Bir dan Determinasi Diri


1317891125945753364

Semalam suntuk saya bergadang mengerjakan tugas-tugas, dan bagi saya yang namanya duduk di depan komputer sambil mengetik berjam-jam sering bikin laper. Menjelang tengah malam saya keluar menyambangi minimarket yang masih buka. Di dalamnya cuma ada sedikit pelanggan, mungkin ada lima orang. Setelah memutar ke sana kemari saya membeli minuman mineral, kopi, gula, dan cemilan. Namun ketika sampai kasir, ada seorang pengunjung perempuan juga menghampiri kasir. Dia membeli bir kaleng dan sebungkus rokok. Pikiran saya langsung berputar, andaikan saja di tempat saya banyak anggota FPI, minimarket ini pasti sudah digerebek dan disegel.

Sering kali kita mendengar ocehan orang-orang yang berkata bahwa faktor yang memengaruhi orang merokok adalah karena lingkungan, karena banyak orang di sekitarnya yang merokok, yang menggambarkan bahwa seseorang merokok karena dideterminasi oleh hal-hal di luar dirinya. Sehingga kemudian ada pandangan yang mengatakan, kalau negara tidak melegalkan perusahaan rokok pasti tidak akan ada perokok di negara ini. Demikian pula dengan bir, kalau negara tidak melegalkan bir di negara ini, maka tidak akan ada peminum di negara ini. Artinya ada determinasi negara yang menyebabkan peminum-peminum bir muncul di tengah masyarakat.

Maka dari itu banyak orang yang menyalahkan negara ketika minuman semacam bir beredar di masyarakat, pemerintah dianggap sama saja menyuruh orang minum bir dengan melegalkan peredaran bir, atau tidak sanggup mengurusi persoalan minuman keras. Kemudian mereka bertindak sebagai eksekutor jalanan dengan merazia serta menghancurkan minimarket-minimarket yang menjual bir. “Negara sih begini, negara sih begitu, dan bla… bla… bla…” Tapi sebenarnya yang paling mendasar dari pertanyaan dalam pikiran saya; perempuan itu membeli bir, apakah karena dideterminasi oleh faktor lingkungan atau justru dia membeli bir karena dia mendeterminasi dirinya sendiri? Apakah karena di minimarket itu ada bir sehingga dia membeli minuman itu, atau apakah memang sebelumnya dia ingin minum bir dan mencari toko yang menjual bir lalu membelinya begitu mendapatkan apa yang dia cari?

Jawabannya mungkin sederhana, tidak ada barang tidak ada pembeli. Artinya kalau toko itu tidak menyediakan bir, pasti tidak akan membeli bir. Tetapi apakah kehendak seseorang untuk membeli bir dapat dibatasi oleh ketidaktersediaan barang?

Bagaimana jika perempuan itu memang ingin meminum bir, lalu mencari ke mana-mana sampai menemukan toko yang sama dengan yang saya masuki, kemudian dia mengambil bir kaleng dan membawanya ke kasir. Berarti dia sedang mendeterminasi dirinya sendiri sedari awal, dari mulai berkeinginan minum bir sekalipun waktu itu dia berada di tempat lain atau meskipun sebelumnya dia belum pernah meminum bir. Dapatkah seseorang berkeinginan meminum bir jika belum pernah meminum bir sebelumnya? Jawaban singkatnya bisa saja kembali kepada jawaban di atas, yakni tidak mungkin alias tidak ada barang maka tidak ada yang akan mengonsumsi. Tetapi bagaimana jika jawabannya adalah mungkin, yakni ketika seseorang menciptakan sendiri kondisi bagi dirinya untuk meminum bir.

Ketika orang itu mendeterminasi dirinya sendiri berarti dia mengendalikan dirinya sendiri untuk berbuat dan menerima konsekuensinya secara pribadi dan bertanggung jawab atas perbuatan itu. Dengan kalimat lain, dia atau perempuan yang saya dapati itu, secara personal tidak mendeterminasi orang lain atau masyarakatnya untuk ikutan membeli bir. Lantas pertanyaan selanjutnya, apakah perlu adanya kekuatan dari luar yang mendeterminasi dirinya, misalkan menentukan apa saja perbuatan yang boleh atau terlarang dilakukan olehnya, sementara determinasi diri yang dia lakukan tidak berdampak pada siapapun atau apapun di luar dirinya.

“Saya ingin minum bir karena ingin tahu seperti apa rasanya bir.” Mungkinkah manusia mendeterminasi dirinya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s