Jangan Terburu Salahkan Mahasiswa


Beberapa hari lalu saya menyaksikan Ganjar Pranowo di TVRI yang mengatakan bahwa saat ini tiada lagi tokoh aktivis dari kalangan mahasiswa sebagaimana pernah ada pada angkatan 45 sampai 98. Sekarang mari kita tanya balik kepada para politisi termasuk pengamat politik yang seringkali menjadikan mahasiswa sebagai excuse mandegnya dinamika politik di tanah air. Mahasiswa generasi sekarang sudah dibentuk oleh sistem dan kondisi sosial-ekonomi untuk menjadi pragmatis, jadi untuk apa mereka menimpakan semua alasan kepada pundak mahasiswa. Padahal mereka sendiri yang menjadikan kondisi politik tanah air compang-camping. Perhatikan saja para mantan aktivis, apa kerjanya mereka sekarang? apa masih mengurusi politik, atau mengurusi keluarga pribadi? Hidup ini tentunya tidak cuma memikirkan politik belaka. Pertanyaannya sepenting apa sih politik bagi mahasiswa, atau justru malah nggak penting?

Seberapa banyak mahasiswa saat ini yang turun ke jalan? paling-paling turun ke jalan kalau pas tawuran gara-gara rebutan pasangan, saling menghina antar kampus dan sok membela nama universitas, ribut soal bayaran kuliah, atau karena membela organisasi ekstra kampus yang kadang-kadang dianggap lebih penting karena memerjuangkan ideologi golongan. Selebihnya mungkin hanya sibuk dugeman, atau kuliah pagi pulang sore sebagai geek. Lantas bagaimana dengan politik? jawabnya bisa jadi penting nggak penting. Toh mahasiswa yang berdemonstrasi soal kondisi bangsa atau mengkritik pemerintah dan DPR, kadang-kadang baru mau turun jika uangnya juga turun. Alias mahasiswa merupakan lahan basah untuk dijadikan rebutan generasi-generasi tua mereka di balik meja partai politik, kelompok oposisi, ormas, LSM, dsb.

Apakah kondisi itu mau dipersalahkan? Sekali lagi buat para tokoh-tokoh aktivis mahasiswa dari angkatan masa lalu, jangan menyalahkan generasi sekarang. Berkacalah kepada diri kalian yang kini sudah menduduki jabatan-jabatan tertentu di parlemen atau kepemerintahan. Bukankah kalian yang membuat semakin hari kondisi politik di negeri ini kian tidak jelas. Carut marut itu ada karena kalian memertontonkannya, sehingga para mahasiswa merasa jengah terjerumus dalam permainan kalian. Lebih baik menonton atau mengabaikan gonjang-ganjing ini dan memikirkan kehidupan pribadi, setidaknya untuk bertahan hidup di negara terkutuk ini. Seperti lulus kuliah dengan cepat, mencari kerja atau membuka bisnis kecil-kecilan, lalu menikah dan membangun keluarga, serta mati dengan bahagia karena terlepas dari kehidupan yang menyakitkan ini.

Pikirkan sekali lagi untuk menjadikan mahasiswa sebagai alasan, mahasiswa bukan sumber daya untuk dieksploitasi. Kalau partai politik di negeri ini ingin menggunakan mahasiswa sebagai instrumen, lebih baik bermimpi saja, atau sediakan uang yang banyak. Percuma menjejali dengan idealisme jika tingkah laku partai politik dan patron-patronnya ternyata tidak idealis. Lebih baik membela kepentingan organisasi-organisasi masyarakat, golongan-golongan pribadi atau sektarian, yang lebih bisa menjamin keberlangsungan komunitas yang mereka gandrungi; entah komunitas pekerjaan, komunitas hobi, komunitas keagamaan, komunitas bakat, komunitas kuliner, komunitas wisata, komunitas games, komunitas foya-foya, dan sebagainya. Yang demikian itu lebih menjamin mahasiswa untuk membangun jaringan sosial kemasyarakatan dan ekonomi, daripada harus berkecimpung dalam partai politik.

Kenapa demikian? Bisa jadi karena mahasiswa bosan dengan tawaran-tawaran yang di masa lalu tampak menggiurkan. Sebaliknya saat ini tawaran-tawaran itu telah basi dan bikin bosan. Nggak perlu membawa-bawa kondisi seolah menyeramkan jika masa transisi demokrasi tidak tuntas di 2014 nanti, bahkan ada pengamat politik yang bilang jika 2014 nanti konsolidasi politik tidak terpecahkan, maka Indonesia terperangkap dalam masa transisi permanen. Apakah karena dalil demikian maka para mahasiswa di Indonesia harus kembali melek politik? Atau justru semakin membuat politik sebagai barang usang yang patut dibuang atau digadaikan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s