Masihkah Relevan Isu Bom Dikaitkan Dengan Agama?


1317101450696784825

Melihat berita dan pembicaraan tentang peristiwa bom bunuh diri di Solo, saya mendapati salah satu tanggapan atau bisa dibilang celetukan yang cukup menyentil ketertarikan saya menulis seputar persoalan ini. “SBY merdu soal kristen Solo, dan sumbang soal muslim Ambon.” demikian bunyi selentingan itu. Bukan berarti saya membela SBY, akan tetapi yang saya pertanyakan adalah apakah masih relevan jika soal bom, terorisme, dan sebagainya selalu dikaitkan dengan agama atau pengikut agama tertentu? padahal ketika bicara dalam konteks Indonesia, setiap orang Islam atau Kristen mempunyai potensi yang sama untuk melakukan aksi bom bunuh diri, tawuran antar warga, dan sebagainya. Ketika kita bicara dengan nada memilah antara si A dan B, maka bukankah kita telah menafikan potensi-potensi itu. Kasus yang sama terjadi pula pada kasus korupsi, saya pernah membaca tulisan yang memertanyakan mengapa sih yang ditangkapi hanya koruptor yang muslim, sedangkan yang kristen tidak, dan tulisan itu menuding aparat bertindak diskriminatif.

Makanya saya pertanyakan lagi di sini, apakah masih patut sebagai satu bangsa, cara pandang kita terus berada dalam pemilahan atau pengkotak-kotakkan seperti itu. Sekarang mari kita tanya sendiri dalam diri kita sebagai orang Indonesia. Misalkan kita muslim, apakah orang kristen Indonesia bukan saudara sebangsa kita dan kedudukannya setara dengan kita yang mayoritas? Kalau jawabannya mereka setara dengan kita, berarti seperti yang saya bilang barusan bahwa potensi untuk melakukan tindak kriminal dan kejahatan adalah setara, sekalipun ajaran agama kita masing-masing secara doktrinal mengajarkan korupsi salah, meneror orang lain salah, dan sebagainya.

Namun pandangan seperti itu, yang menyekat orang-orang berdasarkan latar belakang agamanya, tetap dipakai untuk menilai pejabat dan aparat struktural yang sudah jelas bahwa subjektifitas seorang pejabat negara seperti presiden adalah selalu berpijak pada stabilitas negara. Ketika ada masyarakat yang menilai bahwa kinerja presiden sebagai keberpihakan pada salah satu agama atau pengikut agama tertentu, saya pikir perlu kita melihat konteks, dan jangan-jangan tudingan itu karena didasari kesamaan agama kita dengan si pelaku bom jika kita bicara soal kasus bom bunuh diri. Sebab sering kali memang pelakunya mengusung nama agama tertentu, dan atas dasar kesamaan itu maka sensitifitas keagamaan kita muncul lalu meneriakkan suara ketidaksukaan jika agama kita dikambing hitamkan, tetapi akibatnya agama orang lain pun jadi ikut dibawa-bawa alias mencari kambing hitam lainnya. Lantas bagaimana jika misalkan pelaku bom bunuh dirinya adalah orang Kristen, apakah kita mayoritas muslim akan bilang kebalikannya, “SBY merdu soal muslim, dan sumbang soal kristen?” atau malah kita berusaha sok objektif. Padahal kalau mau nampak seolah objektif, untuk apa menyinggung soal agama dalam isu-isu bom bunuh diri dan sejenisnya yang sering dikategorikan sebagai extra ordinary crime.

Tetapi jika ingin bicara soal latar belakang agama, seringkali kita secara diam-diam menyetujui aksi kekerasan yang mengatasnamakan agama karena kita merasa dendam terhadap penganut agama lain. Atau kita seolah dibuat dendam karena alasan saudara seagama, karena saudara kita di negara lain dianggap dijajah oleh penganut agama lain, maka kita merasa boleh membalas dendam dengan melakukannya di sini di Indonesia. Sekarang tanyakan kembali pada diri kita, apakah agama membenarkan semua itu? Lalu saya akan menanyakan kembali, mengapa ketika Muhammad berperang melawan orang kaum pagan Quraisy yang bersekutu dengan klan-klan keluarga Yahudi, namun beliau tetap menyuapi dan memberi makan seorang Yahudi yang jatuh sakit dan buta? Coba letakkan konteksnya di situ, antara posisi sebagai pemimpin negara atau pemimpin agama, dan antara kebijakan politik atau ajaran etik  agama?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s