apa sebab musababnya perombakan kabinet ini mesti terjadi. Tetapi siapa tahu kabar keduanya menjadi calon mentri dan wakil mentri, apalagi kalau benar-benar jadi Mentri, dimaksudkan agar kinerja keduanya dapat diandalkan SBY untuk mengangkat polling survei-survei yang sudah menurunkan imej si Bapak Besar ini.

Lalu demi rakyat mana? hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s