Mister Dur Itu Murtad Lho


Masih belum jelas dengan contoh bagaimana perilaku “kafir-mengkafirkan” atau menyebut orang lain murtad? Padahal jelas kehidupan sehari-hari contohnya menyebar dan bahkan sering digunakan untuk saling serang menjatuhkan orang lain.

Menurut ustad Abu Bakar Ba’asyir, Mr. Dur begitu ustad Abu menyebutnya, adalah orang yang murtad dari Islam. Hal ini disampaikan beliau dalam kajian hari Ahad 3 Januari 2009, di Masjid Romadhon Bekasi. Beliau berkali-kali ditanya oleh jamaah pengajian mengenai orang-orang yang mengultuskan Abdurrahman Wahid ini.

“Maaf, saya tidak memanggil Gus, karena panggilan Gus itu hanya digunakan untuk anak kyai mulia di Jawa Timur”, kata ustad Abu. Ustad Abu mengatakan, “Jadi, mengenai mister Dur, menurut keyakinan saya Mr. Dur ini murtad karena dia telah mengatakan semua agama sama , padahal Allah mengatakan Innaddina ‘indallahil Islam, belum lagi perkataan dia soal qur’an porno, dan pluralisme. Orang yang berpaham pluralisme itu murtad karena pluralisme itu menganggap bahwasanya jika kita hidup bersama-sama, kita tidak boleh menggunakan syariat Islam”.

Orang Islam itu pada jaman nabi juga pluralitas, tapi bagaimana mengaturnya? beliau menjelaskan, “yang berlaku harus hukum Islam, orang kafir boleh hidup dibawahnya, hukum islam yang urusannya ritual berlaku hanya untuk orang Islam saja, orang kafir tidak, tapi hukum Islam yang urusannya untuk peraturan umum berlaku untuk semua, begitulah Islam”.

Jadi menurut ustad Abu, orang yang berpaham pluralisme itu juga murtad, apalagi paham demokrasi. “Maka insya Allah pendapat saya, keyakinan saya Mr. Dur itu murtad, tapi saya tidak memaksa orang berkata begitu. Itu insya Allah berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan saya siap diskusi dengan tokoh NU, kyai atau siapa saja, saya tantang diskusi untuk persoalan ini, kalau perlu mubahalah”, tandas ustad Abu Ahad kemarin di masjid Romadhon Bekasi.

sumber: http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/4769/ustad-abumr-dur-itu-murtad

—————————————————————————————————————————————

Di Indonesia ini mungkin berjibun orang yang punya kelakuan serupa, suka menuding orang lain sesat, kafir, murtad dan sebagainya. Sebenarnya apa sih yang didapat dari menuding orang lain sesat, kafir, murtad, seperti itu? Kepuasan pribadi? Pahala dari Tuhan? Biar dapat banyak pengikut? Atau cuma untuk memuaskan ego semata? Hari gini masih ada aja orang-orang yang keranjingan begituan, kesannya seperti orang kecanduan. Kecanduan untuk mengatakan “Saya-lah yang paling benar, suci, bersih,” dengan menggunakan bahasa opposite-nya bahwa “Kamu sesat, kafir, murtad,”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s