Orasi Kebangsaan Omong Kosong


Menyaksikan acara liputan acara orasi kebangsaan di Metro TV, tak ubahnya pepesan kosong acara ospek di kampus, yang diisi senior-senior sok idealis yang kerjanya cuma bisa membebankan apa saja kepada orang-orang yang lebih muda. Mengapa pemuda dijadikan generasi untuk menanggung kesalahan-kesalahan yang diperbuat generasi sebelumnya, padahal mereka sendiri yang membuat kesalahan-kesalahan itu dan seharusnya mereka yang bertanggung jawab. Mereka yang membikin negara ini hancur, dan anak muda yang digojlok untuk membenahinya, didelegasikan setumpuk persoalan untuk diselesaikan. Semestinya generasi yang tua ini meminta maaf kepada generasi setelahnya. Mereka yang membuat tiap kepala yang lahir di negara ini langsung terbelit hutang, terlilit sejuta porak poranda, dan terjebak dalam kekisruhan di segala bidang.

Itu kan kesalahan generasi tua yang ujug-ujug dibebankan kepada generasi muda, sementara mereka enak-enak meninggalkan dunia ini tanpa meminta maaf, lari cuci tangan dan bersembunyi. Mereka sendiri yang lupa dengan masa depan dan lebih mementingkan generasinya sendiri, dan sekarang mengemis kepada generasi muda untuk menjadi idealis. Seharusnya mereka bertanya pada diri mereka sendiri, ke mana menghilangnya idealisme kalian. Apakah cuma untuk mencari popularitas dan disebut sebagai tokoh bangsa, atau agar bisa mendapatkan kedudukan, meraih posisi di lahan basah, supaya kehidupan pribadi atau keturunan kalian sendiri aman-aman saja tak tergerus kemiskinan.

Hai generasi masa lalu, berkacalah kepada diri kalian sejauh mana andil kalian dalam menciptakan carut marut seperti sekarang. Manusia itu berubah, demikian pula tiap periode dalam lintasan sejarah, generasi selalu berubah. Jangan menerapkan standar kalian kepada generasi selanjutnya, jangan melihat kami generasi muda dengan cara pandang kalian. Padahal di satu sisi kalian generasi tua selalu menyalahkan kami generasi muda dengan segala perbuatan dan tingkah laku kami tidak sesuai dengan sejarah kalian. Sedangkan itu sejarah kalian, bukan sejarah kami. Kalian menyembunyikan ketakutan kalian tentang adanya keterputusan antara kami dengan kalian, dan kalian takut dinilai buruk oleh kami sehingga kalian bilang, “Jangan lupakan sejarah.” Sekarang kami akan bertanya, sejarah apa yang kalian buat untuk kami sampai terlahir di tengah penderitaan ini.

Untuk para generasi tua, mengapa kalian kerjanya hanya bisa mendaur ulang sejarah, menciptakan idealisasi sejarah dan menjadikan generasi penerus kalian sebagai babu dan kacung yang seolah telah kehilangan moral. Pernahkah kalian tujukan itu pada diri sendiri, atau malahan kalian menganggap generasi kalian terdiri dari orang-orang suci yang patut digugu dan ditiru. Dan sekarang kalian berdiri menyombongkan diri sebagai idealitas sejati. Ucapkan itu pada kemaluan kalian sendiri, yang kami maksud adalah rasa malu kalian saat mengumbarnya. Generasi muda bukanlah instrumen yang bisa dengan mudah kalian kooptasi, apalagi dijadikan sumber daya untuk saling diperebutkan. Kalau kalian perlu senjata, berjuang sendiri saja dengan badan kalian yang rapuh untuk memertanggung jawabkan hasil sejarah masa lalu buatan tangan-tangan kalian.

Kalau apa yang telah terjadi sekarang ini tak mampu kalian benahi, tak perlu sok idealis dan lagi-lagi menabur janji serta cita-cita utopis. Kalian ingin kejujuran? Jujurlah pada diri sendiri dan biarkan generasi muda berjuang bertahan hidup serta menemukan penawar bagi segala kontaminasi zaman yang menyejarah ini. Simpan borok kalian dan nikmati sendiri, setiap periode punya masa dan sejarahnya masing-masing. Betapa menyakitkan diperalat demi kepentingan masa lalu dan juga masa depan, betapa mengerikan terjebak dalam konflik aktor-aktor di balik layar, betapa bodohnya kami sebagai generasi muda terseret arus pertentangan yang tak kunjung usai. Mengertilah akan hal itu dan hentikan ke-norak-an kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s