<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dekonstruksi dan Oposisi</title>
	<atom:link href="http://kupretist.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kupretist.wordpress.com</link>
	<description>Sapere Aude</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 May 2013 07:50:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kupretist.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dekonstruksi dan Oposisi</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kupretist.wordpress.com/osd.xml" title="Dekonstruksi dan Oposisi" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kupretist.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sikap Keras Ahok Terhadap Warga Bantaran Waduk Pluit</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/12/sikap-keras-ahok-terhadap-warga-bantaran-waduk-pluit/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/12/sikap-keras-ahok-terhadap-warga-bantaran-waduk-pluit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 May 2013 07:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[kapitalisme]]></category>
		<category><![CDATA[media massa]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub DKI]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat dengan banjir besar di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara beberapa bulan lalu. Salah satu penyebabnya adalah meluapnya Waduk Pluit karena tak mampu menampung air. Waduk yang dulu luasnya 80 hektare kini telah menyusut menjadi 60 hektare. Penyebabnya, 20 hektare luas waduk telah ditanami bangunan ilegal oleh warga. Akibatnya, waduk menjadi kecil dan menyusut. &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/05/12/sikap-keras-ahok-terhadap-warga-bantaran-waduk-pluit/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1227&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h5 style="text-align:justify;">Masih ingat dengan banjir besar di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara beberapa bulan lalu. Salah satu penyebabnya adalah meluapnya Waduk Pluit karena tak mampu menampung air.</h5>
<p style="text-align:justify;">Waduk yang dulu luasnya 80 hektare kini telah menyusut menjadi 60 hektare. Penyebabnya, 20 hektare luas waduk telah ditanami bangunan ilegal oleh warga. Akibatnya, waduk menjadi kecil dan menyusut. Bahkan, kedalaman waduk hanya dua meter, yang idealnya sekitar lima meter.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah banjir surut, Pemprov DKI Jakarta mencoba melakukan normalisasi waduk. Rupanya usaha itu bukan pekerjaan mudah. Warga yang menempati bantaran waduk menolak pindah. Bahkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pun belum berhasil membujuk warga.<br />
&#8230;<br />
Padahal, warga yang menempati tanah negara itu direlokasi ke rumah susun. Toh mereka tetap menolak dan malah minta ganti rugi. Sikap warga Pluit yang keras kepala itulah menyebabkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja (Ahok) emosi. Berikut sikap-sikap Ahok terhadap warga Pluit:</p>
<p style="text-align:justify;">Ini pernyataan paling keras Ahok saat menanggapi warga Pluit yang enggan direlokasi dari bantaran Waduk Pluit. &#8220;Kasih rusun enggak mau. Maunya rumah yang rata. Ya kalau miskin tahu dirilah. Dikasih rumah, enggak mau,&#8221; kata Ahok beberapa waktu lalu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahok lalu mencontohkan orang kaya. Ia memperkirakan, orang kaya tidak akan betah tinggal di tanah karena ke depan pajaknya akan terus naik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Makanya semua akan berganti tinggal di apartemen. Kenapa? Karena bagi pajak. Kerena tanah itu pajaknya bagi bersama,&#8221; ujar Ahok.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Terakhir mereka tidak hanya menolak tapi juga mau bagi lahan. mana bisa? Itu jalur hijau, gitu loh. Di Jakarta enggak pernah beres soal lahan ini kalau didudukin terus minta ganti. Dudukin tanah negara (waduk) yang objek vital, minta diganti,&#8221; imbuhnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahok tetap ngotot bahwa warga Waduk Pluit harus pindah. Sebab, mereka saat ini tinggal di atas tanah milik negara.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yang jelas warga harus keluar dari Waduk Pluit,&#8221; ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (2/5).</p>
<p style="text-align:justify;">Menurutnya, selama ini warga tersebut tidak pernah membayar sepeser pun kewajiban terhadap negara. Tetapi, malah meminta uang ganti rugi setelah diminta untuk pindah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mereka enggak pernah bayar sama negara. Sekarang disuruh pindah malah minta ganti rugi. Kurang ajar mereka,&#8221; jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahok mengatakan ada sebagian warga Waduk Pluit yang mengaku miskin, tapi rumahnya menggunakan rangka baja ringan. &#8220;Tempat kamu pake baja konstruksi ringan enggak? Nah di sana pakai (baja ringan) itu, jadi orang miskin apa orang kaya?&#8221; ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.merdeka.com/jakarta/7-emosi-meledak-ledak-ahok-kepada-warga-pluit/kurang-ajar-mereka.html" target="_blank" rel="nofollow nofollow">http://www.merdeka.com/jakarta/7-emosi-meledak-ledak-ahok-kepada-warga-pluit/kurang-ajar-mereka.html</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1227&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/12/sikap-keras-ahok-terhadap-warga-bantaran-waduk-pluit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Membasmi Konflik ala Ahmad Heryawan</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/10/cara-membasmi-konflik-ala-ahmad-heryawan/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/10/cara-membasmi-konflik-ala-ahmad-heryawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 06:39:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1225</guid>
		<description><![CDATA[Politik agama resmi dan agama tidak resmi yang dilakukan pemerintah semakin menggurita. Kelompok minoritas seperti Ahmadiyah dianggap sebagai sumber konflik dan karenanya harus dibasmi. Paling tidak itulah yang dicetuskan oleh sang Gubernur terpilih untuk periode kedua Ahmad Heryawan. Ahmad Heryawan menilai, kekerasan berujung perusakan pada saat penyerangan jemaah Ahmadiyah di Kampung Babakan Sindang, Desa Cipakat, &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/05/10/cara-membasmi-konflik-ala-ahmad-heryawan/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1225&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Politik agama resmi dan agama tidak resmi yang dilakukan pemerintah semakin menggurita. Kelompok minoritas seperti Ahmadiyah dianggap sebagai sumber konflik dan karenanya harus dibasmi. Paling tidak itulah yang dicetuskan oleh sang Gubernur terpilih untuk periode kedua Ahmad Heryawan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahmad Heryawan menilai, kekerasan berujung perusakan pada saat penyerangan jemaah Ahmadiyah di Kampung Babakan Sindang, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, dan di Kampung Wanasigra, Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, minggu lalu, tidak perlu terjadi jika ajaran Ahmadiyah hilang.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tentu kita ingin kerukunan hidup beragama berlangsung baik. Ahmadiyah ini ada sisi melanggar dan pelanggaran, sebenarnya ada pada penyebaran ajaran agama yang bertentangan. Kalau ini hilang maka tidak ada masalah,” kata Ahmad Heryawan saat ditemui di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jalan Surapati, Kota Bandung, Selasa (7/5/2013).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah kutipan perkataan Aher di salah satu media <a href="http://regional.kompas.com/read/2013/05/07/13543759/Gubernur.Jabar.Ahmadiyah.Hilang.Masalah.Pun.Hilang">Kompas</a>, dan mungkin logika semacam ini yang ada di benak para pemimpin negeri. Bahkan, mungkin bangsa ini memang berlogika seperti itu. Dalam tulisan saya sebelumnya yang berjudul <a href="http://politik.kompasiana.com/2012/07/14/kebebasan-beragama-dan-kebebasan-tak-beragama-476867.html"><em>Kebebasan Beragama dan Kebebasan Tak Beragama</em></a>, saya mengulas mengenai kronologi sejarah mengapa pemerintah menerapkan politik agama resmi dan tidak resmi. Warga negara yang memeluk agama resmi adalah mereka yang disebut beragama, sedangkan yang tidak memeluk agama resmi maka disebut tidak beragama.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya akan mengutip kembali dari tulisan saya sebelumnya, Pada tahun 1961, Kementrian Agama menggagas pengertian bahwa yang dimaksud dengan agama adalah; kepercayaan terhadap Tuhan yang maha esa, adanya Nabi dan kitab suci, dan mempunyai komunitas penganutnya. Definisi agama tersebut tentunya mengadopsi agama-agama monoteistik, terutama yang berasal dari rumpun semit; Islam dan Kristen. Menurut Niels Mulder, definisi tersebut diformulasikan oleh Kementrian Agama untuk meng-<em>counter</em> aliran kebatinan/kepercayaan yang berkembang sejak 1950-an. Sebagaimana tercatat pada tahun 1953, kurang lebih terdapat 360 kelompok aliran kebatinan/kepercayaan. Kelompok-kelompok tersebut mempunyai pengaruh signifikan dalam pemilu pada tahun 1955, di mana para elitnya dengan mudah memobilisasi massa untuk menggunakan hak pilih mereka, yang mayoritas ditujukan pada partai-partai berhaluan nasionalis atau komunis. Implikasinya partai-partai berasaskan Islam hanya mendapat tak lebih dari 42 prosen suara.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat yang sama BKKI (<em>Badan Kongres Kebatinan seluruh Indonesia</em>) telah dibentuk sebagai respon terhadap PAKEM (Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) yang dibentuk Kementrian Agama pada tahun 1952. BKKI sempat mengajukan pada Presiden Soekarno pada tahun 1957 agar aliran kebatinan setara dengan agama, namun hal tersebut mendapat penolakan. Legitimasi PAKEM semakin menguat semenjak mempunyai cabang-cabang di seluruh provinsi. Dalam surat instruksi No 34/Pakem/S.E./61 tertanggal 7 April 1961, Badan Koordinasi PAKEM pusat memberikan otoritas bagi seluruh cabang dalam menginvestigasi buku-buku keagamaan, brosur, traktat, dan materi-materi yang diproduksi di dalam negeri maupun diimpor dari luar negeri. Kekuasan PAKEM menjadi tak terbatas dalam menjustifikasi aliran keagamaan dan/atau kepercayaan yang sesat dan menyesatkan dan diduga berbahaya bagi masyarakat. Pada tahun 1967, Kejaksaan Agung mengambil alih kontrol terhadap PAKEM setelah pada tahun 1955, kontrol terhadap PAKEM diambil alih Kementrian Kehakiman dari Kementrian Agama. Di masa Orde Baru, PAKEM juga digunakan oleh pemerintah untuk mengawasi gerakan-gerakan politik kelompok-kelompok keagamaan. MUI sendiri terbentuk di tahun 75-an, yang pada waktu itu banyak menerima protes dari masyarakat. Akan tetapi, pada tahun 2000-an MUI mereformasi diri dengan slogannya menjadi pelayan umat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan pun muncul umat yang mana yang dilayani? Apakah umat yang puritan dan fanatis, atau moderat, atau liberal? Terlepas dari slogan tersebut, rekam jejak MUI tampak jelas bahwa selama ini MUI bertindak sebagai pemilik otoritas keagamaan yang sah–dalam hal ini Islam. Urusan persoalan agama akan dilarikan ke MUI dan setelah MUI berkoar soal fatwa-fatwa, muncullah kelompok ormas-ormas yang akan mengeksekusi fatwa MUI. Ormas-ormas yang bagaikan tentara partikelir ini sering kali melakukan <em>sweeping</em> seperti yang terjadi pada kasus Ahmadiyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kebebasan beragama meskipun dijamin dalam konstitusi negara, tetapi juga dibatasi oleh kerangka politik korporatisme. Nah, saat ini ketika lembaga-lembaga agama bikinan Orde Baru sudah terbentuk, mereka terus menancapkan tajinya untuk mengokohkan sebagai otoritas agama yang ada di Indonesia. Permasalahan kontemporer ternyata bukan cuma soal warga negara yang memeluk agama resmi dan tidak resmi, tetapi juga  mengenai kelompok-kelompok minoritas yang dituding menyempal dari doktrin ajaran agama resmi sebagaimana yang terus diawasi oleh lembaga otoritas keagamaan bentukan negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Dulu pernah ada isu Syi’ah itu sesat, demikian juga sejumlah kelompok lain yang difatwakan sesat oleh MUI dan tak terkecuali Ahmadiyah yang mana polemiknya sudah berlangsung sejak tahun 80-an. Saat ini muncul lagi pertentangan itu ditambah dengan meningkatnya kelompok-kelompok puritan yang sangat mudah bereaksi terhadap golongan-golongan yang dibilang sesat dengan cara-cara mengangkat senjata. Akibatnya konflik di tengah masyarakat semakin meruncing. Aparat negara seperti polisi juga berlogika sama, mereka mendukung kelompok mayoritas, dan akibatnya yang terjadi adalah aparat dan masyarakat puritan/fanatik bersatu padu menistai kelompok minoritas, sebagaimana penyegelan yang terjadi di <a href="http://birokrasi.kompasiana.com/2013/04/09/kasus-ahmadiyah-ketika-aparat-dan-masyarakat-bersatu-menindas-minoritas-549730.html">Bekasi</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang sang Gubernur pun turut mengamini kebijakan politik agama resmi dan tidak resmi yang mau tak mau justru semakin mengkonstruk pola pikir serta paradigma masyarakat dalam memandang kelompok minoritas, atau kelompok yang dituding sesat. Buktinya adalah pernyataan Ahmad Heryawan sendiri yang bisa jadi juga ungkapan atau pesanan dari partai yang mendukungnya, yakni PKS. Tak hanya Aher, saya rasa banyak sekali pemimpin-pemimpin di daerah di Indonesia ini yang memang berlogika dan bertindak serupa. Namun, inilah yang terjadi di Indonesia; bukannya keragaman dalam sebuah persatuan, tapi penyeragaman untuk menyatukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Mari kita ganti mottonya; bukan <em>Diversity in Unity, </em>tapi <em>Uniformity for Unity</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1225&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/10/cara-membasmi-konflik-ala-ahmad-heryawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi TKW yang Dipancung Karena Membunuh Majikan yang Memperkosanya</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/puisi-tkw-yang-dipancung-karena-membunuh-majikan-yang-memperkosanya/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/puisi-tkw-yang-dipancung-karena-membunuh-majikan-yang-memperkosanya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 06:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[ateis]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1223</guid>
		<description><![CDATA[sumber: http://puisi-esai.com/2012/03/22/minah-tetap-dipancung/ MINAH TETAP DIPANCUNG /1/ Aku genggam tasbih itu Selalu. Basah kuyub tasbih itu Oleh air mataku Selalu. Tangan dan bibirku gemetar Menciuminya Selalu. Ampun ya Allah, Ampun, Aku hanya membela diri Tak ada niatku membunuh Bantu aku ya Allah. Apakah ini dzikirku Yang terakhir? Berguncang-guncang dadaku. Berdesakan dalam benakku: Bayangan suamiku Bayangan si &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/puisi-tkw-yang-dipancung-karena-membunuh-majikan-yang-memperkosanya/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1223&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>sumber: <a href="http://puisi-esai.com/2012/03/22/minah-tetap-dipancung/">http://puisi-esai.com/2012/03/22/minah-tetap-dipancung/</a></p>
<p><strong>MINAH TETAP DIPANCUNG</strong></p>
<p>/1/</p>
<p>Aku genggam tasbih itu<br />
Selalu.<br />
Basah kuyub tasbih itu<br />
Oleh air mataku<br />
Selalu.<br />
Tangan dan bibirku gemetar<br />
Menciuminya<br />
Selalu.</p>
<p><em>Ampun ya Allah, Ampun,</em><br />
<em>Aku hanya membela diri</em><br />
<em>Tak ada niatku membunuh</em><br />
<em>Bantu aku ya Allah.</em></p>
<p><em>Apakah ini dzikirku</em><br />
<em>Yang terakhir?</em></p>
<p>Berguncang-guncang dadaku.<br />
Berdesakan dalam benakku:<br />
Bayangan suamiku<br />
Bayangan si kecil,<br />
Anakku.</p>
<p>Ampun ya Allah, beribu ampun.<br />
Tak henti-hentinya kusebut<br />
Ahmad, suamiku<br />
Aisah, anakku<br />
Berulang-ulang kusebut<br />
Asma Allah.</p>
<p>Aminah namaku,<br />
Minah panggilanku, TKW asal Indonesia<br />
Kerja di Saudi Arabia<br />
Sebagai pembantu rumah tangga.</p>
<p>Kini aku sudah mati<br />
Algojo memenggal leherku<br />
Karena telah membunuh majikan<br />
Yang berulang kali memperkosaku<br />
Dan menyiksa jiwaku.</p>
<p>Dzikir itu kulakukan semalaman<br />
Berharap masih ada mukjizat<br />
Yang bisa menyelamatkanku;<br />
Aku masih ingin hidup!<br />
Namun, hukum dunia<br />
Lebih kejam dari yang kuduga.<br />
Kemarin aku mati<br />
Dipancung, tepat di leherku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/2/<br />
Rasanya baru kemarin sore<br />
Aku berdiri kaku<br />
Mengintip bulan redup di langit Cirebon<br />
Kota kelahiran yang tak lagi beri harapan.</p>
<p>Malam itu aku di samping suami tercinta<br />
Menyusun rencana.<br />
Sudah sekian lama suamiku nganggur<br />
Anak perempuanku, delapan tahun,<br />
Belum juga ia bersekolah<br />
Aku belum bisa bayar uang iurannya.</p>
<p>Itulah awal tekadku bekerja ke Arab Saudi.<br />
Kuyakinkan Suami ijinkan aku pergi,<br />
Hidup perlu biaya.</p>
<p>Di depan cermin<br />
Kuperhatikan rupa dan tubuhku –<br />
<em>Aku pantas hidup lebih baik.</em><br />
Tekadku tak terbendung<br />
Harapanku melambung<br />
Membubung dibawa angin gurun:<br />
Menjadi TKW aku!</p>
<p>Banyak temanku berhasil<br />
Kerja di negeri itu,<br />
Berkirim uang ke kampung<br />
Renovasi rumah orang tua.<br />
Meniru orang kaya Jakarta.</p>
<p>Ingin aku seperti mereka<br />
Satu di antara sekian juta perempuan<br />
Yang bekerja di negeri asing<br />
Menjadi apa saja.1<br />
Suamiku tak lagi bisa mencegah.</p>
<p>Bapakku menggadaikan sawah<br />
(Yang nanti harus kutebus kembali)<br />
Untuk calo<br />
Untuk pelatihan<br />
Untuk cek kesehatan<br />
Untuk persekot pembekalan akhir<br />
Untuk asuransi –<br />
Empat juta rupiah<br />
Melayang sudah<br />
Dari tanganku.</p>
<p>Perusahaan tenaga kerja meyakinkan kami,<br />
<em>Uang sebegitu tiada arti</em><br />
<em>Dibanding gaji besar nanti</em>.2</p>
<p>Aku protes dan bertanya,<br />
<em>Kamu korupsi, ya?</em><br />
<em>Kamu memoroti kami, ya?</em></p>
<p>Agen itu menjawab,<br />
<em>Barangkali Babe di atas sana yang korupsi, Bu.</em><br />
<em>Kita mah hanya cari seseran ala kadarnya</em><br />
<em>Buat tambahan istri belanja.</em></p>
<p>Ya, sudahlah, uangku telah raib entah ke mana –<br />
Tapi aku bangga karena mereka<br />
Menyebutku pahlawan devisa<br />
Berjasa bagi negara.3</p>
<p>Akhir tahun 2010<br />
Aku dan rombongan berangkat ke luar negeri<br />
Dengan tujuan Arab Saudi<br />
Negeri tempat orang berhaji.4</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/3/</p>
<p>Tak ada seorang teman pun yang menjemputku<br />
Ketika sampai di negeri asing itu<br />
Padahal mereka sudah tiba lebih dahulu.<br />
Kakiku ragu ketika melangkah<br />
Masuk ke sebuah rumah.<br />
Sepi.</p>
<p>Berkelebat wajah-wajah yang kusayangi:<br />
Anakku,<br />
Suamiku,<br />
Orang tuaku;<br />
Sekejap teringat sepetak sawah<br />
Yang harus kubeli lagi nanti<br />
Yang sudah digadaikan bapakku.</p>
<p>Air mataku pun menetes<br />
Tapi buru-buru kuhapus<br />
Saat tuan rumah menyambutku<br />
Dengan dingin.</p>
<p>Aku kerja di keluarga Arab yang kaya-raya<br />
Rumahnya 20 kali lebih luas<br />
Dari rumah orang tuaku;<br />
Toiletnya bagus<br />
Lebih bagus dibanding ruang tamu kepala desa.</p>
<p>Majikan perempuan<br />
Menunjukkan kamar tidurku,<br />
Besar, bersih;<br />
Jendela menghadap halaman belakang.<br />
Rumah itu dikelilingi pagar terali<br />
Yang kokoh dan tinggi.</p>
<p>Belum sempat aku merebahkan diri<br />
Untuk melepas lelah<br />
Majikan perempuan memanggilku;<br />
Didiktekannya daftar panjang tugasku:<br />
Memasak, mencuci, menyetrika,<br />
Dan membereskan seluruh rumah.</p>
<p><a title="Puisi_3_2" href="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_2.jpg"><img title="Puisi_3_2" alt="" src="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_2.jpg" width="150" height="150" /></a><br />
/4/</p>
<p>Alhamdulilah!<br />
Masakanku disukai dan dipuji,<br />
Maklum aku perempuan kampung<br />
Biasa menghabiskan waktu di dapur.</p>
<p>Hari-hariku bermekaran, seperti dalam mimpi<br />
Seperti bunga-bunga pagar<br />
Yang tak pernah terlewat kusirami.<br />
Di halaman rumah itu selalu tumbuh keinginanku<br />
Menyulap waktu agar cepat berlalu –<br />
Terbayang olehku: uang yang nanti kudapat<br />
Dari kucuran keringatku sendiri<br />
Akan kukirim kepada Suami<br />
Untuk menyambung hidup<br />
Untuk menyekolahkan Anak.</p>
<p>Guru ngajiku di pesantren dulu mengajarkan<br />
Agar aku bersikap sopan<br />
Tahu tata cara dan bertutur kata.<br />
Aku suka tersenyum –<br />
Tapi celaka, majikan pria</p>
<p>Keliru mengartikannya<br />
Dikiranya aku penggoda.<br />
Mana mungkin aku berani?<br />
Dan lagi, ha-ha-ha,<br />
Suamiku lebih ganteng darinya.</p>
<p>Aku tidak paham budaya, terus terang saja,<br />
Bagiku orang Arab dan Indonesia sama saja<br />
Kan sama-sama Islam agamanya,<br />
Dan menurut guru ngajiku<br />
Senyum sama dengan sedekah nilainya.</p>
<p>Ketika majikan perempuan tidur lelap<br />
Majikan pria mendekatiku<br />
Rupanya ia berusaha merayuku;<br />
Aku hanya bisa senyum<br />
Tapi mulai merasa takut<br />
Tak berani menatap matanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/5/</p>
<p>Dengan cepat zaman berubah.<br />
Hari-hari berjalan sangat lambat, terasa lelah;<br />
Kurindukan Suami yang tampak cemas<br />
Di saat melepasku pergi.<br />
Berulang kupanggil suamiku<br />
Dalam hati.</p>
<p><em>Ahmad, ketika kita dekat</em><br />
<em>Aku menjauh cari rejeki</em><br />
<em>Ketika kita jauh</em><br />
<em>Aku ingin berada di sisimu.</em><br />
<em>Tiba-tiba aku takut, Ahmad</em>.</p>
<p>Dan anakku yang mungil itu,<br />
Yang suka minta uang jajan?<br />
Tak terukur rinduku<br />
Dan kupanggil Aisah buah hatiku,<br />
<em>Anakku Aisah, maafkan ibu</em><br />
<em>Tak bisa setiap hari menyuapimu.</em><br />
<em>Dulu ibu kira kalau kerja di negeri jauh</em><br />
<em>Akan membawa kebahagiaan bagimu,</em><br />
<em>Akan bisa menyekolahkanmu.</em><br />
<em>Tapi kini, wahai, Ibu merasa hampa dan jemu</em>.</p>
<p>Mengumpulkan harta – itu tujuanku.<br />
Tapi belum ada yang bisa dikirim sekarang.<br />
Aku tak tahu bagaimana rasanya<br />
Menerima gaji pertama – tapi kapan?<br />
Tidak ada perjanjian.</p>
<p>Burung yang terkurung di sangkar emas<br />
Masih tetap bisa bernyanyi<br />
Tapi di rumah yang megah ini<br />
Mulutku malah terkunci,<br />
Tak ada siapa-siapa untuk berbagi cerita<br />
Karena tak boleh keluar rumah.5</p>
<p>Hari dan tanggal tak lagi kutahu<br />
Bekerja dan bekerja saja, terus-menerus menunggu,<br />
Tak ada yang pasti bagiku.</p>
<p><a title="Puisi_3_3" href="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_3.jpg"><img title="Puisi_3_3" alt="" src="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_3.jpg" width="150" height="150" /></a></p>
<p>/6/</p>
<p>Selepas pagi<br />
Pekerjaan rutin telah selesai<br />
Tinggal beberapa potong pakaian yang harus kusetrika;<br />
Aku ingin salat Dhuha dulu.<br />
Hari itu rumah sepi, majikan pria pergi bekerja,<br />
Majikan perempuan entah ke mana.</p>
<p>Baru saja menggelar sajadah<br />
Kudengar pintu pagar dibuka –<br />
Majikan pria melangkah masuk.<br />
Matanya nyalang menatapku:<br />
Kuduga ia membayangkan<br />
Apa yang ada di balik sarungku.</p>
<p>Ia bergerak mendekat<br />
Memegang punggungku<br />
Lalu meremas payudaraku.<br />
<em>Jangan, Tuan!</em></p>
<p>Aku berontak<br />
Kuterjang ia –<br />
Tapi ia perkasa</p>
<p>Menarik sarungku dengan paksa.<br />
Ia tampaknya sudah gelap mata.<br />
Aku berteriak sekuat-kuatnya<br />
Kudorong tubuhnya<br />
Sampai membentur dinding.</p>
<p>Tapi lelaki itu kembali mendekat<br />
Menyebut beberapa patah kata bahasa Arab<br />
Yang tak kupahami artinya.</p>
<p>Begitu sigap tindakannya<br />
Seakan apa yang hendak dilakukannya<br />
Tidak menyalahi aturan agama.</p>
<p>Aku terkesima<br />
Aku tercampak<br />
Aku terhina!<br />
Aku ludahi mukanya,<br />
<em>Aku bukan budak</em><br />
<em>Aku bekerja di sini</em><br />
<em>Tidak untuk diperkosa</em>.<br />
Ia tak paham bahasa Indonesia<br />
Dan aku juga tak bisa mengatakan apa pun<br />
Dalam bahasanya.</p>
<p>Ia terus mendekat,<br />
Aku kembali berteriak<br />
Aku mengancamnya<br />
Tapi semua itu lenyap begitu saja<br />
Menguap di udara.</p>
<p>Aku melawan sampai kehabisan nafas<br />
Sampai tenagaku habis terkuras –<br />
Tak berdaya,<br />
Aku kalah.<br />
Tinggal tangis yang masih tersisa.</p>
<p>Usai menunaikan nafsu bejatnya<br />
Ia lemparkan<br />
Beberapa helai uang real.<br />
Aku tak lagi punya tenaga.</p>
<p>Sekali terjadi,<br />
Terulang dua kali,<br />
Tiga kali,<br />
Berkali-kali!</p>
<p><em>Ya, Allah, malang benar</em><br />
<em>Nasib hamba-Mu ini!</em></p>
<p>(Sebagai ibu muda yang lugu dari desa<br />
Minah tak mengerti pernah ada sebuah zaman<br />
Ketika budak boleh diperkosa majikan<br />
Kebiasaan itu masih dipercayai oleh banyak orang<br />
Di zaman <em>Facebook</em> dan <em>Twitter</em> sekalipun<br />
Ia tak pernah membayangkan itu terjadi padanya)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/7/</p>
<p>Di dalam kamarku<br />
Kalau tengah malam tiba</p>
<p>Aku lihat kotak itu:<br />
Begitu banyak sudah real<br />
Yang diberikannya<br />
Setiap selesai memperkosaku.<br />
Pernah aku tergoda<br />
Untuk mengambil uang itu<br />
Kukirim ke kampung halaman –<br />
Keluargaku sudah lama menunggu itu<br />
Sedangkan gaji tak kunjung dibayar.</p>
<p>Terbayang sepetak sawah<br />
Yang bisa kutebus kembali dengan uang itu.</p>
<p>Terbayang sekolah dasar<br />
Terbayang anakku Aisah berlarian dan berlajar.</p>
<p>Tapi kudengar lantang suara hatiku,<br />
<em>Jangan kaubohongi suamimu</em><br />
<em>Jangan kausekolahkan anakmu</em><br />
<em>Dengan uang si bejat itu!</em></p>
<p>Aku teringat dulu di pesantren<br />
Guru ngaji mengajarkan<br />
Agar patuh Suami<br />
Agar berjuang mencari rejeki.</p>
<p>Aku pun melancarkan protes,<br />
Kutegakkan kepala,<br />
Gusti Allah,<br />
<em>Sudah kulakukan semua ajaran baik<br />
Tapi mengapa tetap saja kena celaka?</em><br />
<em>Kau berjanji melindungi</em><br />
<em>Kaum tertindas, kaum yang lemah –</em><br />
<em>Aku ini lemah,</em><br />
<em>Sangat lemah.</em></p>
<p>Tak kutahu kenapa mulanya<br />
Aku jadi sangat marah;<br />
Aku teriak sangat keras<br />
Dalam hati.<br />
<em>Ya, Gusti Allah</em><br />
<em>Kenapa begini jadinya?</em><br />
<em>Ampun, ya Allah.</em></p>
<p>Dan uang di kotak itu pun<br />
Aku sobek<br />
Satu demi satu<br />
Sambil menangis<br />
Dalam-dalam,<br />
Tertahan.<br />
Kubayangkan diriku sudah jadi gila!</p>
<p>Lama aku terbaring.<br />
Mendadak kurasakan niat suci<br />
Untuk memberontak.<br />
Aku harus melawan<br />
Apa pun yang akan terjadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/8/<br />
Aku mencari jalan,<br />
Mengadu kepada majikan perempuan<br />
Berharap mendapatkan perlindungan.<br />
Namun, bukan pembelaan yang kudapat<br />
Malah penyiksaan berlipat-lipat.<br />
Aku dituduh menggoda suaminya dengan senyumku.<br />
Dan aku pun disiksa:<br />
Tubuhku dicambuk<br />
Rambutku dijambak<br />
Pahaku diseterika.</p>
<p>Aku menjerit<br />
Tapi jeritan-tangisku sia-sia<br />
Wakil Indonesia di Arab sana6<br />
Bekerja seperti biasa.</p>
<p>(Sebagai ibu muda yang lugu dari desa<br />
Minah tak mengerti bahwa tak semua TKW berperilaku baik<br />
Ada juga yang sengaja menjadi pelacur<br />
Dan merepotkan ibu rumah tangga dan polisi di sana)</p>
<p><a title="Puisi_3_4" href="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_4.jpg"><img title="Puisi_3_4" alt="" src="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_4.jpg" width="150" height="150" /></a></p>
<p>/9/<br />
Betapa sering aku ingin melarikan diri<br />
Tapi takut tertangkap polisi.7<br />
Pasporku pun dipegang majikan.8<br />
Pernah terpikir aku melompat saja<br />
Dari jendela lantai tiga –<br />
Tapi setelah itu ke mana?</p>
<p><em>Ya Gusti,</em><br />
<em>Kenapa Kau-tinggalkan aku sendiri</em><br />
<em>Terkapar antara hidup dan mati?</em></p>
<p>Suatu malam kejadian itu kembali terulang.<br />
Majikan menyelinap<br />
Masuk kamar;<br />
Kini aku harus melawan<br />
Lebih dari biasanya.<br />
Tak kuduga ia mengambil pisau<br />
Komat-kamit bicara<br />
Aku tak paham maknanya.</p>
<p>Secepat kilat ia kuasai diriku.<br />
Astaga! Dijepitnya leherku<br />
Dibekapnya mulutku –<br />
Aku tak bisa bernafas.</p>
<p>Entah dengan kekuatan apa<br />
Aku sebut nama Allah,<br />
Aku rebut pisau itu<br />
Kutancapkan tepat di perutnya.</p>
<p>Aku selamat dari sergapan<br />
Tapi malam itu pula sirna sudah<br />
Semua impian.<br />
Ia terkapar, tak bernyawa.</p>
<p><em>Ya Allah…</em><br />
Hanya itu yang terucap.<br />
Aku hanya mempertahankan diri<br />
Tapi ada yang mati.</p>
<p>(Sebagai ibu muda yang lugu dari desa<br />
Minah tak mengerti walau membela diri<br />
Jika majikan mati di tangannya<br />
Ia juga bisa mati – dipancung)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/10/</p>
<p>Harus kuhadapi pengadilan,<br />
Tanpa perlindungan;<br />
Hukum yang berlaku di negeri Arab<br />
Nyawa berbayar nyawa.9</p>
<p>Pemerintah memberikan tanggapan<br />
Tapi untuk kasusku,<br />
Itu sudah ketinggalan kereta.<br />
Upaya hukum telat<br />
Upaya diplomasi politik tak dirintis dari awal<br />
Dan tidak ada pembelaan di pengadilan –<br />
Ya, ya, harus aku jalani<br />
Hukuman pancung.<br />
Ya, ya, aku harus dipancung!</p>
<p>Seorang pengacara dikirim<br />
Untuk membantuku,<br />
Aku dengar cerita<br />
Rakyat Indonesia membelaku.<br />
Bagaimanapun, aku pahlawan devisa.<br />
Pak Menteri panjang lebar pidato<br />
Akan berjuang membebaskanku</p>
<p>Tapi semuanya terlambat sudah.<br />
Aku terus melawan walau sendiri<br />
Dengan segala cara.<br />
Kepada pengacara kutuliskan<br />
Urutan peristiwaku<br />
Dalam membela kehormatan<br />
Yang oleh hukum dunia disebut pembunuhan.<br />
Aku mohon itu disiarkan seluas-luasnya.</p>
<p>Aku ikhlas mati tapi memberi makna<br />
Aku ikhlas mati tapi mempunyai arti.</p>
<p>Selebihnya, aku pasrah;<br />
Aku hanya mohon bisa bertemu anakku Aisah<br />
Untuk terakhir kali.<br />
Ingin kutanyakan ikhwal sekolahnya –<br />
Tapi permintaan itu pun susah dipenuhi.</p>
<p>Aku hanya bisa titipkan surat<br />
Salam untuk suamiku<br />
Dan pesan khusus agar kelak<br />
Anakku satu-satunya<br />
Tidak menjadi TKW sebelum ada perlindungan hukum.</p>
<p>(Sebagai ibu muda yang lugu dari desa<br />
Minah tak mengerti TKW sudah jadi industri<br />
Pengiriman TKW tak bisa distop<br />
Jika tak ingin pengangguran merajalela)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>/11/</p>
<p>Aku sudah tiada<br />
Tetapi masih teringat malam<br />
Sebelum kepala<br />
Dipisahkan dari tubuhku.</p>
<p>Di malam terakhir itu aku teringat sawah di kampung.<br />
Aku, suami, dan anakku bersantap di saung,<br />
<em>Aisah</em>, kata suami kepada anakku,<br />
Ibumu akan ke Saudi,<br />
Bekerja di sana;<br />
Nanti Ibu akan pulang membawa rejeki<br />
Dan kita akan membeli sawah ini<br />
<em>Yang lebih besar dari sawah kakek</em>.<br />
Anak itu tampak kegirangan<br />
Sejak dulu ia senang<br />
Duduk di saung.</p>
<p>Di malam terakhir<br />
Aku terus berdzikir<br />
Kuharapkan ada mukjizat<br />
Menyelamatkan diriku.<br />
Bayangan suami dan anakku<br />
Berseliweran dalam benakku<br />
Mengaduk-aduk perasaanku.</p>
<p><em>Ampun ya Allah</em><br />
<em>Siapkan hatiku</em><br />
<em>Ampun ya Allah</em><br />
<em>Siapkan jiwaku.</em></p>
<p>Terus aku berdzikir<br />
Hingga tak ingat apa-apa lagi.</p>
<p>Dalam dzikirku malam terakhir itu<br />
Terbayang suamiku datang ke kamarku<br />
Dan dibisikkannya,</p>
<p><em>Aminah, betapa bangga aku padamu:</em><br />
<em>Kau berjuang untuk keluarga</em><br />
<em>Membela kehormatan diri.</em><br />
<em>Guru ngaji di pesantren</em><br />
<em>Tak akan menyalahkanmu.</em><br />
<em>Meski besok dipancung</em><br />
<em>Kau tetap hidup di hatiku</em><br />
<em>Dan di hati Aisah, anak kita itu.</em></p>
<p>Coba kupeluk bayangan suamiku<br />
Bayangan anakku<br />
Hangat terasa – aku tersenyum<br />
Dan itu senyumku yang terakhir.<br />
***</p>
<ol>
<li> Setiap bulan ada 60.000 TKI yang berangkat ke luar negeri, atau rata-rata per hari 2000 TKI. Mereka bekerja di berbagai negara: Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Taiwan, Kuwait, Yordania, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, dan Bahrain. Sumber: <a href="http://www.bnp2tki.go.id/berita-mainmenu-231/2296-jumhur-sertifikasi-kompetensi-instrumen-lindungi-tki-plrt.html" rel="nofollow">http://www.bnp2tki.go.id/berita-mainmenu-231/2296-jumhur-sertifikasi-kompetensi-instrumen-lindungi-tki-plrt.html</a>.</li>
<li>Iming-iming gaji besar menjadi salah satu daya tarik bagi para calon tenaga kerja Indonesia (TKI) untuk meninggalkan tanah air dan bekerja di luar negeri. Gaji TKW di Arab Saudi per bulan 800 riyal, di Singapura 450 dolar, di Hongkong 3.740 HK (Rp 4.114.000). Sementara di Brunei Darussalam, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, dan Bahrain, sebesar 220 USD per bulan. Sumber: <a href="http://bnp2tki.go.id/berita-mainmenu-231/5464-ade-adam-noch–lima-tahun-bnp2tki-memudahkan-pelayanan-tki.html" rel="nofollow">http://bnp2tki.go.id/berita-mainmenu-231/5464-ade-adam-noch–lima-tahun-bnp2tki-memudahkan-pelayanan-tki.html</a>.</li>
<li>Para tenaga kerja Indonesia di luar negeri memang sering disebut pahlawan devisa, karena menyumbang banyak sekali devisa kepada negara. Bank Indonesia mencatat jumlah total remitansi TKI sepanjang 2010 yaitu US$ 6,73 miliar. Pengiriman uang dari TKI selama kuartal pertama tahun 2011 mencapai US$1,6 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Sumber: <a href="http://www.neraca.co.id/2011/06/23/" rel="nofollow">http://www.neraca.co.id/2011/06/23/</a><br />
moratorium-tki-berdampak-luas-ke-daerah/.</li>
<li>Sepanjang tahun 2010 Indonesia mengirimkan 570.285 orang TKI ke seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 60% berangkat ke Arab Saudi (sebanyak 228.890 orang) dan Malaysia (sebanyak 115.624 orang). Sumber: <a href="http://fokus.vivanews.com/news/read/" rel="nofollow">http://fokus.vivanews.com/news/read/</a><br />
228793-sejumlah-negara-tujuan-tki-pengganti-arab.</li>
<li>Para TKW di Arab Saudi tidak diizinkan ke luar rumah, berbeda dengan TKW yang bekerja di Hongkong, Korea, atau Taiwan, yang setiap akhir pekan bisa menikmati indahnya taman kota, berjalan-jalan di pusat-pusat perbelanjaan, atau bertemu dan mengobrol dengan teman-temannya sesama TKW. Sumber: <a href="http://www.duniatki.com/" rel="nofollow">http://www.duniatki.com/</a><br />
aturan_kerja_di_luar_negeri-informasi3_tki_duniatki-2. html; lihat juga sebagai perbandingan, <a href="http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/06/03/" rel="nofollow">http://luar-negeri.kompasiana.com/2011/06/03/</a><br />
kebebasan-hong-kong-surganya-para-tkitkw/.</li>
<li>Siksaan seperti yang dialami Aminah telah menjadi cerita umum di kalangan para TKW. Sepanjang tahun 2010, sebanyak 1.075 TKW Indonesia disiksa majikannya. Tak jarang, penyiksaan tersebut berujung kematian. Migrant Care mencatat dari tahun 2007 hingga 2011 ada 10 orang TKW di berbagai negara yang meninggal karena disiksa majikannya. Mereka yang meninggal karena kekerasan oleh majikannya ini ialah: (1). Kurniasih TKW asal Pati Jawa Tengah, meninggal karena disiksa di Malaysia tahun 2007; majikan bebas. (2) Animah binti Jari, TKW asal Banten, meninggal karena disiksa di Kuwait tahun 2007 (3). Siti Tarwiyah, TKW asal Ngawi, meninggal karena disiksa di Arab Saudi, Agustus 2009. Kasus hukum berhenti karena kompensasi (4). Susmiyati, TKW asal Pati, meninggal karena disiksa di Arab Saudi, Agustus 2009; kasus hukum berhenti karena kompensasi (5). Munti binti Bani, TKW asal Jember, meninggal karena disiksa di Malaysia, 2009 (6). Fauziah, TKW asal Cibubur Jakarta, meninggal karena disiksa dan korban kekerasan seksual di Malaysia, Mei 2010 (7). Kikim Komalasari, TKW asal Cianjur, meninggal karena disiksa dan jenazahnya dibuang di tempat sampah di Saudi Arabia, November 2010 (8). Sariah, TKW asal Indramayu, meninggal karena disiksa dan korban kekerasan seksual di Kuwait, 2010 (9). Ernawati, TKW asal Kudus, meninggal karena disiksa di Arab Saudi, Februari 2011 (10). Isti Komariah, TKW asal Banyuwangi, meninggal karena disiksa di Malaysia, Mei 2011. Sumber: <a href="http://headlines.vivanews.com/news/read/" rel="nofollow">http://headlines.vivanews.com/news/read/</a><br />
229833-tiap-tahun–kekerasan-terhadap-tkw-meningkat.<br />
Tapi banyak pula kasus TKW yang juga karena kesalahan TKW itu sendiri. Ada pula kasus TKW yang memang menggoda majikan pria. Ada pula kasus TKW yang pensiunan PSK (Penjaja Seks Komersil). Kasus TKW tidak hitam putih. Tidak semua kasus TKW disebabkan oleh kesalahan majikan.</li>
<li>Para TKW yang mengalami nasib seperti Aminah biasanya melarikan diri, tapi itu sangat beresiko. Hal ini pernah dialami Rusniah binti Azis, TKW asal Karawang, Jawa Barat, yang menjadi pembantu rumah tangga di rumah keluarga Abdullah Muhammad Al-Sah, di Arab Saudi. Rusniah tewas terjatuh dari lantai tujuh ketika berusaha kabur dari rumah majikannya pada 17 Mei 2011. Maskendi binti Kulin, TKW asal Sumbawa Besar, NTB, juga pernah kabur dari majikannya di Arab Saudi pada Juli 2009 karena tak tahan dengan siksaan kedua majikannya. Selama 2 tahun 6 bulan ia belum digaji sama sekali. Kondisinya memprihatinkan, ada luka bakar di tangan, muka, dan punggung. Mukanya cacat karena dipukul dengan gayung sayur yang panas sehingga kulit terbakar; giginya rontok disabet selang air. Sumber: <a href="http://www.metrotvnews.com/read/news/" rel="nofollow">http://www.metrotvnews.com/read/news/</a><br />
2011/06/25/55843/TKW-Asal-Karawang-Tewas-Terjatuh-dari-Lantai-7-Rumah-Majikan.</li>
<li>Dalam MoU yang ditandatangani dengan majikan tidak disebutkan bahwa paspor tetap akan dipegang Aminah. Pejabat-pejabat kita yang berwenang tidak memikirkan soal ini, yang berdampaknya sangat besar pada orang-orang yang bernasib seperti Aminah. Akibatnya, apapun masalah yang dia alami di rumah itu tidak akan bisa mengadu kepada siapapun di luar rumah. Sumber: <a href="http://www.republika.co.id/berita/nasional/" rel="nofollow">http://www.republika.co.id/berita/nasional/</a><br />
umum/11/06/22/ln6b3j-majikan-arab-gemar-tkw-indonesia-karena-penurut-dan-tak-gampang-mengeluh.</li>
<li>Hukum di Arab Saudi menerapkan langsung ayat al-Quran surat al-Baqarah ayat 178 yang menyebutkan tentang hukum qisas. (Nyawa) orang merdeka dibayar dengan orang merdeka, hamba sahaya dengan hamba sahaya, perempuan dengan perempuan. Sebenarnya ayat ini diturunkan untuk melenyapkan budaya jahiliyah yang berkembang sebelum datangnya Islam. Pada waktu itu, jika seseorang dibunuh, maka sekeluarga si pembunuh akan dibunuh pula. Ayat ini bermaksud menekankan pentingnya asas kesaimbangan, satu nyawa berbalas satu nyawa. Namun ayat itu juga mengandung perkecualian. Apabila keluarga korban memaafkan, maka eksekusi batal dijalankan. Sebagai bentuk permohonan maaf, pihak pembunuh harus mengganti dengan denda berupa 100 ekor unta, 40 di antaranya yang sedang hamil. Kalau dirupiahkan angkakanya mencapai Rp 4,7 miliar. Namun, ada pula hadist yang diriwayatkan Ibnu Hiban dan Imam Al Baihaki yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda; harus diberikan maaf apabila seseorang membunuh karena terpaksa.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1223&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/puisi-tkw-yang-dipancung-karena-membunuh-majikan-yang-memperkosanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Puisi_3_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Puisi_3_3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://puisi-esai.com/wp-content/uploads/2012/03/Puisi_3_4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Puisi_3_4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Fanatisme Agama Kuasai Negara</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/jika-fanatisme-agama-kuasai-negara/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/jika-fanatisme-agama-kuasai-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 05:55:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[ateis]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[emansipasi perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[sosbud]]></category>
		<category><![CDATA[ustaz]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh: Sutomo Paguci sumber: Kompasiana Inilah yang terjadi jika kaum fanatis agama kuasai negara. Akan banyak aturan-aturan tak masuk akal dengan dalih agama. Wajar, karena orang yang masuk kelompok ini akan kehilangan daya kritis di otaknya. Yang ada hanya indoktrinasi, indoktrinasi, dan indoktrinasi. Di Indonesia ada aturan dilarang ngangkang khusus bagi wanita. Selain itu, &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/jika-fanatisme-agama-kuasai-negara/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1221&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ditulis oleh: Sutomo Paguci</p>
<p style="text-align:justify;">sumber: <a href="http://regional.kompasiana.com/2013/05/04/jika-kaum-kecanduan-agama-kuasai-negara-557240.html">Kompasiana</a></p>
<p style="text-align:justify;">Inilah yang terjadi jika kaum fanatis agama kuasai negara. Akan banyak aturan-aturan tak masuk akal dengan dalih agama. Wajar, karena orang yang masuk kelompok ini akan kehilangan daya kritis di otaknya. Yang ada hanya indoktrinasi, indoktrinasi, dan indoktrinasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Indonesia ada aturan dilarang ngangkang khusus bagi wanita. Selain itu, ada aturan di mana agama jadi ajang pemaksaan: pemaksaan baca tulis Quran, pemaksaan berjilbab, pemaksaan syahadat ulang bagi sekte agama nonmainstream jika hendak menikah, dsb.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Turki, bahkan, pramugari Turkish Airlines dilarang memakai lipstik warna merah. Entah apa dampak lipstik warna merah bagi keselamatan penerbangan. Yang jelas secara akal sehat, tidak ada. Sehingga wajar banyak protes keras atas aturan tak masuk akal demikian. Dalam kaitan ini, ada usulan bernada olok-olok, antara lain mengapa lipstik warna merah tak diganti lipstik warna putih saja biar Islami.</p>
<p style="text-align:justify;">Turki memang negara sekuler. Namun pasca berkuasanya kaum Islam konservatif di sana, warna Islam (versi mereka) mulai diberlakukan dengan tegas. Di samping itu, Turki mulai mengambil posisi konfrontasi dengan negara-negara yang berseberangan dengan ideologi politik Islam konservatifnya. Inilah yang terjadi jika agama dibawa-bawa ke politik. Agama akan dijadikan legitimasi konflik terhadap pihak yang berseberangan kepentingan dan ideologi.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Arab Saudi, konon diberitakan, ada razia orang ganteng yang masuk ke negaranya. Ada beberapa orang ganteng terjaring razia dan diusir dari negara itu karena ditakutkan akan membuat wanita Arab tergoda pada kegantengan itu. Wuih. Benar-benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Lembah Swat, perbatasan Pakistan-Afganistan, seorang bocah perempuan bernama Malala Yousafzai diberondong tembakan mematikan oleh gerilyawan Taliban, organisasi politik islam garis keras. Bukan karena Malala melawan Taliban dengan senjata. Melainkan karena Malala melakukan aktivitas advokasi hak pendidikan bagi perempuan di Lembah Swat.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Malaysia, para sempalan garis keras tak berkutik di negara itu, berkat keras dan tegasnya hukum diberlakukan di bawah titel “The Internal Security Act 1960″. Di bawah rezim hukum ini siapapun yang merongrong kedaulatan dan keamanan negara, termasuk kaum garis keras, akan ditangkap dan dijebloskan ke penjara tanpa perlu disidangkan dan tanpa perlu batasan waktu berapa lama penahanan dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, kaum garis keras di Malaysia mengungsi ke Indonesia untuk menyalurkan syahwat kecanduan agamanya, terutama yang bersifat desktruktif. Maka berdatanganlah ke Indonesia dari Malaysia orang seperti Abu Bakar Baasyir, Nordin M Top, Dr Azhari, dan entah siapa lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka itu (Nordin M Top cs) adalah Islam garis keras yang diduga kuat berpaham Wahabi, yang bersemboyan di mana langit dipijak di situ harus berdiri Negara Islam dan Khilafah. Di luar prinsip mereka adalah <em>thogut</em> dan harus dihancurkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang terjadi di Turki, Afganistan dll niscaya akan terjadi juga di Indonesia jika kaum fanatis agama menguasai negara. Ideologi negara Pancasila, yang sifatnya menyatukan semua elemen bangsa tanpa sekat SARA, akan diganti dengan ideologi politik agama tertentu saja. Lihatlah, di level daerah sudah mulai marak!</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis yakin seribu persen, bahwa jika kaum fanatis agama diberi ruang untuk berkiprah lebih luas di sektor publik, maka dunia akan bergerak menuju abad kegelapan. Wanita akan dikekang habis-habisan. Kekerasan akan merajalela dengan alasan agama. Pembatasan interaksi dengan pihak luar akan diberlakukan dengan ketat. Dst.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah yang terjadi jika kaum fanatis agama kuasai negara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1221&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/05/07/jika-fanatisme-agama-kuasai-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulama Mesir bilang perempuan berdemo layak diperkosa</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/21/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/21/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Apr 2013 06:39:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>
		<category><![CDATA[sosbud]]></category>
		<category><![CDATA[ustaz]]></category>
		<category><![CDATA[wahabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1212</guid>
		<description><![CDATA[sumber: Merdeka.com Ulama Salafi Mesir Ahmad Mahmud Abdullah mengatakan perempuan pegiat dan mereka ikut berdemonstrasi di Lapangan Tahris, Ibu Kota Kairo layak diperkosa. Ulama biasa dipanggil Abu Islam itu juga bilang kaum hawa berdemo sebagai tidak punya malu, tidak punya takut, dan bahkan tidak punya sisi feminin. Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Kamis (7/2), Abu &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/04/21/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1212&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h1 style="text-align:left;"></h1>
<p style="text-align:justify;">sumber: <a href="http://www.merdeka.com/dunia/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa.html">Merdeka.com </a></p>
<div id="mdk-body-news-detimg" style="text-align:justify;"><img alt="Ulama Mesir bilang perempuan berdemo layak diperkosa" src="http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/08/149202/540x270/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa.jpg" /></div>
<p style="text-align:justify;">
<div style="text-align:justify;">
<div></div>
</div>
<p style="text-align:justify;">Ulama Salafi Mesir Ahmad Mahmud Abdullah mengatakan perempuan pegiat dan mereka ikut berdemonstrasi di Lapangan Tahris, Ibu Kota Kairo layak diperkosa. Ulama biasa dipanggil Abu Islam itu juga bilang kaum hawa berdemo sebagai tidak punya malu, tidak punya takut, dan bahkan tidak punya sisi feminin.</p>
<p style="text-align:justify;">Stasiun televisi <em>Al Arabiya</em> melaporkan, Kamis (7/2), Abu Islam mengatakan hal itu dalam acara televisi miliknya sendiri al-Ummah. &#8220;Katakan pada para perempuan itu wilayah merah. Mereka datang ke sana sebab mereka ingin diperkosa,&#8221; ujarnya berapi-api. Dia juga menuding kaum hawa datang ke Tahrir bukan untuk berdemo tapi mengantarkan tubuhnya ke massa.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut ulama itu hak perempuan yakni menutup aurat, feminin, dan berbicara sopan. &#8220;Mereka yang ada di Tahrir 90 persen pegiat pelacur dan 10 persen janda tidak satu pun mengontrol mereka. Di Tahrir Anda bisa melihat perempuan bicara seperti monster,&#8221; kata Abu Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">Cap setan juga disematkan Abu Islam pada perempuan pegiat politik. Dia juga menyebut Islam liberal sebagai Muslimix.</p>
<p style="text-align:justify;">Beberapa kelompok demonstran memang melaporkan pemerkosaan terjadi pada kaum hawa saat unjuk rasa berpusat di Tahrir. Lapangan ini menjadi simbol demokrasi rakyat Negeri Sungai Nil itu. Di tempat itu pula mantan Presiden Husni Mubarak berhasil dilengserkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Islam juga mengkritik mereka menginginkan Presiden Muhammad Mursi untuk mundur. Para ulama Salafi selama ini memang bersatu mendukung Ikhwanul Muslimin menegakkan syariat Islam di Mesir.</p>
<p style="text-align:justify;">Protes di Mesir memang semakin luas dan para demonstran mulai menuntut Mursi untuk mundur dari jabatannya. Ketegangan politik di Mesir sejauh ini sudah menewaskan 64 orang dan ratusan luka-luka.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1212&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/21/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/02/08/149202/540x270/ulama-mesir-bilang-perempuan-berdemo-layak-diperkosa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ulama Mesir bilang perempuan berdemo layak diperkosa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Banyak Masjid Tak Berizin di Indonesia</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/12/banyak-masjid-tak-berizin-di-indonesia/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/12/banyak-masjid-tak-berizin-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Apr 2013 07:51:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[membongkar sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[sosbud]]></category>
		<category><![CDATA[ustaz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1208</guid>
		<description><![CDATA[Edisi nyengir kecut kali ini adalah ketika saya mendapatkan berita di Jakarta Globe bahwa ternyata di Indonesia banyak sekali masjid yang berdiri tapi tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya. Sementara itu, belakangan kita melihat fenomena banyaknya gereja yang dibongkar baik oleh aparat maupun ormas keagamaan&#8211;lebih spesifik agama mayoritas, atau dilarang pendiriannya berdasarkan alasan tidak mempunyai &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/04/12/banyak-masjid-tak-berizin-di-indonesia/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1208&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Edisi <i>nyengir </i>kecut kali ini adalah ketika saya mendapatkan berita di <a href="http://www.thejakartaglobe.com/home/most-indonesian-mosques-dont-have-building-permits-komnas-ham/584633">Jakarta Globe </a>bahwa ternyata di Indonesia banyak sekali masjid yang berdiri tapi tidak ada Izin Mendirikan Bangunan (IMB)-nya. Sementara itu, belakangan kita melihat fenomena banyaknya gereja yang dibongkar baik oleh aparat maupun ormas keagamaan&#8211;lebih spesifik agama mayoritas, atau dilarang pendiriannya berdasarkan alasan tidak mempunyai IMB.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaannya adalah, apakah masjid-masjid ini nantinya juga akan dibongkar, atau berani di bongkar oleh pemerintah daerah setempat?</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Komnas HAM, 85 persen rumah ibadah di Indonesia tidak mempunyai izin dan sebagian besar berupa masjid. &#8220;Mayoritas rumah ibadah tanpa izin bangunan adalah masjid,&#8221; kata Imdadun Rahmat, wakil ketua komisi (Komnas HAM). Banyak rumah-rumah ibadah yang dibangun berdasarkan pada kebutuhan penduduk di dekatnya, tapi sering mengabaikan proses perizinan.</p>
<p style="text-align:justify;">Imdadun mengatakan bahwa daripada membongkar rumah ibadah, semestinya pemerintah harus melindungi mereka mengingat pentingnya mereka bagi penduduk lokal. Sebagai contoh beberapa gereja telah ditutup, atau dihancurkan oleh pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir karena tidak memiliki izin bangunan yang tepat. HKBP Taman Sari gereja di Setu, Kabupaten Bekasi, dibongkar bulan lalu oleh pemerintah kabupaten Bekasi. Didirikan pada tahun 1998, gereja sedang dalam proses untuk mendapatkan izin bangunan, tetapi kepala distrik, Neneng Hasanah Yasin, memutuskan untuk menghancurkan bangunan menyusul adanya demonstrasi dari ormas-ormas tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun demikian, penerbitan izin bangunan tidak menjamin bolehnya berdiri bangunan rumah ibadah, seperti pada kasus GKI Yasmin, sebuah gereja Protestan di Bogor, yang memperoleh lisensi dengan benar tetapi kemudian dilucuti oleh walikota, yang menyatakan bahwa gereja tersebut harus memuat perjanjian dengan penduduk setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">Mahkamah Agung memerintahkan pemerintah daerah untuk membuka kembali gereja, tetapi pihak walikota tidak mengikuti aturan tersebut dan ironisnya dibela oleh masyarakat serta ormas seperti Gerakan Reformis Islam (GARIS), Front Pembela Islam (FPI), Forum Komunikasi Muslim Indonesia (Forkami).</p>
<p style="text-align:justify;">Masalah GKI Yasmin pun dianggap berita lokal. Padahal, berita ini sudah terdengar sampai dunia internasional. Anehnya lagi, Presiden sendiri tidak pernah menegur Walikota. Walikota Bogor, Diani Budiarto, dengan arogansinya  tak menghiraukan surat dari lembaga tinggi negara seperti; <a href="http://news.detik.com/read/2011/12/15/042229/1791550/10/ombudsman-kasus-gki-yasmin-jadi-preseden-buruk-penegakan-hukum">Mahkamah Agung dan Ombudsman. </a>Berita yang santer terdengar GKI Yasmin-Bogor akan dipindah lokasi ke lahan milik pemda.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya pemindahan lokasi adalah akal bulus, bukan menjadi jalan keluar, dan hanya mengorbankan GKI Yasmin saja. Contoh nyata adalah HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, sampai saat ini masih terkatung-katung di bekas kantor Pemuda Pancasila, setelah dipindah dari Ciketing.</p>
<p style="text-align:justify;">DPRD menghendaki Walikota menyelesaikan sengketa GKI Yasmin melewati jalur hukum. Katanya, harus ada perda-nya dulu. Sepertinya DPRD Bogor juga setali tiga uang, dalam melihat masalah relokasi GKI Yasmin ini. Pemkot Bogor ingin dana relokasi tersebut dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bogor 2012. Sehingga jika dana itu disahkan, GKI Yasmin akan direlokasi tahun depan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat  mengatakan, bahwa apa yang ditunjukkan Walikota Bogor itu adalah arogansi seorang Walikota. “Kami sudah galang kekuatan agar apa yang ditunjukkan, dalam masalah yang terjadi di GKI Yasmin adalah sesuatu yang bukan main-main, Walikota telah makar, maka pemerintah pusat harusnya memberikan tindakan tegas,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan terakhir, gereja, kata si Walikota, tak boleh dibangun di jalan tokoh Muslim, sementara keluarga tokoh sendiri tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Sepertinya masalah agama tidak mengajarkan moral, kesopanan dan saling menghargai antara sesama makhluk.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Inilah Indonesia&#8211;atau Indonistan ya, yang jelas negara ini perlahan menuju tirani baru. Yang tambah tidak logis lagi, orang Indonesia kebanyakan berdalih begini:</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Coba <i>dong A</i>nda bandingkan dengan di Eropa, jangankan umat Islam mendirikan rumah ibadah, beribadah juga susah,&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, begitulah logika orang Indonesia. Ketika di Eropa atau negara lain, muslim dipersulit, maka di sini non-muslim pun harus dipersulit. Logika seperti inilah yang dipakai oleh orang Indonesia. Padahal, semestinya kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia justru lebih menghargai kemajemukan dan menghormati minoritas.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyakan sendiri kepada Anda, apakah memang benar di negara ini ada yang namanya kebebasan beragama? Jelas sekali bagi saya sama sekali tidak ada. Kembali lagi kepada pertanyaan saya di atas, beranikah pemerintah daerah menyegel masjid tak berizin di Indonesia, jika memang hukum kita doyan segel-menyegel?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<div>
<dl id="attachment_237540">
<dt><img class="aligncenter" title="136567769969457807" alt="136567769969457807" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/136567769969457807.jpg" width="315" height="208" /></dt>
<dd></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1208&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/12/banyak-masjid-tak-berizin-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/136567769969457807.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">136567769969457807</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Santet Masuk KUHP = Menuju Era Kegelapan Hukum di Indonesia</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-di-indonesia/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 20:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[ateis]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[hermeneutik]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[sosbud]]></category>
		<category><![CDATA[ustaz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1201</guid>
		<description><![CDATA[sumber: http://hukum.kompasiana.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-549933.html Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tepatnya, pasal 292. (ay 1), “Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, menimbulkan harapan, menawarkan atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-di-indonesia/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1201&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">sumber: <a href="http://hukum.kompasiana.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-549933.html" rel="nofollow">http://hukum.kompasiana.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-549933.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tepatnya, pasal 292.</p>
<p style="text-align:justify;">(ay 1), “Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan, menimbulkan harapan, menawarkan atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak kategori IV.”</p>
<p style="text-align:justify;">(ay 2),  “jika pelaku tindak pidana tadi melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, maka pidananya ditambah sepertiga.”</p>
<p style="text-align:justify;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang wanita Arab Saudi akhirnya dihukum pancung, setelah dinyatakan bersalah telah mempraktikkan sihir yang dilarang di negara kerajaan yang berhaluan keras itu, kata kementerian dalam negeri negara setempat. Amina binti Abdulhalim Nassar dieksekusi di provinsi wilayah utara, Jawf, karena “mempraktikkan ilmu gaib dan sihir” <a href="http://selaluonline.com/detail-1949-dituduh-praktik-sihir-wanita-saudi-dihukum-pancung.html" target="_blank">[Arab Saudi]</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Penggalan news di atas, hanya satu dari ratusan ribu berita tentang santet, perdukunan, sihir,  magic , dan sejenisnya yangt terarsip oleh Mas dan Mba Google. Belum lagi, jika ditambah dengan (jika mau membuka buku-buku Sejarah Eropa terbitan lama) <em>Isejarah Era Kegelapan di Eropa </em>pada abad pertengahan, Ketika itu, agama (dhi Katolik) begitu berkuasa di sana, sehingga semua yang beda dengan Teks Kitab Suci (secara harfiah) diangap hasil karya Setan dan dunia kegelapan; akibatnya atas nama undang-undang (yang dibumbui agama), semua yang beda itu dihukum mati.</p>
<p><img class="aligncenter" title="1365608769381277973" alt="1365608769381277973" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/1365608769381277973.jpg" width="472" height="236" /></p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana di Indonesia? Mungkin tidak sama persis dengan di Eropa, Arab, ataupun Afrika, tapi biasa saja nuansanya sama. Misalnya, ada orang yang tertimpa <em>penyakit aneh</em>, keluar paku dari dalam tubuh, perut kembung/bengkak, atau tiba-tiba linglung berhari-hari, bicara sendiri dan terus menerus, serta mengalami gejala-gejala atau pun sesuatu yang tak normal lainnya, langsung dikatakan sebagai terjena santet, sihir, magic, dan sejenisnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, mulai mencari-cari (kira-kira) siapa yang melakukannya; dan jika ada yang dicurigai, kemudian dibumbui dnegan sentimen, ketidaksukaan, atau dendam, maka dalam tempo yang tak lama, yang dicurigai itu akan mengalami sanksi dan hukuman massa.</p>
<p style="text-align:justify;"><em> </em>Kini, jika itu mau dimasukan ke dalam KUHP; maka bisakah membuktikan bahwa SI A, B, C, yang melaukan santet, sihir, dan seterusnya; atau hanya merupakan tuduhan yang berdasar asumsi, tuduhan, asal menuduh, sentimen, dan dendam. Hal sperti itu, justru akan membawa pada kegelapan peradilan dan peradilan yang berdasar <em>bukan bukti nyata </em>serta tanpa bukti.</p>
<p style="text-align:justify;">Atau malah, akan muncul ribuan, bahkan ratusan ribu, dan jutaan tertuduh dari dituduh; mereka adalah orang-orang yang dituduh melakukan <em>perdukunan, sihir, santet, </em>dan seterusnya, hanya berdasar apa kata orang dan gejala-gejala. Pengadilan akan penuh dan sangat sibuk dengan hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Juga, jika memang santet <em>harus </em>dimasukan ke KHUP, maka perlu ada <em>mata kuliah </em>yang berhubungan dan menyangkut santet, dukun, sihir, dan lain-lain pada Fakultas-fakultas Hukum di Sekolah Tinggii dan Universitas-unversitas. Dengan demikian, hakim, jaksa, pengacara bisa menuduh, mengadili, dan membela terdakwa serta klien tindak pidana santet berdasar apa-apa yang mereka pelajari sebelumnya. Plus, harus ada upaya mengilmiahkan Santet, Sihir, Dukun dan seterus sebagai Ilmu yang terstruktur dan imliah, bahkan harus ada pula guru besar <em>Santetilogi,</em> <em>Sihirilogi</em>, <em>Dukunilogi</em> dan dan sejenisnya.</p>
<p><img class="aligncenter" title="1365609030434159353" alt="1365609030434159353" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/1365609030434159353.jpg" width="465" height="244" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1201&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/santet-masuk-kuhp-menuju-era-kegelapan-hukum-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/1365608769381277973.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1365608769381277973</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/1365609030434159353.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1365609030434159353</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DPR Sibuk Ngurusi Santet, Takut Bahas Hukuman Koruptor</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/dpr-sibuk-ngurusi-santet-takut-bahas-hukuman-koruptor/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/dpr-sibuk-ngurusi-santet-takut-bahas-hukuman-koruptor/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 18:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[PKS]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1199</guid>
		<description><![CDATA[Ketua Umum Ikadin, Otto Hasibuan mengutarakan, Indonesia tak membutuhkan UU santet. Pasalnya, RUU santet tak akan menekan penggunaan ilmu magis yang kerap mencelakakan orang lain. &#8220;RUU santet tak mendukung untuk diterapkan,&#8221; jelasnya kepada wartawan, Minggu (7/4/2013). Dijelaskan, pembuktian perbuatan santet sangat lemah. Begitupun dengan bukti yang didapat dari keterangan para saksi. &#8220;Memang keterangan saksi atau &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/dpr-sibuk-ngurusi-santet-takut-bahas-hukuman-koruptor/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1199&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://surabaya.tribunnews.com/2013/04/07/ikadin-tolak-rancangan-undang-undang-santet#sthash.TA4I0EeW.dpbs">Ketua Umum Ikadin, Otto Hasibuan mengutarakan, Indonesia tak membutuhkan UU santet. </a>Pasalnya, RUU santet tak akan menekan penggunaan ilmu magis yang kerap mencelakakan orang lain. &#8220;RUU santet tak mendukung untuk diterapkan,&#8221; jelasnya kepada wartawan, Minggu (7/4/2013).</p>
<p style="text-align:justify;">Dijelaskan, pembuktian perbuatan santet sangat lemah. Begitupun dengan bukti yang didapat dari keterangan para saksi. &#8220;Memang keterangan saksi atau pelaku bisa dijadikan bukti, tapi mana ada pelaku santet bisa mengakui perbuatannya,&#8221; terangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejauh ini, kitab undang-undang hukum pidana (KUHP) sudah cukup untuk memidanakan semua perilaku yang merugikan orang lain, termasuk pelaku santet. Karenanya, RUU tak tepat untuk dibicarakan apalagi disahkan sebagai undang-undang. Pengakuan dari pelaku cukup dijerat dengan pasal yang sudah ada.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau ada yang mengaku bahwa sebagai dukun santet dan bisa membunuh orang, ini <i>kan</i> bisa dipidana dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia melihat, pembahasan RUU santet secara psikologis akan mendukung untuk menciptakan pikiran-pikiran tak logis dalam masyarakat. Tak hanya itu, RUU santet akan memicu berkembangnya kepercayaan kepada takhayul yang tak akan membangun kepribadian bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">=====================================================</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut pemikiran sederhana dari orang awam seperti saya&#8211;setelah saya menjadi pelarian, saya menahbiskan diri menjadi orang awam, RUU ini lagi-lagi merupakan potret seberapa dangkalnya pola pikir anggota DPR. Di tengah huru hara perang antara Eyang Subur dan Adi Bing Slamet, mereka seolah terseret ke pusaran isu yang kini <i>ujug-ujug </i>menasional. Tiba-tiba muncul pula tuntutan dari sebagian kalangan masyarakat untuk memasukkan pasal santet ke dalam KUHP.</p>
<p style="text-align:justify;">Negara ini dibawa-bawa untuk mengurusi hal-hal gaib dan supranatural mirip di Eropa pada abad-abad kegelapan dan juga mirip di negara seperti Saudi Arabia pada masa kini di mana banyak warganya dihukum gara-gara isu sihir, klenik, dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">DPR pun seolah menyambut isu tersebut dan benar-benar akan membahas soal revisi KUHP. <i>Kok</i>, DPR malah jadi sibuk mengurusi pasal yang kontroversial dan masuk ke hal-hal &#8220;beginian&#8221; ketimbang membahas hal yang benar-benar nyata dan rasional, yakni soal hukuman bagi para koruptor yang jelas-jelas siapapun di negeri ini bisa menilai telah menciderai rasa keadilan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalil logisnya adalah mengapa koruptor dihukum lebih ringan dari pencuri atau maling dalam kasus-kasus kriminal biasa, belum lagi tindak korupsi yang berhasil divonis tidak benar-benar berhasil mengembalikan uang negara yang dikorupsi, dendanya pun jauh dari kata &#8220;impas&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang mengenaskan adalah kabarnya DPR sampai harus studi banding ke beberapa negara hanya untuk membahas soal santet. Tampaknya membahas undang-undang tak lebih dari ajang proyek bagi mereka. Tentu saja pihak mahasiswa di luar negeri tidak tinggal diam sebagaimana reaksi dari PPI Inggris yang menolak kunjungan kerja Komisi III DPR RI ke beberapa negara di Eropa untuk melakukan studi banding mengenai KUHP dan KUHAP, di mana pasal kontroversial seperti santet dan perzinahan terdapat di dalamnya. Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) yang membawahi lebih dari 1,350 pelajar Indonesia di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara menyurati Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada surat tersebut, PPI UK memberikan 7 buah tanggapan mengenai kunjungan kerja tersebut, yaitu:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Pembelajaran ilmu santet tidak relevan di Inggris karena ilmu santet didasarkan pada budaya lokal, yang jelas berbeda. Ilmu Santet juga seharusnya bisa dihilangkan dengan kemajuan pola berpikir bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">2. Mempelajari tentang perzinahan tidak relevan di Inggris karena jelas memiliki perbedaan nilai kebudayaan.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Apabila memang hukum pada saat ini berorientasi pada Belanda, seharusnya DPR merevisinya berdasarkan kearifan lokal Indonesia yang seharusnya sudah dipahami setelah 67 tahun merdeka, bukan malah belajar ke negara barat, seperti Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">4. Hingga jangka H-1 bulan menjelang kedatangan, Komisi III DPR RI belum memiliki agenda dan nama-nama yang jelas, sehingga ini jelas merupakan peluang untuk pemborosan anggaran.</p>
<p style="text-align:justify;">5. Perlu penjelasan mengenai angka sebesar 6,5M rupiah. Angka ini menunjukkan rendahnya kepedulian sosial terhadap masyarakat Indonesia. Selain itu, pengiriman juga berdasarkan azas proporsionalitas bukan kompetensi, sehingga lebih dipentingkan keterwakilan partai dibandingkan pengiriman orang yang berkualitas.</p>
<p style="text-align:justify;">6. Hasil kunjungan Badan Legislatif DPR RI pada November 2012 mengenai keinsinyuran juga belum membuahkan hasil yang jelas.</p>
<p style="text-align:justify;">7.Telekonferensi dan internet seharusnya dipertimbangkan menjadi suatu solusi untuk penghematan biaya.</p>
<p>Berdasarkan berbagai pertimbangan-pertimbangan tersebut, PPI UK memutuskan untuk menolak kunjungan kerja Komisi III DPR RI. Surat telah dikirim via pos dari Inggris pada tanggal 2 April 2013 dan seharusnya tiba di gedung Nusantara I DPR RI dalam jangka 5 hari kerja.</p>
<p style="text-align:justify;"><i>So what</i>, mungkin karena sengaja atau bagaimana. Entahlah. Bagi saya sendiri bukan hanya tak masuk diakal jika DPR malah sibuk mengurusi hal-hal santet dan semacamnya, tapi juga memalukan. Mereka ribut pada urusan seperti itu dan lupa pada hal lainnya yang lebih penting.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1199&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/dpr-sibuk-ngurusi-santet-takut-bahas-hukuman-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Ahmadiyah; Ketika Aparat dan Masyarakat Bersatu Menindas Minoritas</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/kasus-ahmadiyah-ketika-aparat-dan-masyarakat-bersatu-menindas-minoritas/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/kasus-ahmadiyah-ketika-aparat-dan-masyarakat-bersatu-menindas-minoritas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Apr 2013 06:26:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[fpi]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[polhukam]]></category>
		<category><![CDATA[ustaz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1186</guid>
		<description><![CDATA[sumber: http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2546673_4262.html Bukankah kedaulatan bangsa bagi warga negara Indonesia adalah persamaan setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama dan asal muasal, di muka-undang-undang? Tapi lihat konflik Ahmadiyah dan konflik antarumat beragama yang tak berkesudahan lainnya. Keputusan MUI adalah sikap penentangan terhadap konstitusi negara kita dan merupakan kerancuan tatanan hukum dan undang-undang di &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/kasus-ahmadiyah-ketika-aparat-dan-masyarakat-bersatu-menindas-minoritas/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1186&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:center;">
<dl id="attachment_237097">
<dt><img class="aligncenter" title="1365486452785156139" alt="1365486452785156139" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/1365486452785156139.jpg" width="501" height="334" /></dt>
<dd>sumber: <a href="http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2546673_4262.html" rel="nofollow">http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2546673_4262.html</a></dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Bukankah kedaulatan bangsa bagi warga negara Indonesia adalah persamaan setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama dan asal muasal, di muka-undang-undang?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi lihat konflik Ahmadiyah dan konflik antarumat beragama yang tak berkesudahan lainnya. Keputusan MUI adalah sikap penentangan terhadap konstitusi negara kita dan merupakan kerancuan tatanan hukum dan undang-undang di negara ini. SKB tiga menteri pun menambah ruwet, alih-alih menjadi solusi atas konflik ahmadiyah ini. Siapakah yang berkuasa di sini? Ke mana rasa kemanusiaan kita?</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah yang akan terjadi jika aparatus negara dan pejabat negara bersatu padu dengan masyarakat menindas kelompok minoritas. Apa lagi jika didasarkan pada agama mayoritas, sementara kebebasan dan hak warga untuk beragama dan berkeyakinan dilibas atas nama penodaan dan penistaan agama. Sistem struktur hierarki otoritas agama berfatwa dan masyarakat terpedaya sementara pemerintah tak sanggup berbuat apa-apa sehingga terpaksa berpihak.</p>
<p style="text-align:justify;">Jemaat perempuan Ahmadiyah, Bekasi, Jawa Barat  mulai sakit  akibat<a href="http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2545723_4262.html"> tidak diberi pasokan makanan</a>. Ini menyusul langkah kepolisian setempat yang  melarang pihak luar   memberikan makanan kepada jemaat  yang terkurung di Masjid Al Misbah. Kepolisian mengancam menangkap pihak-pihak  yang akan memberikan  makanan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2546673_4262.html">Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah, Deden Sujana mengatakan hingga saat ini hampir 30 orang jemaat yang masih bertahan  di dalam masjid.<br />
</a><br />
&#8220;Ibu-ibu dan yang sakit sudah dievakuasi. Sekarang di dalam itu tinggal 29 orang, kondisinya, makanan masih cukup. Cuma kami menunggu hari ini, apakah terjadi evakuasi, apakah terjadi penyitaan aset, karena surat yang beredar, itu aset akan disita,&#8221; ujar Deden.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.portalkbr.com/nusantara/jawabali/2544916_4262.html">Terkurungnya puluhan Jemaat Ahmadiyah Bekasi</a> ini menyusul penyegelan Masjid Al Misbah yang dilakukan Pemkot Bekasi Jumat lalu. Pemkot berdalih penyegelan sesuai dengan surat Peraturan Walikota (Perwali) Bekasi yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Dalam penyegelan itu Pemkot mengancam akan menyita aset masjid.</p>
<p style="text-align:justify;">Deklarasi Universal HAM PBB menempatkan urusan keyakinan dan kepercayaan sebagai hak yang paling hakiki dari setiap manusia. Melanggar hak kaum Ahmadiyah untuk memeluk keyakinan mereka merupakan pengingkaran hak mereka sebagai manusia. Akan tetapi, di Indonesia justru ini sedang terjadi. Mereka menuding Deklarasi HAM PBB buatan kafir sekaligus membikin sendiri apa yang mereka maksud sebagai hak asasi, yaitu dengan penindasan. Lagi-lagi negara tidak hadir dan terkesan justru membela para penindas yang mayoritas, bukan melindungi korban.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Ahmadiyah dan umat beragama lain dibela dengan menggunakan alasan dekralasi universal HAM PBB, justru malah diserang dengan cibiran bahwa HAM versi PBB juga tidak mampu melindungi warga Palestina dari serangan Israel. Beginilah logika yang dipakai di Indonesia. Indonesia&#8230; oh, Indonesia, negara yang akan hancur dari dalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang filsuf Prancis Jean Baudrillard pernah berkata, &#8220;Sekali saja Anda mengalahkan ketakutan Anda pada sistem, maka sistem tersebut akan kehilangan cengkeraman yang mereka miliki atas Anda.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, apakah kita bangsa Indonesia masih akan terus terjerat dengan sistem seperti ini? Lihat sistem politik dan sosial yang menafikan eksistensi Anda sebagai manusia, sementara Anda terus dijejali dengan kondisi seperti ini, kondisi yang membuat Anda hanya bisa diam sementara hati Anda miris melihat penistaan sesama manusia atas nama ideologi, agama, ras, suku, dan sebagainya, tapi Anda tak mampu berbuat apa-apa. Sudah saatnya Anda menentukan dan mengambil keputusan.</p>
<p style="text-align:justify;">“Kita tidak bisa memberontak kepada pemerintah sebelum kita memberontak kepada diri sendiri.” &#8211; Mahatma Gandhi.</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1186&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/10/kasus-ahmadiyah-ketika-aparat-dan-masyarakat-bersatu-menindas-minoritas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2013/04/1365486452785156139.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1365486452785156139</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Albert Einstein dan Stephen HawKing</title>
		<link>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/09/albert-einstein-dan-stephen-hawking/</link>
		<comments>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/09/albert-einstein-dan-stephen-hawking/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Apr 2013 12:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kupretist</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perjalanan Seorang Oposan]]></category>
		<category><![CDATA[ateis]]></category>
		<category><![CDATA[changing paradigm]]></category>
		<category><![CDATA[dekonstruksi syari'ah]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[hermeneutik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kupretist.wordpress.com/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[sumber: http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2012/06/stephen-hawking-dan-albert-einstein.html Kaum agamawan umumnya suka memakai contoh diri Stephen Hawking sebagai seorang ateis yang kena kutuk Tuhan. Kata kaum agamawan, Lihatlah, barangsiapa ateis, dia akan terkena kutuk Tuhan, seperti diri Stephen Hawking yang dibuat lumpuh total. Apa komentar saya terhadap kaum agamawan yang berpendapat demikian tentang diri Stephen Hawking?  Pertama, jika Stephen Hawking jadi &#8230;<p><a href="http://kupretist.wordpress.com/2013/04/09/albert-einstein-dan-stephen-hawking/" class="more-link">Read More</a></p><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1189&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">sumber: <a href="http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2012/06/stephen-hawking-dan-albert-einstein.html">http://ioanesrakhmat.blogspot.com/2012/06/stephen-hawking-dan-albert-einstein.html</a></p>
<p style="text-align:justify;">Kaum agamawan umumnya suka memakai contoh diri Stephen Hawking sebagai seorang ateis yang kena kutuk Tuhan. Kata kaum agamawan, Lihatlah, barangsiapa ateis, dia akan terkena kutuk Tuhan, seperti diri Stephen Hawking yang dibuat lumpuh total.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa komentar saya terhadap kaum agamawan yang berpendapat demikian tentang diri Stephen Hawking?  Pertama, jika Stephen Hawking jadi lumpuh total karena dia dikutuk Tuhan, karena  dia ateis, maka betapa kejamnya Allah kaum agamawan. Jika anda membutuhkan teologi tentang Allah yang kejam, ingatlah bahwa teologi anda adalah juga psikologi anda yang sebenarnya: anda sendirilah yang sebenarnya berjiwa kejam, bukan Allah manapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, meskipun tubuhnya lumpuh total karena serangan berkelanjutan penyakit neurone motoris yang berhubungan dengan penyakit <i>sclerosis lateral amyotrofik</i> (ALS) sejak dia berusia 21 tahun, semangat hidupnya tak mati dan pikirannya tak lumpuh. Kenyataan seperti itu pada diri Stephen Hawking menunjukkan dia tidak dikalahkan oleh Allah kaum agamawan yang kata mereka telah mengutuknya. Bahwa Hawking terkena sakit semacam ini, memperlihatkan dirinya sama dengan manusia lain, bisa terkena penyakit, bukan karena dia berdosa terhadap Tuhan apapun.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, dalam kenyataannya Stephen Hawking, meskipun lumpuh, lebih hebat dan lebih berprestasi dibandingkan anda yang sehat jasmaniah. Meskipun dia secara bertahap menjadi lumpuh total, sekian buku berkualitas <i>best seller</i> telah ditulisnya lewat pikirannya yang brillian. Teknologi modern telah membantu Stephen Hawking melampaui kelumpuhannya dan tetap produktif menulis.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana dengan anda kaum agamawan yang suka melecehkannya? Saya membayangkan, kalau anda yang menjadi Stephen Hawking, mungkin sekali anda telah lama memutuskan untuk melakukan <i>euthanasia</i>, yakni memilih mati dengan disengaja sebagai pilihan terbaik ketimbang menanggung penderitaan berat dalam jangka waktu yang panjang. Pendek kata, bagi saya, Stephen Hawking lebih sehat dari orang sehat, lebih hidup dari orang hidup, dan &#8230; lebih tangguh dari pahlawan perang manapun. Dan saya sangat mengaguminya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kaum agamawan suka sekali mengutip pernyataan Albert Einstein bahwa “sains tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa sains buta”. Sehabis mengutipnya, mereka langsung berkata, Lihatlah Einstein itu saintis yang saleh, maka itu hidupnya lurus, sehat dan bugar, tak seperti Stephen Hawking yang lumpuh. Malah ada agamawan yang sangat eksentrik sampai bisa menyatakan bahwa Einstein adalah seorang Muslim syi&#8217;ah yang hidupnya diberkati Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sisi lain, banyak juga orang Kristen evangelikal menyatakan bahwa Einstein adalah seorang Kristen saleh yang hidupnya diperkenan dan diberkati Yesus. Kaum agamawan Buddhis juga mengklaim bahwa Einstein pernah menyatakan Buddhisme non-theis adalah agama yang sejalan dengan sains modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Harus diakui bahwa Einstein melihat kemungkinan Buddhisme adalah agama yang paling akomodatif terhadap sains modern setelah sang saintis hebat ini membaca tentang Buddhisme lewat tulisan-tulisan Schopenhauer.</p>
<p style="text-align:justify;">Tulis Einstein, “Jika ada agama yang dapat berhadapan dengan kebutuhan-kebutuhan saintifik modern, agama ini adalah Buddhisme”</p>
<p style="text-align:justify;">Juga, “Buddhisme, sebagaimana kami telah pelajari dari tulisan-tulisan hebat Schopenhauer, berisi jauh lebih kuat elemen-elemen perasaan keagamaan kosmik.”</p>
<p style="text-align:justify;">Rupanya kaum agamawan berkepentingan untuk menarik Einstein ke kubu agama mereka masing-masing dan memanfaatkannya. Pertanyaan pentingnya adalah apakah Einstein seorang saintis yang beragama. Kalau kita telusuri tulisan-tulisan Einstein tentang Allah dan agama, kita harus simpulkan bahwa Einstein adalah seorang ateis, tidak percaya pada Allah yang diberitakan agama-agama monoteistik, termasuk Allah bangsa Yahudi, bangsanya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Einstein memunculkan kata “Allah” dalam tulisan-tulisannya, kata ini diberi makna metaforis olehnya, bukan makna ontologis. Umumnya memang begitu: Kalau seorang saintis ateis memakai kata Allah, kata ini bermakna metaforis, tak bermakna literal. Kalau Einstein berkata-kata tentang Allah, bagi dia Allah adalah struktur kosmologis yang sangat mempesonanya, yang diatur hukum-hukum kosmologis. Einstein dengan tegas menolak untuk percaya pada suatu Allah personal yang diberitakan tiga agama monoteistik, Yahudi, Kristen dan Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tentu saja suatu dusta jika anda membaca tentang keyakinan-keyakinan keagamaan saya, suatu kebohongan yang dengan sistimatis diulang-ulang. Saya tidak percaya pada suatu Allah personal dan saya tidak pernah menyangkali hal ini tetapi telah mengungkapkannya dengan jelas. Jika ada sesuatu dalam diri saya yang dapat disebut religius, maka ini adalah suatu kekaguman tanpa batas terhadap struktur dunia yang sejauh ini sains dapat menyibaknya.” (Albert Einstein, <i>The Human Side</i>, 1954, disunting oleh Helen Dukas dan Banesh Hoffman, Princeton University Press)</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya tidak pernah mengenakan pada Alam suatu maksud dan tujuan, atau apapun yang dapat dipahami sebagai antropomorfisme. Apa yang saya lihat dalam Alam adalah suatu struktur yang menakjubkan, yang dapat kita pahami hanya dengan sangat tidak sempurna, dan hal itu harus mengisi seorang pemikir dengan suatu perasaan kerendahan hati. Ini adalah suatu perasaan religius murni yang tidak ada hubungannya dengan mistisisme.” (Albert Einstein)</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang dimaksud dengan “religius” oleh Einstein, sangat tak terduga dalam pikiran kaum agamawan, karena sang saintis ini menyatukan religiositas dengan nalar. Einstein menulis,</p>
<p style="text-align:justify;">“Melalui hikmat dan pemahaman, manusia mendapatkan pembebasan yang berjangkauan luas dari segala belenggu pengharapan dan hasrat pribadi, dan dengan itu mereka memperoleh sikap dan perilaku pikiran yang penuh kerendahan hati terhadap keakbaran Nalar yang mewujud dalam kehidupan, dan yang, sedalam-dalamnya, dapat dimasuki manusia. Sikap dan perilaku akal budi yang rendah hati inilah yang tampak bagiku religius, dalam arti setinggi-tingginya kata ini…. Semakin jauh perkembangan evolusi spiritual manusia, semakin pasti bagiku bahwa jalan menuju religiositas yang murni tidak terletak pada ketakutan akan kehidupan atau ketakutan akan kematian dan iman yang membuta, melainkan pada usaha keras untuk mendapatkan pengetahuan rasional.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kalau Einstein menyatakan bahwa “Allah tidak sedang bermain dadu”, Allah dalam pernyataannya ini adalah hukum-hukum sains yang deterministik. Tentang determinisme saintifik, dalam jawabannya terhadap pertanyaan seorang anak apakah Einstein sebagai seorang saintis berdoa, Einstein menulis,</p>
<p style="text-align:justify;">“Pengkajian saintifik didasarkan pada ide bahwa segala sesuatu yang sedang terjadi ditentukan oleh hukum-hukum Alam, dan dengan demikian determinisme ini juga berlaku bagi setiap tindakan manusia. Karena itulah, seorang saintis peneliti hampir-hampir tidak bisa percaya bahwa kejadian-kejadian dalam jagat raya ini dapat dipengaruhi oleh sebuah doa, yakni oleh suatu permintaan yang ditujukan kepada suatu Oknum Adikodrati.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lebih lanjut tentang determinisme saintifik, Einstein menulis,</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku tidak dapat membayangkan suatu Allah personal yang langsung mempengaruhi tindakan-tindakan orang per orangan, atau secara langsung duduk mengadili semua ciptaan yang telah dibuatnya sendiri. Aku tak dapat membayangkan semua ini kendatipun kausalitas mekanistik (/deterministik) dalam batas tertentu telah diragukan oleh sains modern [Dalam hal ini, yang Einstein maksudkan adalah mekanika Quantum yang telah menghancurkan determinisme saintifik].”</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu juga, kalau Einstein menyatakan “sains tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa sains buta” (Albert Einstein, 1941), dia tidak sedang membela agama-agama monoteistik atau menyamakan sains dan agama atau sebaliknya. Kalau Einstein menulis tentang Allah/agama, baginya Allah/agama adalah daya pesona yang muncul dari struktur kosmologis yang taat pada hukum-hukum sains, sejauh hukum-hukum ini sudah dapat dipahami. Dalam banyak segi, Allah dalam pandangan Einstein sejalan dengan Allah dalam pandangan Baruch de Spinoza, Allah sebagai hukum-hukum sains. Tulis Einstein,</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku percaya pada Allah Spinoza yang mewahyukan diri dalam harmoni dan keteraturan segala yang ada, bukan pada Allah yang sibuk mengurusi nasib dan tindakan manusia.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dus, dalam dunia sains, ada dua metafora tentang Allah, yakni Allah Baruch de Spinoza dan Allah Einstein, yakni hukum-hukum kosmologis yang menatastrukturkan jagat raya dengan sangat menakjubkan dan deterministik dan belum terpahami semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kalaupun Einstein mempunyai visi tentang suatu agama masa depan, agama ini dirumuskannya demikian:</p>
<p style="text-align:justify;">“Agama masa depan akan berupa suatu agama kosmik. Agama ini harus melampaui Allah personal dan menghindari dogma dan teologi. Mencakup baik yang natural maupun yang spiritual, agama ini harus didasarkan pada suatu perasaan keagamaan yang muncul dari pengalaman bahwa segala sesuatu yang alamiah dan yang spiritual ada dalam suatu kesatuan yang bermakna. Buddhisme menjawab gambaran tentang agama yang demikian. Jika ada agama apapun yang dapat berhadapan dengan kebutuhan-kebutuhan saintifik modern, agama ini adalah Buddhisme.”</p>
<p style="text-align:justify;">Sekalipun Einstein berbicara tentang hal-hal yang spiritual, sang saintis ini tidak percaya bahwa manusia memiliki roh yang akan meninggalkan tubuh ketika manusia mati. Tulisnya,</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku tidak dapat membayangkan suatu Allah yang memberi pahala dan yang menghukum objek-objek ciptaannya, yang memiliki tujuan-tujuan yang disusun berdasarkan model dari kita sendiri, suatu Allah, pendek kata, yang hanya merupakan suatu cerminan kelemahan moral manusia. Aku juga tidak dapat percaya bahwa kita orang per orangan akan bertahan, meninggalkan tubuh kita, setelah kematian, kendatipun jiwa-jiwa yang ringkih memegang pikiran-pikiran semacam itu karena rasa takut atau karena egotisme yang memalukan” (Albert Einstein, obituary dalam <i>New York Times</i>, April 19, 1955)</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi, tulis Einstein,</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku tak dapat membayangkan suatu Allah yang memberi pahala dan menghukum ciptaan-ciptaannya, atau yang memiliki kehendak semacam itu yang kita alami dalam diri kita sendiri. Juga aku tidak dapat atau tidak ingin membayangkan bahwa seorang manusia akan bertahan setelah kematian tubuh jasmaniahnya; biarlah jiwa-jiwa yang ringkih, karena rasa takut atau karena egotisme yang tak masuk akal, berharap pada pemikiran semacam itu. Aku puas dengan misteri keabadian kehidupan, bersama dengan kesadaran dan penglihatan sekilas atas struktur yang menakjubkan dari dunia yang sekarang ada, bersama dengan usaha yang serius untuk memahami Nalar sebagian saja, sekalipun sangat sedikit, yang menyatakan dirinya sendiri dalam alam.”</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi,</p>
<p style="text-align:justify;">“Aku tidak percaya pada keabadian seorang manusia individual, dan aku memandang etika sepenuhnya adalah perkara manusia tanpa ditopang oleh suatu otoritas adiinsani di baliknya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Jelaslah, etika atau moralitas yang diperlukan manusia untuk mengatur masyarakat, bagi Einstein, bukanlah moralitas yang bersumber pada agama, melainkan, tulisnya,</p>
<p style="text-align:justify;">“Perilaku moral manusia harus dilandaskan secara efektif pada simpati, pendidikan, dan kebutuhan-kebutuhan serta ikatan-ikatan sosial; untuk moralitas, basis keagamaan tidak diperlukan. Sesungguhnya betapa malangnya manusia jika tindakan-tindakan moralnya dikendalikan oleh ketakutan akan penghukuman dan pengharapan akan mendapatkan pahala setelah kematian.” (Albert Einstein, “Religion and Science” dalam <i>New York Time Magazine</i>, November 9, 1930)</p>
<p style="text-align:justify;">Juga tulis Einstein,</p>
<p style="text-align:justify;">“Fondasi moralitas haruslah tidak dibuat bergantung pada mitos atau diikatkan pada otoritas apapun supaya keraguan atas mitos itu atau keraguan akan legitimasi otoritas itu tidak membahayakan fondasi yang berupa pertimbangan dan tindakan yang matang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dan lagi,</p>
<p style="text-align:justify;">“Tidak ada yang ilahi pada moralitas; melainkan moralitas itu sepenuhnya adalah urusan manusia.”</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi, hai kaum agamawan, janganlah kalian, ringkas kata, mengagamakan Einstein atau berusaha menariknya ke kubu kalian. <i>Let Einstein be Einstein. Let science be science.</i></p>
<p style="text-align:justify;"><i>oleh ioanes rakhmat</i></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kupretist.wordpress.com/1189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kupretist.wordpress.com/1189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kupretist.wordpress.com&#038;blog=11748572&#038;post=1189&#038;subd=kupretist&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kupretist.wordpress.com/2013/04/09/albert-einstein-dan-stephen-hawking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/adf1ff2d2902002104924b3b50a71b46?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kupretist</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
