Patung Pun Jadi Sasaran Tangan Kanan Tuhan


Entah mungkin pernah atau tidak ketika kita mengkritik FPI, maka kemudian ada para pembela dan pengikut FPI yang tiba-tiba berkata, “Semoga Allah menghancurkan orang-orang yang menentang FPI.” kesannya Tuhan cuma berpihak sama golongan dan kelompok tertentu. Atau mungkin justru golongan atau kelompok tertentu itulah yang bertindak seolah sebagai tangan kanan Tuhan di bumi untuk menghakimi umat manusia.

Demam atau gejala menjadi tangan kanan Tuhan seperti ini telah menjangkiti masyarakat yang tergabung dalam sejumlah ormas tertentu. Belakangan terjadi aksi perubuhan patung pewayangan di Purwakarta. Media massa sekaliber metro TV dan TV One tidak berani menyatakan perihal nama ormas yang mendalangi aksi tersebut. Mungkin mereka takut kejadian gerebek masal di SCTV dialami sendiri oleh mereka, makanya lebih baik mereka menggunakan nama anonim ala stasiun televisi. Okelah, mungkin kita gunakan saja cara-cara itu untuk tidak langsung menuding ormas “anjing” polisi bernama FPI. Mari kita pakai saja nama anonim, ormas anonim yang melakukan pengrusakan terhadap patung tersebut.

Saya sih tidak heran jika hal itu akan terjadi. Mungkin setelah tragedi pengrusakan patung di Purwakarta, tinggal menunggu hari saja lagi semua candi peninggalan Hindu dan Buddha akan masuk daftar penghancuran. Seperti Negara Afganistan yang berupaya memusnahkan kebudayaan dan peninggalan situs sejarah mereka. Masih ingat kan berita perubuhan patung Budha yang dulu katanya paling besar dan paling tinggi di Afghanistan oleh rezim Taliban. Mungkin karena memang orang-orang seperti itu, baik di Indonesia dan di Afghan, sama sensitifnya terhadap yang namanya batu. Tapi kalau batunya bentuk kubus, gimana ya…

Patung pun jadi sasaran orang-orang yang menganggap dirinya sebagai Tangan kanan Tuhan. Terlalu banyak orang-orang di sini yang ngarep banget jadi tangan kanan Tuhan, sampai-sampai tidak ditunjuk pun malah menunjuk diri sendiri. Untungnya Indonesia masih mempunyai Bali, tempat di mana karya seni patung sangat dihargai dan juga menjadi pintu dunia Internasional untuk menghargai karya-karya seniman pemahat Indonesia. Artinya ternyata masih ada wilayah di Indonesia ini yang mau, paling tidak menghargai warisan dan peninggalan sejarah serta tidak melulu mencampur adukkan dengan urusan agama.

1316401020992986002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s