Surat Terbuka Buat Para Penyerang Ahmadiyah


129711502771626195

Salam,

Buat para penyerang Ahmadiyah, sebenarnya kalian ini mewakili siapa sih? Apa yang sebenarnya kalian bela? Agamakah? Atau Umat Islam kah? Mengapa kalian bertindak sebagai Tuhan dengan main hakim sendiri, sedangkan Tuhan baru akan menghakimi manusia di akhirat nanti. Mengapa kalian mengaku berpri kemanusiaan, tetapi memandang Ahmadiyah bagaikan hewan?

Umat Islam mana yang kalian bela jika tidak seluruh umat Islam mendukung perbuatan kalian. Apakah kalian mau menghukumi kami yang mengutuk tindakan kalian sebagai sesat dan murtad pula? Siapa sebenarnya yang memprovokasi kalian, atau justru kalian tidak butuh provokasi karena ego superioritas telah menggunung di dada kalian?

Kalau kalian menganggap negara ini negara setan karena tidak menerapkan ajaran-ajaran Islam, maka kalian perlu memertanyakan sendiri, ajaran Islam mana yang kalian klaim sebagai yang paling benar. Cara baca seperti apa yang kalian anggap kebenaran. Kalau kalian tidak bisa menerima perbedaan, lebih baik jangan tinggal di negara yang penuh perbedaan sembari menghakimi orang-orang yang berbeda dengan kalian. Kalian buat sendiri negara yang seluruhnya seragam. Kalau kalian merasa terhina akibat keyakinan Ahmadiyah, apa kalian tidak berpikir bahwa kalian menghina orang-orang Islam yang tidak setuju dengan perbuatan kalian. Tidak semua orang Islam seperti kalian, ada yang bertentangan, ada yang setuju, atau mendukung diam-diam. Lalu kalian mau apa, mau mengutuk kami sesat juga?

Kalian mau unjuk kekuatan bahwa kalian-lah sang pembela sejati agama Tuhan? Silahkan saja, tetapi untuk apa menewaskan orang-orang yang sama sekali tidak peduli dengan apa yang kalian perjuangkan. Apakah kalian ingin mencari tumbal, kambing hitam, atau sekedar berlagak menjadi superhero agama?

Kalau kalian sama kelaparannya dengan warga Ahmadiyah, lantas apakah dengan membunuhi satu per satu orang Ahmadiyah kalian bisa kenyang? Mungkin bukan kenyang yang kalian cari, tetapi pahala. Pahala apa yang akan kalian dapat ketika menusuk perut, membabat leher, dan memukuli tubuh orang lain?

Jika menurut kalian bahwa semua pembunuhan terhadap tiga orang Ahmadiyah itu dibenarkan oleh al-Qur’an dan Hadis Nabi, mungkin sebaiknya orang Islam yang tak setuju dengan perbuatan kalian, segera pindah dari Indonesia. Sebab pembunuhan besar-besaran akan segera terjadi, karena siapa saja yang berbeda dengan kalian bisa dibilang sesat dan murtad, dan siapa saja yang sesat dan murtad wajib dihukum mati.

Mungkin kalian sangat senang dengan pertumpahan darah, ramalan benturan antar peradaban, dan mimpi-mimpi utopis tentang kebangkitan Islam sebelum kiamat datang. Makanya kalian gemar mengadakan ritual pengorbanan para penghina agama, supaya Tuhan memilih kalian sebagai kelompok terbaik dan memberikan kemenangan. Tapi apakah dengan penyerangan terhadap Ahmadiyah kalian sudah merasa menang, atau kalian belum cukup puas sampai semua orang yang berbeda dapat diberantas?

Katakan kebenaran walaupun itu pahit, dan mencegah kemungkaran lebih baik daripada membiarkan kesesatan. Sementara dalam mencegah kemungkaran, yang pertama haruslah dengan kekuatan, kemudian dengan omongan, dan terakhir bersikap diam sebagai tanda lemahnya iman. Begitu kan yang kalian pahami secara tekstual, makanya ketika ada kemungkaran akan kalian hadapi dengan penyerangan sebagai bentuk kekuatan.

Mengapa tidak sekalian saja meminta bantuan dengan penyokong dana atau pimpinan kalian agar mereka membelikan senjata-senjata api. Daripada bertarung dengan pisau atau pedang, bukankah lebih banyak yang bisa kalian bunuh dengan tembakan? Lalu kalian dor satu persatu para penentang kalian, jangan lupa mengumandangkan takbir, mungkin Tuhan semakin senang melihat tontonan tembak-tembakkan dan tidak perlu susah payah menurunkan azab karena ada tentara-tentara yang bisa diandalkan. Dengan demikian akan nampak kehebatan kalian dalam mencitrakan Tuhan yang doyan perang.

MURI juga perlu memasukkan kalian dalam daftar rekor untuk kategori pengalihan isu terjitu. Ketika Alien tidak berhasil bikin geger, sebaliknya kalian bisa lebih heboh dari berita artis meninggal, revolusi di negeri orang, dan batu celup-celupan. Presiden pun menyempatkan diri tampil di televisi dan kembali menyuarakan hukum, padahal sebelumnya dia sibuk ngurusi gajinya sendiri dan lupa dengan pedangnya yang terhunus sejak kasus bank Century. Isu agama memang sangat sensitif kata sejumlah mentri dan tokoh-tokoh agama negeri. Bahkan lebih sensitif dari main bohong-bohongan di depan publik.

Salut untuk kalian yang tak ingin ketinggalan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa, mati satu atau tiga manusia tentunya hanya martir bagi pembangunan itu bukan? Apalagi kalau kalian berhasil memimpin negara ini, pastinya dalam buku-buku sejarah anak sekolah akan menceritakan bagaimana aksi heroik kalian membasmi kesesatan. Sangat mirip dengan buku sejarah di masa Orde Baru waktu kami menghafal bagaimana pemerintah menetralisir PKI.

Di Indonesia banyak orang yang berpikiran sama seperti kalian, tidak suka dengan perbedaan, dan menganggap perbedaan adalah ancaman. Leave it or Die With it, tinggalkan Ahmadiyah atau mati bersama Ahmadiyah. Makanya kalian dengan mudah mengumpulkan massa untuk mengeroyok Ahmadiyah. Tetapi kalian telah memberikan suri tauladan bagi anak-anak kecil untuk menambah perbendaharaan kosa kata baru dalam penghinaan. “Ahmadiyah lu!” begitu kata para bocah waktu saling ejek sesama mereka.

Kalian pasti pernah dengar kata-kata, “Gitu aja kok repot” Mestinya bukan Gusdur yang menjadi ikon kata-kata tersebut, melainkan kalian. Kiai satu itu sebenarnya sangat repot untuk melakukan hal-hal sederhana seperti membaca. Tetapi  kalian sangat gampang, tidak perlu repot untuk memikirkan bagaimana mentolerir Ahmadiyah, urusan segera beres dengan sekali serang.

Selain itu, pasca penyerangan minggu pagi kemarin, banyak tokoh yang ngalor-ngidul berkomentar di televisi. Semestinya mereka berterima kasih pada kalian karena bisa muncul lagi di layar kaca. Padahal mereka sudah kepengin banget tampil, tapi karena Tuhan media adalah rating maka mereka kurang dapat kesempatan. Justru dengan kerusuhan yang disebabkan oleh kalian, maka ada celah masuk untuk mereka eksis kembali.

Jadi, kapan aksi kalian berikutnya? siapa lagi yang akan kalian serang? Orang-orang pluralis, liberalis, sekularis, shi’ah, muktazilah, atau Kristen? mereka-mereka ini pastinya maksud daftar kalian kan. Orang-orang pluralis, liberalis, dan sekularis sudah kena fatwa sesat. Kemudian orang-orang shi’ah sudah jelas bertentangan dengan Sunni sejak ratusan abad silam, dan orang-orang muktazilah juga kalian bilang sesat karena terlalu mengedepankan akal, terus Kristen kalian anggap sebagai agama penjajah dan orang-orang pribumi yang tadinya muslim sudah banyak yang terkena Kristenisasi. Katakan saja pada pak Kapolri siapa berikutnya yang jadi sasaran, toh polisi di lapangan pasti hanya diam menyaksikan aksi kalian, dan tentunya Tuhan pun kalian anggap telah memberikan pembenaran.

Salam.

Kupret el Kazhiem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s