Kasus Ahmadiyah; Ketika Aparat dan Masyarakat Bersatu Menindas Minoritas


Bukankah kedaulatan bangsa bagi warga negara Indonesia adalah persamaan setiap warga negara tanpa membedakan latar belakang ras, suku, agama dan asal muasal, di muka-undang-undang?

Tapi lihat konflik Ahmadiyah dan konflik antarumat beragama yang tak berkesudahan lainnya. Keputusan MUI adalah sikap penentangan terhadap konstitusi negara kita dan merupakan kerancuan tatanan hukum dan undang-undang di negara ini. SKB tiga menteri pun menambah ruwet, alih-alih menjadi solusi atas konflik ahmadiyah ini. Siapakah yang berkuasa di sini? Ke mana rasa kemanusiaan kita?

Inilah yang akan terjadi jika aparatus negara dan pejabat negara bersatu padu dengan masyarakat menindas kelompok minoritas. Apa lagi jika didasarkan pada agama mayoritas, sementara kebebasan dan hak warga untuk beragama dan berkeyakinan dilibas atas nama penodaan dan penistaan agama. Sistem struktur hierarki otoritas agama berfatwa dan masyarakat terpedaya sementara pemerintah tak sanggup berbuat apa-apa sehingga terpaksa berpihak.

Jemaat perempuan Ahmadiyah, Bekasi, Jawa Barat  mulai sakit  akibat tidak diberi pasokan makanan. Ini menyusul langkah kepolisian setempat yang  melarang pihak luar   memberikan makanan kepada jemaat  yang terkurung di Masjid Al Misbah. Kepolisian mengancam menangkap pihak-pihak  yang akan memberikan  makanan.

Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah, Deden Sujana mengatakan hingga saat ini hampir 30 orang jemaat yang masih bertahan  di dalam masjid.

“Ibu-ibu dan yang sakit sudah dievakuasi. Sekarang di dalam itu tinggal 29 orang, kondisinya, makanan masih cukup. Cuma kami menunggu hari ini, apakah terjadi evakuasi, apakah terjadi penyitaan aset, karena surat yang beredar, itu aset akan disita,” ujar Deden.

Terkurungnya puluhan Jemaat Ahmadiyah Bekasi ini menyusul penyegelan Masjid Al Misbah yang dilakukan Pemkot Bekasi Jumat lalu. Pemkot berdalih penyegelan sesuai dengan surat Peraturan Walikota (Perwali) Bekasi yang mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri. Dalam penyegelan itu Pemkot mengancam akan menyita aset masjid.

Deklarasi Universal HAM PBB menempatkan urusan keyakinan dan kepercayaan sebagai hak yang paling hakiki dari setiap manusia. Melanggar hak kaum Ahmadiyah untuk memeluk keyakinan mereka merupakan pengingkaran hak mereka sebagai manusia. Akan tetapi, di Indonesia justru ini sedang terjadi. Mereka menuding Deklarasi HAM PBB buatan kafir sekaligus membikin sendiri apa yang mereka maksud sebagai hak asasi, yaitu dengan penindasan. Lagi-lagi negara tidak hadir dan terkesan justru membela para penindas yang mayoritas, bukan melindungi korban.

Ketika Ahmadiyah dan umat beragama lain dibela dengan menggunakan alasan dekralasi universal HAM PBB, justru malah diserang dengan cibiran bahwa HAM versi PBB juga tidak mampu melindungi warga Palestina dari serangan Israel. Beginilah logika yang dipakai di Indonesia. Indonesia… oh, Indonesia, negara yang akan hancur dari dalam.

Seorang filsuf Prancis Jean Baudrillard pernah berkata, “Sekali saja Anda mengalahkan ketakutan Anda pada sistem, maka sistem tersebut akan kehilangan cengkeraman yang mereka miliki atas Anda.”

Nah, apakah kita bangsa Indonesia masih akan terus terjerat dengan sistem seperti ini? Lihat sistem politik dan sosial yang menafikan eksistensi Anda sebagai manusia, sementara Anda terus dijejali dengan kondisi seperti ini, kondisi yang membuat Anda hanya bisa diam sementara hati Anda miris melihat penistaan sesama manusia atas nama ideologi, agama, ras, suku, dan sebagainya, tapi Anda tak mampu berbuat apa-apa. Sudah saatnya Anda menentukan dan mengambil keputusan.

“Kita tidak bisa memberontak kepada pemerintah sebelum kita memberontak kepada diri sendiri.” – Mahatma Gandhi.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 365 other followers

%d bloggers like this: